
Hyuna dan soo kang lalu keluar dari kamar hotelnya menuju pintu kamar V anaknya.
" V...V...V...kamu di dalam V." Panggil Hyuna sambil mengetuk pintu hotel milik V anaknya.
" V mungkin sudah tidur mah, wajar saja V tidak mendengar suara mamah sebab dia kelelahan menjaga Astir selama beberapa hari."
" Tapi pah."
" Sudah...biarkan saja V istirahat" Ucap Soo kang pada Hyuna istrinya.
Soo kang lalu menggenggam tangan Hyuna untuk melangkah keluar dan menjauh dari pintu kamar milik V anaknya.
Dan benar saja, V sedang ketiduran dengan sangat pulas setelah ia memakan makanan yang ia beli di indomaret.
Bruuk...
" Arghhh...Sialan aku bermimpi lagi" Ucap V lalu meminum air yang ada di atas nakas yang sudah ia siapkan setelah terbangun.
V lalu melihat jam ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 00:20 malam.
" Astaga aku tidur sampai selarut ini, pantas saja perutku sampai bunyi kek gini" Ucap V sembari mengusap perut ratanya.
V lalu turun dari tempat tidurnya dan melangkah kearah dapur sembari membuka kulkas yang ia sudah isi tadi sore dan mengambil beberapa makanan untuk dia makan.
" Enak juga ternyata makanan indonesia" Puji V pada makanan sembari memakan berbagai Snack yang ada di depannya. Semntara asik makan tiba-tiba ia teringat dengan wanita kasir tadi sore " Ahh kenapa saya memikirkannya,!! emang dia siapa?" V bertanya-tanya pada dirinya sendiri sembari memukul-mukul kepalanya yang tidak sakit.
Tiba-tiba saja V teringat pada kedua orang tuanya yang ada di sebelah kamar hotelnya. " Eomma!!!, Aboji!!!." Teriak V di depan pintu kamar hotel kedua orang tuanya sembari mengetuk-ngetuk pintunya, tapi tidak ada jawaban sekalipun dari dalam kamarnya.
" Mungkin saja eomma dan aboji sudah tidur sedari tadi" Ucapnya lalu teringat akan ucapan eommanya tadi siang. " Ohh mungkin mereka lagi di rumah sakit sekarang membesuk Astir" Sambungnya pada dirinya sendiri, lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya untuk menelpon eommanya.
Dert...dert...dert...
" Kenapa mamah tidak angkat!, apa mereka sudah tidur?" Ucap V bertanya-tanya pada dirinya sendiri, lalu V menekan tombol panggilan kembali untuk memanggil nomor eommanya untuk yang kedua kalinya.
Dert..dert..dert.
Sambungan tersambung.
" Halo eomma,"
" Halo!, " Jawab seseorang yang mengangkat ponsel eommanya.
" Kamu astir kan?" tanya V
" Ia...kenapa lo menelphone malam-malam begini?" Tanya Astir pada V hyungnya.
__ADS_1
" Jadi Eomma dan Aboji tidak pulang?" Jawab V malah balik bertanya pada Astir adiknya.
" Ia..mereka sudah tidur sedari tadi" Jawab Astir. " Gara-gara suara getar dari ponsel mamah lo,, Maksud gue ponsel eomma, gue jadi terbangun sebab panggilan dari lo yang berulang-ulang.
" Ia maaf tir, soalnya aku khawatir eomma dan aboji tidak kabarkan V" Ucap V pada Astir adiknya.
" Lo kenapa enggak datang saja kesini?"
" Hyung sudah bilang pada Eomma, kalau malam ini hyung tidak bisa datang membesukmu, hyung lagi ada kesibukan malam ini dengan para Member dan juga Manager hyung, Tapi besok hyung akan datang lagi membesukmu." Ucap V pada astir adiknya.
" Bukan itu maksud gue, lo kalau mau datang kesini lihat eomma sama aboji datang saja, emang lo kira gue rindu apa sama lo!? " Ucap Astir pada Hyungnya V.
" Kamu ini!, bisa sopan tidak pada saya, saya ini hyungmu, setidaknya jangan panggil Lo, panggil kakak kah dengan kebiasaan orang indonesia" Ucap V menasehati Astir adiknya.
" Yah enggak bisalah secepat itu juga, apalagi lo itu orang asing bagi gue" Ucap Astir pada V hyungnya.
" Ya sudah kalau tidak bisa, kalau begitu hyung akhiri dulu panggilannya." Ucap V lalu mematikan panggilannya.
********
Seiring berjalannya waktu, hari ini adalah hari dimana Astir sudah bisa pulang ke rumahnya tetapi belum sepenuhnya sembuh total, Astir masih harus banyak istirahat agar kepalanya bisa sembuh total, walau roh yang ada di tubuhnya bukan Rohnya sendiri, melainkan Rohnya orang lain Reyner.
" Arghh.." Astir memegang kepalanya yang sakit, akibat ingatannya yang tiba-tiba muncul mengingat sesuatu yang asing baginya, tempat dimana ia mengalami kecelakaan.
Riana yang sementara asik menyiapkan barang-barang milik Astir suaminya, cepat-cepat ia menghampiri suaminya yang menahan sakit akibat kepalanya yang tiba-tiba saja merasakan kesakitan.
" Mas juga enggak mengerti, kenapa setiap kali ingatan itu muncul di kepala mas, kepala mas rasanya ingin pecah." jawab Astir.
"Memangnya tadi mas lagi ingat apa?" Tanya Riana.
Astir mengingat kembali apa yang barusan ia lihat di ingatannya, namun hasilnya nihil tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan Riana istrinya.
"Mas tidak usah paksakan, kalau mas belum bisa mengingatnya" Ucap Riana pada Astir suaminya.
Sementara asik mengobrol, tiba-tiba terdengar suara pintu dari luar.
" Assalamualaikum" Salam Astir dan sahabat-sahabatnya secara beraamaan.
" Waalaikummussalam" Jawab Riana.
" Salam" Jawab Astir singkat menjawab salam sahabat-sahabatnya.
Sudah menjadi kebiasaan Reyner menjawab salam semua orang dengan singkat dan asal-asalan, karena memang pada dasarnya sedari kecil ia tidak pernah di didik dengan Agama, walau statusnya adalah agama islam.
Asdar lalu menghampiri mereka berdua, " Lo enggak kenapa-napa kan tir?" Tanya Asdar pada Astir sahabatnya, Asdar melihat kalau Astir sedang menahan rasa sakit di kepalanya.
__ADS_1
" Enggak kenapa-napa sekarang, lo liat sendiri kan, gue sudah berjalan dengan baik," Jawab Astir sambil berjalan dan menggenggam tangan Riana istrinya.
" Iya...tapi enggak harus bermesraan juga kali di depan kita yang masih lajang ini!." Ucap Asdar sambil menyengir Astir sahabatnya.
" Kenapa emangnya, diakan istri gue kenapa lo yang sewot." Canda Astir pada sahabatnya. " Lo Asdar kan?" Tanya Astir.
" Iya, lo lupa lagi nama gue Tir, parah lo Tir, baru aja 2 hari gue enggak jenguk lo, lo sudah lupa pada gue" Racau Asdar pada Astir sahabatnya.
" Guekan memang enggak tau nama lo," Jawab Astir.
"Oh..iyya ya, gue lupa kalau lo ternyata lagi Imsomnia, Hmmm" Ucap Asdar.
" Amnesia Asdar" Jawab Boni salah satu sahabatnya Astir.
" Iya...itu maksud gue," Jawab Asdar sambil tersenyum kearah Boni, " enggak usah ngotot juga kali Bon" Lanjut Asdar.
" Siapa juga yang ngotot" Ucap Boni pada Asdar.
******
Dokter datang ke ruangan tempat Astir di rawat.
" Bagaimana dok dengan keadaan Anak saya " Ucap Ani mamah angkat Astir pada Dokter yang menanganinya.
" Alhamdulillah...seperti yang saya janjikan kemarin, Anak anda sudah bisa pulang hari ini, tapi anak anda harus melakukan terapi 2 kali dalam seminggu, agar kita bisa mengetahui perkembangan dari kesehatannya." Ucap Dokter pada Ani. " Dan ini obat yang akan dia konsumsi, tolong di perhatikan obatnya untuk di minum tepat waktu." Lanjut dokter.
" Baik dok" jawab Ani mewakili semua keluarga besarnya yang hadir.
"Baik kalau begitu saya permisi, masih banyak pasien yang harus saya tangani" Pamit Dokter pada mereka yang ada di dalam ruangan.
" Terimakasih sekali lagi dok" Ucap Ani"
Dokter hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearah mereka.
*******
#Flashback off in Jakarta.
" Bagaimanan keadaan cucu saya dokter?" Tanya Juanda pada Dokter yang menangani Reyner cucunya.
" Cucu anda......"
Bersambung.....
@Agus_arya_tirta
__ADS_1
Tinggalkan jejak yah, saran kalian sangat membatu thor .