
" Tapi kan Astir butuh wali saat ia akan menikah, lalu saat Astir menikah dengan istrinya Riana?" Tanya Asdar.
Sebenarnya bagi Maher, Ani, Arumi dan juga Jaya, mereka sudah paham betul kalau masalah wali nikah, orang tualah yang menjadi walinya. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana jika orang tua kandung tidak diketahui, atau tidak ada kabar? maka jawabannya adalah Wali Hakim itu sendiri, dimana:
Wali hakim hanya dapat bertindak jika wali nasab tidak ada atau tidak mungkin dihadirkan atau tidak diketahui tempat tinggalnya atau gaib atau adlal atau enggan. Jika walinya adlal atau enggan, wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah setelah ada putusan Pengadilan Agama tentang wali tersebut.
Jadi, alasan kenapa terjadi pernikahan Riana dan Astir tempo hari karena memang tidak diketahui nasabnya, justru itulah kenapa Ani dan juga Maher yang menjadi walinya.
" Kami paham maksud kamu, dan kami juga paham hukum-hukum nikah atau kawin, om tau, dan paham betul isi di kepalamu" jawab Maher yang menjadi papah angkat Astir, " Kami menikahkan Astir karena sebelum-sebelumnya kami pernah bertanya pada seorang ahli dalam hal ini ustadz, perihal yang kamu tanyakan ini, dan jawabnya ialah karena orang tua kandung atau yang menjadi nasabnya Astir tidak diketahui keberadaannya, itulah kenapa Saya menjadi wali nikahnya Astir dalam hal ini Wali Hakim." Sambung Maher panjang lebar pada Asdar.
" Ohh." Jawab teman-teman Astir secara bersamaan.
yang menjadi pertanyaan Asdar sedari tadi ialah ' Bagaimana jika kedua orang tua kandung Astir sudah datang, apakah boleh mereka di nikahkan kembali?' Monolog Asdar dalam hati. " Jadi mereka tidak perlu menikah lagi ya om, setelah mereka sudah mengetahui orang tua kandungnya?"
" Boleh nikah kembali dan boleh juga tidak, karena semuanya Sah dimata hukum, baik hukum agama maupun hukum negara itu sendiri" Jawab Maher. dan mendapat anggukan dari Asdar juga ber oh Ria.
__ADS_1
Tiba-tiba Boni mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan bertanya pada Maher " Maaf om jikalau Boni lancang menanyakan ini, Contoh aja om, bukan Realita dalam kehidupanku'Tapi bagaimana om, jika saya menikah tanpa restu kedua orang tua saya, mereka kan wali nikah/atau yang menjadi nasab boni?" Tanya Boni pada Maher.
Astir yang sudah puyeng kepalanya dan ingin istirahat memotong pembicaraan mereka " Bisa nggak bertanyanya nanti di Google atau dimana kek, jangan di sini, kepala gue pusing ni sedari tadi, dan lo juga, disini kan mau ngenjenguk gue, kenapa lo malah menanyakan sesuatu yang nggak penting?" Sergah Astir pada semua temannya.
" Siapa bilang itu nggak penting tir, itu masa depan kita nantinya jika ada mungkin di antara kita yang mengalaminya." Jawab Asdar pada Astir.
" Terserah kalian dah, mau bagaimana, kepala gue udah puyeng ni sedari tadi, gue mau istirahat" tutur Astir pada sahabat-sahabatnya.
" Nanti lo cari sendiri aja deh Di rumah lo jawabannya, semuanya sudah terpampam jelas di google, lo tinggal ketik aja apa yang lo ingin tanyakan" Jelas Aryo si kutu buku.
" Ia deh gue akan cari sendiri" Jelas Boni dan melihat kearah papah angkatnya Astir " Makasih om" Sambungnya, dan hanya mendapat anggukan dari Maher.
Setelah semua teman Astir pulang, tinggallah mereka sekeluarga, kecuali sahabat dekatnya Asdar.
"setelah lo tau siapa orang tua kandung lo, jadi lo akan ikut siapa tir, apa lo akan ikut orang tua kandung lo ke korea, atau lo akan tetap disini" Tanya Asdar pada Astir.
__ADS_1
" Nggak ada, gue akan mandiri, dan cari pekerjaan sendiri" Jawab Astir to the point.
" Apa lo yakin Tir, Lo kan baru lulus SMA, dan lo bilang lo mau kuliah dulu setelah lulus bersama dengan istrimu" Jawab Asdar " Lo juga masih di biayai oleh kedua orang tua lo, mm maksud gue orang tua angkat lo"
Astir lupa kalau ia ternyata sudah punya istri 'Aduh apes deh hidup gue, gue lupa kalau Astir ternyata sudah punya istri, astir, astir, lo ini baru aja lolos SMA, sudah main nikah segala lagi, dan lebih parahnya lagi lo masih di biayai orang tua lo, buset' Monolog Reyner yang ada di dalam tubuh Astir.
" Ya, yakinlah, gue akan mandiri sendiri, kalau perlu gue mulai dari nol sekalian."
Kita jangan lupa nah, kalau Reyner itu pintar dan pandai dalam hal berbisnis, pandai berbahasa asing, dan juga menguasai dunia elektronik, wajar sajakan dia mengatakan yakin.
" Tapi gue akan kerja dan kuliah di jakarta"....
Bersambung...
# Agustus C.SH
__ADS_1
# IAIN KENDARI
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor