
" Mas, Riana paling benci sikap mas begini, Riana lebih baik mengakhiri hidup Riana dari pada harus mendapat ciuman kedua dari wanita lain, Mas hiks,,hiks,,hiks, Riana sudah tidak sudi harus berdampingan dengan laki-laki yang tidak memegang janjinya," Riana menghentikan kalimatnya dan m, " alangkah lebih baiknya kita akhiri saja hubungan ini" Racau Riana pada dirinya sendiri.
Riana lalu menelpon Astir, dan ternyata hasilnya nihil, nomornya sudah tidak aktif lagi, Riana telpon beberapa kali tetap tidak aktif, tambah kecewalah hidup Riana pada suaminya.
"Mas, kenapa tidak aktif nomor mas hika,,hiks,,apa mas sedang?" Racau Riana dalam dirinya sambil menangis sesegukan, sepanjang malam Riana menangisi suaminya yang tidak mengangkat telponnya dan lebih parahnya lagi ia dikirimkan Gambar suaminya yang mencium seorang wanita.
Astir dan Asdar sudah pulang kerumahnya, Astir sengaja menelpon kerabat dekat Asdar untuk datang menjemputnya ke kafe, karena Astir belum mahir mengemudikan Mobil, sedangkan ia memesan taksi, karena arah rumah Asdar dan Astir berlawanan.
Sepanjang perjalanan Astir merasa kayak ada yang kurang dalam dirinya, ia melihat ke sekelilingnya, dan ternyata obrolannya tadi yang terputus karena ulah Ralova.
Astir lalu merogoh ponsel di celananya, dan ternyata ponselnya sudah lowbet sedari tadi.
20 menit telah berlalu, astir sudah sampai di rumah mamahnya, ia lalu masuk ke kamarnya tanpa memgucapkan salam terlebih dahulu, karena Astir pikir kalau mamah dan papahnya sudah tidur sedari tadi.
Ia langsung mengisi baterai ponselnya dan mengaktifkannya, Saat ia melihat ponselnya ada 12 panggilan tak terjawab dan itu dari istrinya, lalu ia menelpon balik Nomor istrinya satu kali panggilan tidak dijawab,
dua kali panggilan tidak dijawab, sampai keberapa kalinya nihil tetap di jawab.
" Apa Istriku sudah tidur, ah mungkin dia sudah tidur, besok sajalah saya hubungi lagi" Racau Astir pada dirinya sendiri.
sedang di tempat lain, dikediaman Riana, Riana masih menangis meratapi nasibnya, ia meringkuk memeluk lututnya sambil menangis terisak, matanya sudah lebam dan wajahnya sudah kusam sebab menangis terlalu lama, Riana sengaja tidak mengangkat panggilan suaminya, karena waktu sudah menunjukkan pukul 02 00 malam, dan ia ingin melihat reaksi suaminya ketika ia tidak mengangkat panggilan suaminya, dan ternyata setelah panggilan ke tujuh sudah tidak ada lagi panggjlan masuk.
Riana menunggu pesan singkat dari Suaminya apakah suaminya akan cemas padanya atau malah sebaliknya, Jam 3, 4, bahkan setelah solat subuh ia tidak mengirimkan pesan.
Riana yang tidak mendapat pesan dari suaminya, ia mengambil ponselnya dan mengeluarkan kartu ponselnya lalu membuangnya ke dalam closet
__ADS_1
" Maafkan Riana mas, kalau seandainya riana yang salah paham, Maka maafkanlah Riana hiks,,hiks,,hiks" Ucap Riana pada dirinya sendiri.
Riana lalu berwudhu untuk menunaikan kewajibannya melaksanakan solat subuh.
Esok paginya
Arumi bangun dari tidurnya setelah melakukan solat subuh, ia lalu menyiapkan sarapan pagi seperti biasa, setengah jam berlalu, sejjam berlalu, bahkan 2 jam telah berlalu Arumi belum melihat anaknya keluar dari kamarnya.
" mas! Riana kok belum keluar! tumben dia terlambat bangun, apa jangan-jangan Riana lagi sakit ya mas" tanya Arumi pada Suaminya.
" Mungkin aja mah Riana ketiduran, mamah coba susul riana ke kamarnya" tutur papahnya.
Arumi lalu berjalan ke lantai atas, setelah ia sampai ia mengetuk pintu kamar anaknya " Nak bangun, ini mamah?", merasa tidak ada jawaban dari dalam kamar anaknya, ia langsung membuka kamar anaknya yang tidak terkunci " Sayang! apa kamu di dalam nak?" Tanya Arumi diluar Kamar mandi, karena tidak ada jawaban, ia lalu membuka Kamar mandi, dan ternyata hasilnya nihil, Riana tidak ada di dalam kamar mandi.
Arumi yang tidak melihat anaknya di kamarnya lalu berteriak " pah,, papah Riana tidak ada di dalam kamarnya" Teriak Arumi pada suaminya sambil menitikkan air matanya.
" Pah, Riana tidak ada di kamarnya"
" Jangan khawatir dulu mah, kita telpon suaminya, mungkin dia lagi sama suaminya" jawab Jaya menenangkan istrinya Arumi.
Arumi lalu menelpon Menantunya Astir
dert dert dert
panggilan terhubung
__ADS_1
" halo Assalamualaikum Nak, apa Riana ada sama kamu ?" tanya Arumi pada Astir.
" Tidak mah, istriku tidak di rumah".
" Nak Istrimu menghilang, istrimu tidak ada di kamarnya".
" Mah tenang dulu mungkin saja Istriku lagi kerumah temannya".
" nak dari tadi subuh Riana sudah tidak ada dari kamarnya".
Astir terkejut dan menjatuhkah Ponselnya.
Astir lalu keluar dari Rumahnya dan melajukan motornya ke rumah istrinya, 15 menit berlalu sampailah ia di rumah istrinya.
" Mah, mah, " teriak Astir dalam Rumah mertuanya.
Plak
plak
Suara tamparan dengan keras mendarat di pipi Astir.
Bersambung...
#Agustus C.SH
__ADS_1
# IAIN KENDARI
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor