Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder

Ternyata Aku Anak Seorang Miliarder
Astir dan V Taehyung 2


__ADS_3

"Jadi setelah ini kalian akan balik ke korea?" Tanya Astir pada V Hyungnya.


" Iyya Tir...Hyung dan juga Aboji sama Eomma akan balik ke korea setelah kamu pulang dari rumah sakit." Jawab V pada Astir adiknya. " Apakah kamu sudah menerima saya sebagai Hyungmu?. Lanjutnya bertanya pada Astir.


" Gue terima ataupun enggak, semuanya juga enggak akan ada pengaruhnya bagi gue ataupun Lo V!, Gue tau lo itu Hyung gue, karena wajah lo dengan wajah Astir ehh maksudku Gue, hampir enggak ada bedanya sebab kita saudara kandung, tapi gue enggak ingat apa-apa semuanya tentang siapa sebenarnya gue dan juga keluarga gue" Ucap Astir pada V.


'Yang gue ingat!, bahwa gue itu Reyner cucu dari Kakek Juanda, tapi gue enggak tau dan enggak mengerti, kenapa gue bisa ada di kota ini, bahkan berada di tubuh orang lain, seakan diri ini kek merasa mimpi dan tidak bangun-bangun dari mimpi itu.' Monolog Astir dalam hati.


" Biar Riana Istri kamu!, kamu juga tidak ingat?" Tanya V pada Astir.


" Jangankan Riana istri gue, nama gue aja Astir gue enggak tau," Jawab Astir.


'Sebenarnya gue tau siapa gue, tapi walau gue kasitau ke kalian, kalian juga pasti enggak akan percaya.' Monolog Astir dalam hati.


" Coba kamu ingat-ingat lagi!, siapa orang yang paling dekat sama kamu, saya kira kamu punya sahabat waktu kamu masih SMA?" Tanya V pada Astir.


" Maksud lo Asdar dan teman-temannya yang lain?" Tanya Astir.


" Iya...memangnya siapa lagi kalau bukan mereka.? Tanya V pada Astir " Apa mungkin kamu punya teman lain selain mereka?" Lanjut V bertanya pada Astir Adiknya.


'Banyak malah...tapi sahabat gue bukan di kota ini, di jakarta lebih tepatnya.' Monolog Astir dalam hati.


" Mana gue tau, lo pikir aja sendiri!, gue enggak mau banyak berpikir sekarang, kepala gue sakit kala mengingat semua ingatan yang enggak pernah gue alami" Jawab Astir dengan songongnya pada V saudara kandungnya.


'Ini anak kenapa bisa berubah coba!, masa dia hilang ingatan malah ke ingat logat bicara orang jakarta, dan malah dia lupakan cara kebiasaannya berbicara sopan di kotanya, Aneh.' Monolog V dalam hati.


" Tir...apa saya bisa meminta permintaan kepadamu?" tanya V pada Astir.


" Gue sakit begini!, lo mau meminta permintaan, gimana caranya coba." Tutur Astir pada V hyungnya.


" Bukan itu maksud saya tir...kamu tidak akan mengangkat beban yang berat dan menguras tenaga kamu" Ucap V.


" Lalu?" tanya Astir.

__ADS_1


" Ini sebenarnya sangat mudah saja, supaya saya juga sebagai hyungmu senang mendengarnya." Ucap V.


" Apa!, lo ngomong aja, gue enggak akan makan lo juga kali." Tutur Astir heran dengan sikap V Hyungnya.


" Kamu mau kan memanggil V dengan sebutan Hyung, atau kakak mungkin." Permintaan V pada Astir adiknya.


V sebenarnya ikut merasa bersalah dengan di buangnya Astir adik kandungnya, hanya karena gara-gara kepercayaan kakeknya.


" Hyung juga sangat merasa bersalah kepada kamu, telah membiarkan kamu di buang saat kamu masih bayi." Sesal V pada Astir adiknya. " Maukah kamu memaafkan Hyungmu ini?" Tanya V sambil duduk di hadapan Astir dengan mata yang sudah berkaca-kaca menatap Astir adiknya.


" V...sebenarnya gue itu orangnya paling keras pada orang, tapi kenapa saat gue melihat orang berlutut di depan gue begini, seakan hati gue juga ikut hancur dan merasa bersalah, ini seakan bukan diri gue yang sebenarnya." Jelas Astir pada V. " Kalau itu yang lo mau pada gue, gue akan memanggil lo dengan sebutan kakak atau hyung apalah itu, tapi jangan salah kan gue kalau gue lupa lagi memanggil lo dengan sebutan H..hyung." Ucap Astir pada V hyungnya.


V lalu memeluk tubuh Astir dengan sangat erat sambil berlinangkan air mata di wajah tampannya.


" Terimakasih Tir...saya akan selalu mengucapkan terimakasih kepadamu, karena sudah memanggil saya dengan sebutan Hyung." Ucap V pada Astir adiknya.


Astir tidak menyadari kalau dia juga ikut menangis merasa terharu dengan perlakuan V hyungnya kepadanya.


'Kenapa air mata gue mengalir begini, kok gue jadi lemah begini!, dimana diri Reyner yang sebenarnya? apa mungkin ini reaksi dari tubuh Astir?"' Monolog Reyner yang ada di dalam tubuh Astir sambil bertanya-tanya pada dirinya semdiri.


" Kamu tidak kalahnya dengan saya tir, gue hanya berkaca-kaca aja mataku, na kau, menangis betulan." Ucap V sambil menyinggung balik Astir adiknya.


" Nah..ini yang gue herankan dari diri gue sendiri, padahal seumur-umur gue nangis aja sampai lupa kapan terakhir kali gue menangis, gue merasa aneh pada diri gue." Ucap Astir bingung dengan dirinya sendiri.


" Kenapa memangnya, manusiawi kali tir!, justru yang menjadi masalah itu ialah kamu tidak menangis sama sekali, berarti ada kelainan dalam diri mu Tir." Tutur V memberikan saran pada Astir adiknya.


" Tir...Hyung mau meminta permintaan untuk yang kedua kalinya." Ucap V.


" Ada lagi?" ohh maksud lo.. eehh maksud gue Hyung,,,maksud Hyung Eomma dan juga Aboji?" Tanya Astir to the point.


" Iya Tir...sebelum kami berangkat ke korea nanti, Eomma dan juga Aboji, ingin sekali mendengar kamu memanggil mereka dengan sebutan Eomma dan juga Aboji kepada mereka." Jawab V pada Astir.


" Tapi apa kedengarannya enggak akan beda gitu!, gue memanggil mereka dengan sebutan Eomma dan juga Aboji!, gue kok kayak enggak biasa aja, memanggil mereka dengan sebutan itu." Ucap Astir.

__ADS_1


" Makanya di biasakan lah Tir," Ucap V.


" Lo kira gampang." Astir lupa lagi memanggil V dengan sebutan Hyung.


" Tuh kan lupa lagi, gue manggil lo Hyung." Ucap Astir.


" Perlahan-lahan saja Astir!, jangan juga terburu-buru." Ucap V.


" Nah itu yang gue maksud, perlahan-lahan!, Hyungnya aja yang suka maksa gue untuk cepat mengingat semuanya." ucap Astir membela dirinya.


"Yah maaf...saya juga lupa, tapi Hyung mohon, hanya di depan Eomma dan juga Aboji,,,ok." Ucap V sambil mengangkat tangan kanannya dengan bahasa isyarat.


"Hmmmm...akan gue paksakan untuk mengingatnya." Ucap Astir.


" Ehhemm Kalau perlu dengan logat bahasa jakartanya kamu rubah" Ucap V menggoda Astir adiknya.


" Lo kira dengan semudah itu lo bicara, coba lo juga kek gue, pasti lo enggak akan sanggup seperti gue, apalagi gue baru siuman dari kecelakaan yang menimpa kepala gue." Ucap Astir.


" Hmmm."


# Flashback on.


" V...ehh maksud gue Hyung hmm" Ucap Astir saat melihat kedatangan keluarga besarnya.


" Hmmm...Astir., sini duduk" Ucap V pada Astir sambil menunjuk kursi di sampingnya.


Ani, Maher, Riana dan juga Soo kang sama Hyuna jadi bingung dengan keakraban mereka berdua, seakan mereka sudah berteman lama.


Astir lalu melirik ke arah Kedua orang tuanya, " Eomma,,,Aboji." .....


Bersambung...


@ Agus_arya_tirta

__ADS_1


Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor


__ADS_2