
Adrian menggandeng tangan Safira memasuki sebuah restoran mewah tempat ia bertemu dengan pihak Perusahaan SARI AYU.
" sayang aku cari toilet sebentar yaaa" kata Safira saat baru saja memasuki restoran.
Safira melangkah kan kaki nya meninggal kan Adrian menuju toilet.Safira masuk ke toilet langsung masuk ke kamar kecil.saat di kamar kecil Safira mendengar seseorang masuk ke dalam toilet.
" aku harus tampil sempurna...agar tuan Adrian tertarik pada ku.walau dia sudha tak muda lagi tapi untuk menjadi sugar daddy seperti lumayan.Dia masih tampan dan terlebih lagi dia kaya." suara seorang wanita yang menyebut nama suami sukses membuat Safira penasaran.Safira mencoba melihat wanita yang tadi menyebut nama suami nya namun hanya bagian punggung nya saja yang terlihat.
" aku akan memakai parfum ini agar ia semakin terpesona dengan aroma tubuh ku....dan lihat lah dada ku akan membuat nya semakin mengingin kan ku.siapa aja pasti akan tergoda tapi hanya tuan Adrian saja yang sangat aku ingin kan.tidak ada yang lain" kata wanita itu sambil memperbaiki pakaian nya yang terbuka bagian dada nya.
Wanita itu melangkah kan kaki nya keluar dari toilet tersebut.tak lama setelah wanita itu keluar Safira juga keluar dari kamar mandi kecil di dalam toilet.Safira tertegun sejenak berpikir siapa kah wanita itu pasal nya aroma parfum wanita itu begitu menyengat.
" siapa pu kau Siluman tak akan aku bkar kan kau merebut suami ku dan menggangu rumah tangga ku.kita lihat saja nanti" kata Safira sambil keluar dari dalam toilet menyusul Adrian di dalam restoran.
Adrian dusuk di meja yang sebelum nya sudah reservasi oleh klien nya.Adrian sedikit mengernyit kan alis nya pasal nya hanya ada satu sofa sudut yang hanya menampung dua hingga tiga orang.dan meja tersebut juga berada di pojokan restoran tersebut dan sedikit tertutup.Adrian duduk sambil menunggu Safira.Tiba tiba ia di kejut kan oleh seorang wanita yang duduk di dekat nya.Saat Adrian melihat nya sang wanita yang duduk itu langsunbmg tersenyum lebar.Aroma parfum yang begitu menyengat membuat Adrian sedikit pusing.Wanita itu mulai merapat kan sedikit posisi duduk nya.
" sayang...." tiba tiba Safira muncul disana membuat wanita tersebut heran dan bertanya tanya siapa kah wanita cantik ini.
Adrian langsung berdiri menyambut kedatangan istri tercinta nya sedang kan Safira langsung menatap wanita yang sedang duduk di dekat suami nya.
" ternyata ini to siluman nya....mmmmm apa yang harus aku lakukan" gumam Safira dalam hati nya namun terbit senyum di bibir nya.
__ADS_1
" sayang maaf aku lama" kata Safira merangkul kan tangan nya di leher Adrian lalu mengecup dan sedikit memberi \*\*\*\*\*\*\* kecil di bibir Adrian.Adrian yang memang kecanduan bibir Safira tak segan ikut \*\*\*\*\*\*\* bibir istri nya bahkan merengkuh pinggang Safira dengan satu tangan nya sedang kan tangan lain nya menahan tengkuk leher Safira guna memperdalam kecupan yanh menjadi ciuman panas.
Wanita yang yang menjadi klien Adrian merasa kesal dengan adegan romantis sedikit panas membuat nya salah tingkah.
ehem.....wanita tersebut berdehem membuat Adrian tersadar.
" maaf....aku sering lupa situasi jika bersama istri ku" kata Adrian.
" sayang duduk lah" kata Adrian menuntun Safira duduk di tengah tengah mereka.satu tangan Adrian ada di pundak Safira dan satu nya lagi melingkar di perut Safira membuat klien nya semakin kesal dan salah tingkah.
Adrian mulai membahas tentang kerjasama mereka kali ini.masih dengan tangan ada di posisi tadi.lama mereka berbicara namun tak sedetik pun Adrian merubah posisi nya.bahkan minuman yang datang pun Safira yang meminum kan nya.Meski sedang meeting namun Adrian tak melupakan wanita yang ada di samping nya saat ini.sikap Adrian membuat klien nya mulai gerah dan bosan.wanita tersebut serung melirik Safira dengan senyuman sinis.Safira yang tau siapa dan niat si klien suami nya hanya tersenyum mengejek.
" syukurin emang enak lihat orang bermesraan" kata Safira dalam hati.
" aku tau maksud mu dengan mereservasi ruangan seperti ini.tapi maaf kau tak lebih canti dan mengairah kan seperti istri ku.dia yang terbaik dia segala nya bagi ku dia candu ku...kau bukan lah tandingan nya wahai siluman...." kata Adrian dalam hati sambil tersenyum mesra pada Safira.
Tiba tiba Adrian bangkit dari duduk nya lalu memanggil pelayan restoran.
" bisa aku meminta sofa tunggal satu karena tempat ini tidak cukup untuk kami..." kata Adrian pada pelayan restoran.
" maaf tuan atas ketidak nyaman ini...kami akan segera menyiap kan satu sofa lagi.tapi sebelum nya sofa disini harus nya ada tiga dua sofa tunggal dan satu sofa sudut...tapi tadi menerima reservasi seperti ini jadi memindah kan dua sofa tunggal nya" kata pelayan menjelas kan pada Adrian. Adrian langsung melirik ke arah klien nya.penjelas pelayan tersebut membuat klien wanita Adrian sedikit gelagapan.
__ADS_1
" ya sudah bawakan kalau begitu dan sekalian daftar menu nya.kami akan makan siang bersama.
" baik tuan..." kata pelayan tersebut setelah mendengar perintah Adrian.tak lama berselang pelayan tersebut kembali bersama seorang teman nya membawa sofa tunggal yang di pesan Adrian.dan menyerah kan daftar menu nya.setelah memesan makan nan Adrian juga memerintah kan pelyan tersebut untuk memanggi manager restoran.
" tolong tuan jangan lapor kan saya.saya hanya mengikuti permintaan pelanggan.saya hanya orang biasa saya butuh pekerjaan ini." kata pelayan tersebut saat Adruan meminta nya memanggil sang manager.
" siapa yang ingin melapor kan mu.siapa juga yang ingin memecat mu.....kamu tau siapa saya..." tanya Adrian.si pelayan hanya menggeleng kan kepala nya.
" sudah kamu panggil saja." kata Safira menimpali sambil tersenyum.
" baik nyonya tuan saya permisi" kata pelayan tersebut lalu keluar.tak lama setelah masuk seorang pria yang menjadi manager di restoran tersebut.saat masuk ke dalam ruangan itu ya terkejut melihat Adrian dan Safira.
" selamat siang tuan nyonya ada yang bisa saya bantu.." tanya sang manager.
" coba kamu hitung disini berapa ada ruangan seperti ini yang memiliki kursi terpisah seperti ini" kata Adrian.
" maksud nya bagai mana ya tuan..." tanya sang manager.
" aku tidak ingin restoran ku jadi ajang berbuat yang tidak senonoh aku tidak mau ada orang memesan ruangan dengan satu sofa sudut dan mengakibat kan perbuatan yang mungkin di haram kan" kata Safira sambil melirik wanita klien Adrian.
Adrian san Safira lalu tersenyum dan...
__ADS_1