
#Flashback off in Jakarta.
" Bagaimanan keadaan cucu saya dokter?" Tanya Juanda pada Dokter yang menangani Reyner cucunya.
" Cucu anda...." Ucapan dokter itu terhenti tat kala mengingat bahwa yang di hadapannya ini adalah orang yang sangat berpengaruh di rumah sakitnya.
" Kenapa!, apa yang terjadi dengannya?" Tanya pak juanda kakek Reyner pada Dokter.
" Cucu anda koma" Jawabnya to the point tanpa berpikir panjang.
" Koma?."
Hampir saja Juanda kakek Reyner ambruk dari berdirinya saat mendengar penuturan dokter yang menangani Reyner.
" Maaafkan kami Pak, Cucu anda banyak mengalami luka-luka di tubuhnya akibat kecelakaan yang menimpanya, kalau di bagian tubuhnya yang lain sudah kami atasi dan sudah kembali normal, tapi?"
" Tapi kenapa?"
Pak Juanda sangat khawatir dengan kondisi cucunya sekarang, cucu yang sangat ia bangga-banggakan dan ia manjakan yang akan menjadi penerus perusahaannya kini telah terbaring lemas dan tak berdaya di rumah sakit, bahkan di diagnosa koma.
" Kepala belakang cucu anda pecah karena terbentur dengan sangat keras akibat kecelakaan itu, hingga mengakibatkan sistem sarafnya tidak beraturan lagi seperti kepala normal pada umumnya." Ucap Dokter menjelaskan riwayat penyakit yang dialami cucunya Reyner pada pak Juanda.
" Jadi apa langkah kalian selanjutnya?" Tanya Pak Juanda.
" Sepertinya cucu anda harus di bawa ke rumah sakit yang ada di jerman, disana ada teman saya yang akan menanganinya kalau bapak bersedia, alat medis yang ada di rumah sakit ini tidak mampu untuk menangani cucu bapak." Tutur Dokter yang menangani Reyner.
" Baiklah kalau itu jalan terbaiknya, saya akan membawanya ke jerman hari ini juga, tolong segera kamu kabarin teman kamu yang ada di rumah sakit di Jerman." Ucap pak Juanda.
********
Seiring berjalannya waktu, Malam berganti pagi, kapal terbang pribadi milik Pak Juanda yang sengaja ia ciptakan buat Reyner cucunya *ACI REY JU* telah mendarat di bandara ******* yang ada di Negara Jerman.
Semua bodyguard yang lebih dulu tiba di Bandara ****** yang ada di Negara Jerman, telah berbaris sempurna mengelilingi kapal terbang milik pak Juanda, sekitar 300 orang Bodyguard yang menjemput kedatangannya dan menyiapkan beberapa mobil untuk keberangkatan Pak Juanda dan juga cucunya Reyner yang terbaring dan tak berdaya.
" Apa semua kamu sudah siapkan semuanya?" Tanya Pak Juanda pada salah satu bodyguard kepercayaannya.
" Semuanya sudah siap bos, mobil yang anda pesankan untuk keberangkatan Cucu Bos ke Rumah sakit sudah stay disana". Jawab Salah satu bodyguard pak Juanda sambil menunjuk ke arah mobil yang bosnya pesankan.
" Bagus...mari kita berangkat sekarang" Ucap Pak Juanda sambil menepuk pundak bodyguard kepercayaannya.
__ADS_1
" Baik bos...Mari." Jawabnya sambil melangkah ke arah mobil.
Negara Jerman yang terkenal dengan Negara yang tidak pernah macet, walaupun kendaraan di Negara Jerman padat karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang, tidak membuat jalanan menjadi macet.
tapi pagi ini, pagi yang masih sangat cerah, jalanan sudah macet dan di penuhi dengan kendaraan milik keluarga pengusaha sukses yaitu pak Juanda.
" Kenapa jalanan macet begini!,?" Tanya salah seorang pejalan kaki pada temannya yang melihat mobil bermerek di hadapannya.
" Kalau di lihat-lihat dari mobilnya yang paling depan, itu seperti mobil Ambulance yang ada di rumah sakit ternama, satu-satunya yang ada di Jerman, kemungkinan besarnya!, di mobil itu ada salah seorang yang lagi sekarat dan membutuhkan pertolongan secepatnya."Jawab salah seorang pejalan kaki.
" Semua mobil-mobil bermerek, modelnya hampir sama semua, hanya saja yang membedakannya itu cuman warnanya, apa mungkin mobil itu miliknya semua, jangan-jangan dia seorang konglomerat lagi." tuturnya.
" Iya...mungkin dia orang besar di Negara ini".
" Tapi siapa?"
" Entahlah" Jawabnya dengan singkat.
Sepanjang 1 km jalanan penuh dan sesak akibat mobil yang di kendarai oleh pak juanda dan Para bodyguardnya.
"
*******
Semua perawat dan dokter-dokter ternama telah siap untuk menyambut kedatangan salah seorang pengusaha sukses yang sangat berpengaruh di seluruh Dunia.
" Segera bawa cucu pak Juanda ke ruang operasi" Tutur salah seorang dokter yang akan menangani Reyner.
" Baik dok" Jawab Dokter lain yang akan menanganinya bersama.
Dokter yang melihat ke khawatiran di wajah pak Juanda yang sudah keriput lalu mendekat kearahnya.
" Bapak tenang saja dan tidak usah terlalu khawatir, Kami akan berusaha menyelamatkan cucu bapak," Ucap Dokter memberikan saran pada pak Juanda agar jangan terlalu mengkhawatirkan cucunya, karena di lihat dari penampilan pak Juanda, ia juga sudah agak sepuh dan tua, tidak baik bagi kesehatannya.
" Saya percayakan pada kalian semuanya, cepat kalian tangani cucu saya, saya tidak ingin terjadi sesuatu pada Cucu saya" Ucap Pak Juanda.
" Baik pak, kami akan berusaha sekuat tenaga kami, saya mohon pamit dulu." Jawab Dokter.
******
__ADS_1
" Ini rumah sakit kenapa sepih sekali, kenapa semua pengunjung tidak ada yang datang?, What?" Tanya salah seorang pasien pada dirinya sendiri, dan betapa kagetnya dia ketika melihat para Bodyguard yang berjejer di luar dan di dalam rumah sakit yang berseragam hitam lengkap.
" Maaf ini ada apa?" Tanya salah seorang pasien pada salah satu bodyguard, bukannya menjawab, bodyguard itu hanya diam menatap kosong kearah pasien itu. " Maaf anda buta dan bisu ya?" Lanjutnya.
Tiba-tiba ada salah seorang yang menarik paksa tangan pasien itu dengan paksa.
" Eh,,eh,,kenapa kamu menarik tanganku?" tanyanya pada orang yang menariknya.
" Kamu kenapa keluar, ?"
" Kenapa aku enggak boleh keluar?"
" Rumah sakit ini di tutup untuk sementara waktu, karena ada pasien dari Indonesia yang sekarat dan di rujuk ke rumah sakit ini".
" Di tutup?"
"Iyya, sekarang kamu masuk kembali ke kamar kamu, aku lupa kabari kamu tadi pagi, kalau hari ini akan ada pasien dari Indonesia yang sangat berpengaruh di Rumah sakit ini." Jawabnya.
Pasien itu lalu masuk ke kamarnya kembali dan di temani oleh dokter yang menanganinya.
*******
" Bagaimana keadaan Cucu saya dokter?"
bukannya menjawab pertanyaan Pak Juanda, dokter itu malah terdiam beberapa detik, lalu kemudian berbicara yang membuat Pak Juanda syok.
" Operasi Cucu anda berjalan dengab lancar, kami sudah menanganinya dengan baik, tapi.."
Dokter yang menangani Reyner cucu pak Juanda itu menggantungkan kalimatnya , tidak mampu mengatakan yang sebenarnya kondisi Reyner.
Pak Juanda yang mendengar kata terakhir dari dokter yang merawat dan menangani cucunya, jadi khawatir dan tidak ingin mendengar apa yang akan di katakan kepadanya, dan karena terpaksa ia harus memberanikan diri untuk kembali bertanya.
"Tapi kenapa?".......
Bersambung....
@Agus_arya_tirta
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor
__ADS_1