
Astir yang mendengar istrinya kayak lagi menahan sesuatu, jadi curiga pada istrinya.
"apa istriku lagi menangis" tanya Astir dalam hati,
" Kamu menangis sayang?" Tanya Astir pada Riana.
Riana cepat-cepat menghapus air matanya dan mengembalikan suasana hatinya dengan senyuman" Tidak, siapa juga yang nangis, mas pasti salah dengar" Celenguk Riana dengan suara yang terdengar agak serak.
" Sayang, kamu jangan banyak berpikir, istirahat yang banyak, ntar kalau mas selesai ujian hari ini, mas akan pulang kerumah, Rindu dengan masakan Bidadari mas di rumah".
" Ia, mas yang benar belajarnya, agar bisa menjadi kebanggaan mamah papa,,,".
" Juga Bidadari Mas" Sambung Astir memotong Kalimat istrinya sambil tersenyum puas menggoda istrinya.
"Hmm, Mas sudah dulu yah, Riana masih bantu mamah ni, Assalamualaikum?
" Waalaikummussalam Bidadariku yang manis" sambungan terputus.
Astir kemudian siap-siap untuk pergi ke sekolah bersama Asdar sahabatnya.
" Tir! kenapa lama banget, Lo habis c**i ya,".
Astir yang mendengar penuturan sahabatnya jadi geram sendiri dengarnya
" Enak aja kalau bilang, saya walaupun belum mengagahi istriku, saya bisa jaga diri juga kali, bukan kayak kamu yang pelampiasannya pake sa*un terus dikamar mandi haaaa" ejek Astir pada Asdar karena tidak terima dengan penuturannya tadi.
" Hmmm jangan ditahan Tir, nanti membeku lagi j*ni*rnya" ejek Asdar lagi, Astir yang sudah tidak tahan dengan perlakuan sahabatnya melemparkan tasnya pada Asdar.
" Cepat sana jalan, keburu terlambat kita ujian".
" Ia ia tir, gue ngerti, ini juga mau jalan dari tadi lo nya aja kelamaan" tutur Asdar.
__ADS_1
" ok ok saya minta maaf, btw Dar, kamu belajar tadi malam?".
" Ia belajarlah masa nggak, apa lo mau nggak lulus dan menetap sampai lo tua" celetuk Asdar.
" Ooh kirain lagi asik main game, dan kesampingkan belajarnya" ejek Astir.
" enak aja, gini-gini bisa juga kale, menempatkan diri, lo nya aja yang nggak pernah lihat gue belajar".
" hmmm semoga ucapannya terbukti saat nilai sudah keluar Nanti".
" lo pasti nggak belajarkan",
" Idih siapa bilang saya tidak belajar, ada ayang yang mengingatkan untuk belajar + memberi semangat, na kau?" ejek Astir.
" Hmmm" jawab Asdar singkat dan jelas,
Asdar tidak lagi melanjutkan debatnya dengan Astir, karena ia tahu kalau ia berdebat pasti larinya ke istrinya, mati kutu kan jadinya.
Satu minggu berlalu, Astir dan Asdar sudah menyelesaikan Ujian nasionalnya, mereka puas dengan nilai mereka, kenapa? karena dalam ujian tersebut nilai langsung muncul ketika teks sudah selesai terkirim/update.
" Tir bagaimana kalau malam ini kita rayakan hari terakhir ujian kita, Teman-teman yang lain mengajak kita untuk minum di Cafe ***, kalau lo mau gue bisa jemput lo ntar malam?".
Astir sedikit ragu dengan ajakan Asdar untuk ikut ke acara malam ini, karena ia harus menemui istrinya Riana malam ini " Maaf Dar, tapi ntar malam saya ada janji dengan istriku, dia menunggu saya, tidak apa-apakan saya tidak ikut?".
" yah, padahal teman-teman mengharapkan kita datang semua dan berkumpul, kapan lagi kan kita berkumpul bareng, berhubung masih ada waktu untuk bertemu, ntar kalau kita sudah lulus semua pasti kita sudah melanjutkan kehidupan kita masing" jelas Asdar sedikit memohon pada astir.
" Ya udah, tapi saya kabari dulu istriku, jangan sampai istriku lama menungguku di rumah mamahku" ucap Astir pada asdar sahabatnya.
Dert,,,dert,,,dert.
Sambungan terhubung
__ADS_1
" Assalamualaikum mas" salam Rani
" Waalaikum salam Sayang" jawab Astir dengan sedikit memggoda lalu " Sayang kamu lagi dimana sekarang?" sambungnya lagi.
"Riana masih di rumah mamahku mas, kenapa Mas?" tanya riana sedikit bingung dengan pertanyaan suaminya, tidak seperti biasanya suaminya menanyakan hal seperti ini sebelumnya.
" Sayang begini" astir menceritakan semuanya kepada Riana, kalau ia harus menghadiri Acara malam ini. " Bagaimana sayang, apa bidadariku ini izinkan? kalau tidak , mas juga tidak akan pergi, karena prioritas mas sekarang adalah bidadari mas yang setia menunggu mas di rumah" Gombla Astir.
" Mas kok akhir-akhir ini kebanyakan gombal, awas loh kalau Riana dapat mas sedang menggombal cewek lain" Ancam Riana, " Mas kalau mau pergi, mas pergi saja, Riana tidak akan melarang mas karena itu hari perpisahan mas dengan teman-teman mas, Riana hanya berpesan jaga hati mas buat Riana, jangan sampai berpindah kelain hati" ucap Riana.
" Bidadariku kok bicara begini, sayang! hati mas hanya buat Bidadari mas, sampai kapanpun hati ini hanya untuk bidadari mas tidak ada yang lain" jelas Astir pada Riana " Sayang kalau kamu Ragu mas akan berbuat sesuatu, Mas tidak akan pergi malam ini, mas akan batalkan kalau mas tidak akan datang ke acara itu, toh itu juga mas bilang kalau di izinkan sama bidadari mas, kalau tidak yah apa boleh buat bidadari mas lebih utama ketimbang yang lain" sambung astir.
" Mas pergi saja, tidak apa-apa kalau malam ini kita belum sempat bertemu, kan bisa besok, kalau teman-teman mas lama lagi bertemunya" ucap Riana.
" Tapi" ucapan Astir terpotong sebab Riana memotong sanggahan suaminya.
" Mas, tidak perlu khawatir pada Riana, Riana tidak kenapa-napa, asal mas ingat pesan Riana dan jangan minum-minum, dan maafkan Riana yang memotong kalimat mas" ucap Riana sambil memohon maaf pada Astir.
" Baiklah sayang, mas akan pergi, tapi kamu jaga baik-baik diri kamu yah sayang buat mas, jangan banyak melamun, boleh melamun kalah ngelamunin mas heheh" canda Astir pada Riana.
" Ngelantur lagi ngomongnya, ya udah mas, saya matiin ya mas, jaga diri mas' Assalamualaikum.
" Waalaikummussalam sayangku, bidadariku, manjaku, kesayangan mas, jangan lupa mimpiin mas dengan indaaaah" tut tut tut.
Sambungan terputus
Bersambung....
Sooo untuk episode selanjutnya " Salah paham berujung perceraian"
#Agustus C.SH
__ADS_1
#IAIN KENDARI
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor