
" Maaf." Ucap V lalu meninggalkan ruangan kamar inap Astir
" Halo hyung." Ucap V kepada Managernya.
Manager mereka bernama Kim Sejin. Manager sejin di ketahui sudah bergabung dengan member BTS selama 12 tahun, sejak tahun 2010, jadi wajar saja kalau Sejin sangat dekat dengan member BTS, sebab dia termasuk Member Bangtan yang paling dekat dan paling paham dengan kekurangan dan kelebihan yang di miliki Member BTS.
" Jeun Jungkook mengalami kecelakaan" Ucap Sejin.
" Jadi...saya tidak salah dengar, apa yang Hyung ucapkan barusan" Ucap V. " Jadi bagaimana sekarang keadaannya?" Tanyanya.
" Syukurlah dia baik-baik saja sekarang." Jawab Sejin.
" Bagaimana bisa Jungkook Kecelakaan, Asistennya kemana?" Tanya V.
" Asistennya ada di Mantion.." Jawab Sejin, lalu menceritakan semua alasan kenapa bisa Jeun jungkook kecelakaan tunggal.
Jeun jung kook mengalami kecelakaan saat dengan tiba-tiba Rem mobilnya tidak bisa berhenti, hingga terpaksa dia harus menabrak sebuah pohon daripada harus melenyapkan nyawa orang lain.
" Dan sementara masih di selidiki oleh pihak yang berwenang, alasan kenapa bisa mobil jeun jungkook mendadak Rem Blok." Tutur Sejin kepada V.
" Siapa saja yang mengetahui Jungkook kecelakaan, apa jangan-jangan media mengetahui hal ini" Tutur V kepada Sejin managernya.
" Kalian jangan khawatir, semua media tidak ada yang tau tentang kecelakaan yang di alami oleh Jeun Jungkook, dan kamu juga harus berhati-hati di situ, sebab semua awak media mencari sumber tentang kalian." Saran Sejin kepada V.
" Baik Hyung.
Tet..tet..teeeet.
Sambungan terputus.
V lalu masuk ke dalam kamar ruang inap Astir.
" Siapa yang menelphone V?" Tanya Hyuna kepada V.
" Biasa Eomma, manager saya lagi datang bulan." Ucap V sambil tersenyum ke arah Hyuna mamahnya.
Plak
" Kamu ini." Ucap Hyuna sambil menampar lengan anaknya.
Semua orang yang ada di ruangan ikut tertawa dengan jawaban V, yang mengatakan managernya sedang Datang bulan, padahal Managernya seorang laki-laki.
__ADS_1
" Iyshh sakit Eomma" Ucap V sambil meringis kesakitan yang di buat manja.
" Makanya jangan sembarang bicara, masa laki-laki PMS" ucap Hyuna kepada V anaknya.
" Ehmmm." Jawab V dengan beedehem sambil tersenyum ke arah Eommanya.
*******
Satu minggu telah berlalu
Astir sudah tiba sedari tadi di bandara Halu Oleo bersama Riana istrinya, Sedang Ani dan Maher baru saja tiba dan tidak lama kemudian menyusul Arumi dan jaya suaminya.
" Mamah!!!" Teriak Riana saat melihat mamahnya yang baru saja tiba.
Arumi dan Jaya lalu menghampiri Riana dan Astir yang berdiri sedari tadi menunggu kedatangan mereka.
" Maaf sayang, mamah terlambat, harusnya mamah yang datang duluan daripada kalian." Ucap Arumi.
" Tidak apa-apa mah, Riana malah senang, mamah mau datang mengantar Riana dan Mas Astir, untuk berangkat hari ini ke Jakarta." Ucap Riana sambil memeluk mamahnya.
Jaya memeluk erat Astir menantunya sambil berlinang air mata.
" Tolong jaga putri kesayangan papah, jaga dia baik-baik, seperti kamu menjaga diri kamu sendiri, saya lepas tanggung jawab dengan putri saya kepadamu, sebab kamu adalah suaminya sekarang." Ucap Jaya kepada Astir menantunya dengan melepaskan tanggung jawabnya dari putri kesayangannya Riana.
Riana menitikkan air matanya tatkala mendengar penuturan suaminya, air mata kebahagiaan saat mendengar kata suaminya Hidupku ada pada istriku, Riana seakan mendapat suntikan vitamin saat mendengar kesetiaan suaminya.
Maher dan Ani lalu mendekat ke arah mereka berempat.
" Tir...Asdar dan teman-teman mu yang lain pada kemana, kok mamah belum lihat?" Tanya Ani kepada Astir anak angkatnya.
" Mereka sudah di Jakarta mah, 2 hari yang lalu mereka pamit kepada Astir, kalau mereka akan pergi duluan, sebab ada yang harus mereka kerjakan di sana." Jawab Astir.
" Jadi hanya kalian berdua yang akan berangkat hari ini?" Tanya Ani.
" Iya mah." Jawab Astir.
" (Mohon perhatian. Ini adalah panggilan boarding terakhir untuk penumpang atas nama Saudara Astir dan Saudari Riana yang memesan penerbangan 123 tujuan Ke Jakarta. Mohon menuju gerbang A-3 segera. Pemeriksaan terakhir akan segera selesai dan pintu pesawat akan ditutup dalam waktu sekitar lima menit. Diulangi. Ini adalah panggilan boarding terakhir untuk Saudara Astir dan Saudari Riana. Terima kasih?"
Suara panggilan pesawat yang akan landas beberapa menit lagi tiba-tiba menyadarkan mereka.
" Itu bukannya panggilan dari pesawat yang akan kalian naiki?" Tanya Arumi kepada Riana dan Astir.
__ADS_1
" Iyya mah...itu adalah panggilan terakhir bagi kami, sekitar 5 menit lagi kami akan berangkat." Jawab Astir kepada Ani mamah angkatnya.
Astir dan Riana lalu pamit kepada kedua orang tuanya, dan berjalan menuju pesawat.
Astir dan Riana berjalan melewati beberapa pramugari dan pilot, semuanya menundukkan kepalanya memberi penghormatan kepada Astir dan Riana.
" Mereka kenapa?" Tanya Riana kepada Astir suaminya.
Astir menoleh ke arah beberapa orang yang penting di depan dan di belakangnya, semuanya berpakaian jas lengkap dan formal layaknya seorang eksekutif dan leagislatif.
" Mereka lagi memberi penghormatan kepada Bapa-bapak yang berpakaian jas itu, mungkin mereka orang penting dan orang besar di pesawat ini." Jawab Astir.
Riana memperhatikan beberapa tatapan Pramugari mengarah kepadanya dan Suaminya.
" Tapi mas, Riana merasa kalau mereka sedang memperhatikan kita berdua sedari tadi, bahkan ada salah satu dari mereka tersenyum ke arah Riana." Ucap Riana kepada Suaminya.
Astir tersenyum manis ke arah Riana istrinya memperlihatkan ketampanannya, hingga membuat para pramugari yang melihat ketampanan Astir berlomba-lomba untuk mengambil gambarnya.
" Itu hanya pikiran kamu sayang, kita bukanlah orang penting di sini, kita hanyalah orang biasa yang baru naik pesawat." Ucap Astir sambil membelai wajah istrinya dengan lembut.
" Waah romantisnyaaa, sudahlah cantik, tampan, kaya lagi." Ucap salah satu pramugari kepada temannya memuji ketampanan Astir dan kecantikan Riana.
" Iyya...aku jadi iri lihat mereka." Jawabnya.
Riana mendengar sekilas percakapan dari beberapa pramugari, yang memuji mereka berdua.
" Tuh kan mas, kita yang di perhatikan sedari tadi, Mas...Riana jadi takut melihat tatapan mereka." Ucap Riana.
" Kamu yang tenang sayang, jangan takut, ada mas yang akan menjagamu, kamu lihat pasangan yang di belakang kita,?" Tanya Astir dan mendapat anggukan dari Riana, " Pasangan itulah yang mereka maksud, bukan kita, ok." Ucap Astir menenangkan istrinya sambil menggenggam tangan istrinya dengan erat.
" Silahkan masuk tuan Astir dan Nyona Riana," ......
Bersambung.....
# Agustus
# IAIN KENDARI
Ig@ Agus_arya_tirta
@Agusjhi103
__ADS_1
Tinggalkan jejak yah guys, saran kalian sangat membatu karya saya,