
Riana yang mendengar penjelasan Mamah mertuanya jadi tambah sedih dan merasa bersalah pada suaminya " Hiks, hiks,,hiks Ri,,ri,,riana hiks,,hiks,,hiks" Bruuk,
Riana pingsan dari sela tangisnya yang tak kian mereda, Rasa bersalah pada suaminya membuat ia tak dapat berbuat apa-apa lagi selain menangis, menangis dan menangis.
" Rianaaaa?" Teriak semua orang yang ada di ruangan, tidak terkecuali V juga sama kagetnya ketika melihat istri adiknya Pingsan menangisi adiknya, V lalu mengangkat tubuh Riana membawanya ke sofa yang ada di Ruang rawat inap ( Namanya juga ruang vip, yah pasti fasilitasnya lengkap dong).
" Sayang, sayang bangun?" panggil Arumi pada anaknya terbaring lemas di sofa. " Sayang ini mamah, buka matamu sayang, pah panggilkan saja dokter, jangan sampai Riana kehabisan oksigen karena terlalu sering menangis," sambung Arumi,
V lalu memegang nadi leher Adik iparnya, dan benar saja, Riana tidak bernapas lagi, karena isakan tangis yang ia tahan sedari tadi yang tidak kunjung berhenti, V lalu berjalan keluar untuk memanggil dokter, Arumi yang melihat V khawatir lalu mendekat kearah anaknya dan memeriksa nadinya.
" papah, Riana pah" jelas Arumi dengan menitikan Air matanya " Pah Riana tidak bernapas pah hiks hiks" sambungnya.
Ani dan suaminya tak kalah hebat kagetnya kala ia mendengar langsung perkataan Arumi, selang beberapa menit datanglah dokter dan ditemani V dibelakangnya.
" Maaf boleh saya periksa anaknya?" ucap dokter.
" Ia silahkan dok" ucap Ani
Dokter lalu memeriksa nadi Riana, setelah dokter itu periksa ia lalu menekan dada Riana, menekannya beberapa kali, tidak lama setelahnya Riana " Uhuk uhuk uhuk" batuk Riana saat tersadar dari Sakratul maut yang hampir mengambilnya.
"Alhamdulillah" ucap semua orang yang ada di dalam ruangan.
" Nak minum ini,?" Ucap Arumi pada anaknya.
"Dok sebenarnya apa penyakit yang di derita oleh adik ipar saya dok?" tanya V pada dokter.
( Cihye yang sudah menganggap riana adik ipar, adakah? hmmm)
__ADS_1
" Adik anda tidak kenapa-napa, hanya saja begitu memang kalau orang sudah kelelahan terlalu lama menangis, apa adik anda menangis sampai sesegukan?" tanya dokter, dan V hanya menganggukkan kepalanya. " Tapi anda harua memperhatikan adik anda, jangan sampai kesalahan ini terjadi lagi untuk yang kedua kalinya, karena sudah banya kejadian seperti yang adik anda alami hingga merenggut jiwa mereka" sambung dokter.
" Baik dok" Jawab V.
" baik saya permisi dulu mau lihat pasien lain" ucap dokter.
" Baik dok, terimakasih sekali lagi" Ucap V, dan dokter hanya menganggukkan kepalanya.
" Bagaimana keadaan mu sayang, apa kamu baik-baik saja sekaran?" tanya Arumi,
" Iyya mah, Riana baik-baik saja, Mah Mas Astir kapan bangunnya?",
" Dia akak segera bangun sayang, kita doakan saja semoga dia cepat bangun dari komanya" Nasehat Arumi pada anaknya Riana.
" Tapi mah, Mas Astir jadi begini karena Riana hiks,,hiks" Tangis riana pecah lagi kala mengingat dirinyalah yang membuat suaminya kecelakaan, Nia yang melihat Menantunya lalu angkat bicara,
" Sayang, ini bukan salah kamu atau siapa, ini adalah musibah dari Allah, kita tidak bisa menghakimi diri kita sendiri, Allah sudah menentukan bahwa hari ini, hari itu, dan hari yang akan datang pada kita semuanya pasti akan terjadi, pun kita tidak bisa mengelak atau menghindar dari hukum alam yang Allah buat, mungkin saja nak Astir akan mengalami kecelakaan hal lain, tapi Allah sudah menakdirkan kalau hari itu adalah hari kecelakaan suamimu" Nasehat Nia untuk menantunya Riana.
" Rin, Rianassi, Kamu bisa pulang dan ganti pakaianmu, biar Saya yang akan menjaga Astir disini?" Ucap V.
" Tidak kak, Riana akan menunggu Mas Astir bangun, kakak kalau mau pulang, pulang saja, biar Riana yang nungguin Mas Astir" Jawab Riana.
" Emang saya mau pulang kemana Riana, saya itu tinggal di korea, jadi tidak mungkinlah saya pulang, butuh beberapa hari baru sampai disana" Ucap V pada Riana, " Kamu pulang saja dulu ganti pakainmu dan kembali kesini" Sambungnya.
" Tidak kak, terimakasih, saya akan menjaga suami saya, dia membutuhkan saya hiks hiks" Riana tidak dapat menahan tangisnya lagi, kala ia harus meninggalkan suaminya lagi, ia takut kalau nanti suaminya bangun dan mencari dirinya.
" ok baiklah" V lalu berjalan ke sofa menjauh dari adik iparnya.
__ADS_1
" Mas hiks bangun mas, Mas bilang kalau mas merindukan Riana, Riana sudah datang mas, Riana tidak akan pernah meninggalkan mas lagi riana janji, dan Riana akan mendengar ucapan mas hiks,,hiks,,mas pernah bilang pada Riana kalau mas akan selalu ada buat riana dan menjaga Riana hiks,,hiks, mas Riana takut kehilangan mas" Racau Riana sambil menangis di depan suaminya sambil sesekali mencium tangan kanan suaminya.
Astir yang merasa tangannya seperti ada yang angkat dan basah, lalu menggerakkan jari-jarinya.
" Mas, mas sudah bangun?" Ucap Riana " Mas ini Riana Istri mas" sambungnya lagi,
Astir yang mendengar suara istrinya tidak lama setelah itu badannya kram bergerak-gerak tanda ia sudah bangun dari komanya.
" mas, mas, mas, ini Riana mas,, Kak Kak Astir sudah bangun " Ucap Riana Pada V.
V lalu bangkit dan memanggilkan dokter, tidak lama setelahnya dokter langsung memeriksa keadaan Astir.
" Bagaimana dok, Adik saya sudah bangun dok?" Tanya V,
" Alhamdulillah Adik anda sekarang sudah bangun dari komanya, mungkin ini kekuatan dari istrinya, baik sekarang saya pamit dulu, tolong jagain terus Adiknya, sebentar lagi dia akan sadar sepenuhnya" Jawab dokter.
" Baik makasih dok, mari saya antar" Ucap V.
Astir membuka matanya dan melihat kesekelilingnya, ia melihat orang-orang yang ada di dalam ruangannya " Awww iysh" Astir meringis kesakitan dan memegang kepalanya .
" Mas, mas sudah sadar" ucap Riana
Astir menautkan kedua alisnya dan " Kamu siapa?".....
Bersambung....
#Agustus C.SH
__ADS_1
# IAIN KENDARI
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor