Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder

Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder
Gombal?


__ADS_3

Astir yang ditanya oleh istrinya jadi celingukan sendiri, bagaimana tidak, dia sudah mengusir orang-orang yang ada di dalam ruangan, bahkan ia mengusir para perawat juga Dokter yang menangani istrinya.


Karena merasa sudah aman, dokter melangkah ke pasiennya " Apa yang sedang kamu rasakan Nona?" tanya dokter yang merawat Riana


" Saya baik dok, kepalaku sudah tidak pusing lagi," jawab Riana.


" Ajaib memang kuasa tuhan, dia memberikan kamu kesempatan untuk ke dua kalinya" jawab Dokter.lalu dokter memeriksa keadaan Riana, dan hasilnya Riana baik-baik saja. Riana yang mendengar dokter itu jadi kebingungan sendiri.


"memangnya apa yang terjadi dengan Riana dok" Tanya Riana,, semua orang hanya terdiam mendengar pertanyaan dari Riana, mereka tidak berani mengatakannya, takutnya ia akan sedih.


Beda halnya dengan dokter, itu sudah menjadi kewajiban mereka untuk memberitahukan kepada pasiennya, apa yang terjadi pada dirinya selama ia berada di ruangan mematikan bagi semua pasien. " beberapa jam yang kamu dinyatakan meninggal jam ****, dan kami sudah mencabut dan menutup kamu dengan kain, tapi kehendak Allah berkata lain, dia masih memberikan kamu kesempatan, karena itu kami semua yang ada di ruangan di usir oleh suamimu, dia marah, dia melampiaskan kepada kami semua, bahkan suamimu saking sayangnya pada kamu, ia tidak pernah berhenti meracau disampingmu, ia berbicara sendiri seperti orang yang tidak waras, dia tidak mau orang masuk melihat kamu meninggal, suamimu tidak mau kalau ada orang yang mengatakan kalau kamu meninggal, dia bahkan mengatakan pada kami, bahwa kami semua dokter dan perawat tidak beccus merawat kamu dan menyelamatkan nyawa kamu".


" Cukup dokter, saya bilang cukup" Bentak Astir dengan berlinang air mata.


Riana yang mendengar penjelasan dari dokter tidak bisa membendung lagi air matanya, sampai-sampai ia terisak-isak, bahwa betapa suaminya sangat sayang dan mencintainya.


"Riana! kalau kamu tidak kembali mungkin Astir akan lompat ke gedung yang paling tinggi untuk mengak",,, belum sempat asdar menyelesaikan ucapannya, Astir sudah membekap mulut Asdar sahabatnya.


" Kamu berani ya, ngomong lagi pada istriku, saya akan pecat kamu jadi sahabatku" ancam Astir pada Asdar, semua orang yang melihat kekonyolan mereka berdua jadi ketawa dan tersenyum.


" Ia, ia gue akan berhenti bicara, galak amat jadi sahabat". jelas Asdar, dan lagi-lagi semua orang yang ada di ruangan tidak dapat menahan senyum mereka.


" Mas,! " panggil Riana pada suaminya Astir, astir yang merasa dipanggil istrinya, secepat kilat ia menghampiri Riana.


" Hmm ia sayang, ada yang mas bisa bantu buat bidadari mas?" tanya Astir sambil tersenuym menggoda ke arah istrinya, sedang Riana hanya tersenyum malu dan menunudukkan wajahnya yang sudah merah merona.


Bagai nyamuk yang berterbangan di udara dekat telinga sambil membising, ' eh kalian-kalian yang masih jomblo harsu keluar dan skip mereka haaaa',


" Hmm, perhatian bagi orang yang nggak jomblo lagi, jangan bermesrahan disini, dikarenakan ini masih belum larut, dan banyak orang melihat" singgung Aadar pada Astir.


" Makanya nikah muda dong, nanti jadi jomblo berkarat?" celetuk Astir, Riana lalu menampar lengan astir.


" Hmmm baru aja nikah beberapa jam yang lalu, kayak udah lama aja nikahnya ckk.."


" Ia harus to, supaya kamu tidak kelamaan jomblo, nanti liat kita berdua, kamu ngiler lagi haa" ejek astir Pada Asdar.

__ADS_1


" Enak aja tu mulut kalau ngomong, sekali-kali ngereem juga kali, ngerocos aja kek gitu, padahal tadi nangisnya nggak ketulungan, Sayang aku tidak akan hidup tanpa kamu, lebih baik aku aja yang ngerasain semua penyakitmu his hiks" Ejek Asdar sambil mengulang kembali kata-kata yang Astir ucapkan saat Riana tidak sadarkan diri.


(Astir yang mendengar ejekan dari sahabatnya jadi malu kan sendiri, makanya jangan ngumpang lebah kalau tidak mau terkena gigitannya haaa bengkak kan jadinya).


karena malu sendiri, Astir mengalihkan pembicaraannya pada lain topik.


" Sayang! apa kamu tidak merasa lapar?' tanya Astir mengalihkan pembicaraan, sedang asdar senyum-senyum sendiri melihat sahabatnya yang malu.


Rani menggelengkan kepalanya, " Riana tidak lapar Mas," jawab Rani.


" Nak kamu makan dulu, biar sedikit yang penting ada sedikit makanan masuk ke perutmu sayang" jelas Arumi pada anaknya, mau tidak mau Riana harus mau, ia tidak mau kalau penyakitnya merepotkan banyak orang.


" Tir, gue balik dulu, soalnya bokap gue tadi nelpon suruh pulang" pamit Asdar pada sahabatnya.


Astir merasa tidak enak pada asdar yang sudah banyak membantunya jadi Astir harus mengucapkan banyak terimaksih padanya


" Mari saya antar keluar," Jelas Astir.


" Nggak usah tir, gue bisa sendiri, kek perempuan saja main antar-antaran" ejek Asdar.


" Kamu ini, sekalian ada yang mau saya omongin" ucap Astir sambil berbisik di telinga Asdar.


" Itu mulut lama-lama saya kasi lakban itu supaya tidak kecoplosan gitu, ya udah kamu pergi sana, tp btw, makasih nah dar, karena bantuan dan doa darimu juga istriku bisa sembuh, makasih sekali lagi" ucap Astir sambil memeluk Asdar sahabatnya.


" Ia santai aja kali tir, cengeng amat jadi orang" ejek Asdar


plak


" Teman laknat kamu memang".


Seiring berjalannya waktu, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. dua bulan telah berlalu, hari ini adalah hari ujian nasional Astir juga Asdar, mereka akan melaksanakan ujian nasional berbasis Komputer atau online.


**BTW, Astir dan Riana masih pisah rumah, walau mereka sudah menikah tapi mereka belum di perbolehkan punya anak, karena masih dibawah umur, sebenarnya itu juga keinginan mereka berdua, tidak ada unsur keterpaksaan, tapi dalam satu minggu kalau mereka tidak bertemu rasanya kayak habis memakan makanan berat tapi tidak minum, begitulah percintaan Astir dan Riana, dalam satu minggu mereka bertemu 4 kali, jadi wajar saja mereka lengket kek ada besi berani yang menarik mereka haa**.


dert dert dert

__ADS_1


Telpon tersambung ke Riana


" Halo, Assalamualaikum mas".


" Waalaikummussalam,apa kabar sayang dan bidadariku lagi bikin apa sekarang? " jawab salam Riana,


" Alhamdulillah baik mas, kebetulan Riana lagi memasak mas bantu mamah di dapur" jawab Riana.


" Hmmm, jangan kecapean ya sayang, jaga kesehatan, oh ya Sayang doakan mas mu ini, supaya hari ini ujian masmu lancar " goda Astir pada Riana.


" Ia mas, Riana doakan semoga ujian mas lancar, dan lulus dengan peringkat terbaik, amin" doa dan semangat Riana buat suaminya.


" Hmm makasih ya sayang atas doanya, sayang aku kangen lihat wajah kamu, kita boleh ya video cell,? tanya Astir.


" Mas, mas kan mau ujian sebentar, mas harus belajar, jangan selalu mikirin Riana, Riana punya sesuatu buat mas," tutur Riana,


" apa?",


" Kalau mas nanti lulus dan mendapat peringkat terbaik, maka Riana akan kabulkan semua permintaan mas, apa aja yang penting mas belajar" Tutur Riana.


" Betulan nih, apa aja?",


" Ia, riana tidak bohong, dan tidak akan ingkar," jawab Riana.


" ok Deel, aku pegang ucapan bidadariku" goda astir.


' maafkan aku mas,' jika aku menekanmu, Riana hanya memberikan mas semangat, dan jikapun mas tidak mendapat peringkat, Riana juga akan mengizinkan mas, meminta apapun sama Riana, maaf riana sekali lagi mas,hiks,,hiks,, harusnya Riana tidak menekan mas' monolog Riana dalam hati sambil terisak.


Astir yang mendengar istrinya kayak lagi menahan sesuatu, jadi curiga pada istrinya, "apa istriku lagi menangis" tanya Astir dalam hati.


" Sayang! kamu menangis?"


Bersambung...


# Agustus C.SH

__ADS_1


# IAIN KENDARI


Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor


__ADS_2