
" kau tidak usah takut, papa akan mengurus nya.lagi pula apa yang kau takut kan...." tanya Tuan Sanjaya.
" aku takut ia membahakan anak dan istri, aku tidak ingin kehilangan salah satu di antara mereka."kata Adrian.
" jangan takut dan jangan menyerah sayang kami selalu mendukung mu" tiba tiba Safira masuk ke ruang kerja Adrian dengan air mata yang sudah mengalir di wajah nya.Adrian buru buru bangkit dari tempat duduk nya.
" sayang....ada apa kenapa kau menangis..." tanya Adrian mendekati Safira lalu mengusap airmata nya.
" aku tau kegelisahan mu aku tau kekhawatiran mu aku tau semua....semua...semua.... yang ada disini" kata Safira sambil menujuk nunjuk dada Adrian.Adruan langsung memeluk istri nya.
" maaf kan aku sayang maaf kan aku membuat mu sedih"
nyonya Laras dan tuan Sanjaya hanya tersenyum melihat anak dan menantu nya berpelukan.mereka terlihat begitu mengkhawaatir satu dan yang lain nya.sedangkan di luar di depan pintu ruang kerja yang tertutup tampak ke enam anak anak Adrian sedang menguping mereka menempelkan telinga di pintu.
"sssstttt....." Calista melambai lambai kan tangan nya menginterupsi adik adik nya agak pergi dari tempat itu.
mereka semua naik ke lantai tiga di kamar sang kakak.mereka berkumpul untuk mengatur siasat agar bisa memberikan pelajaran pada Soraya.
" kita harus mencari tau dimana tinggal Soraya dan apa rencana nya"
" tapi bagai mana cara nya sedang kan kita tidak punya informasi apa pun tentang nyi pelet"
" kita bisa meminta bantuan om beni kepala pengawal kakek.bukan kah ia sudah lama bekerja pada kakek aku yakin dia bisa membantu kita"
" terus apa yang akan kita laku kan pada wanita itu"
" kita atur rencana setelah kita tau dimana ia tinggal"
" kita harus memberikan nya pelajaran agar tidak menyakiti daddy"
" kalau begitu sekarang kita cari om beni"
__ADS_1
" ayo...ayo...jangan buang waktu"mereka kembali keluar dari kamar tersebut beriringan.namun saat sampai di bawah mereka bertemu dengan Adrian dan Safira serta kakek dan nenek.
" kalian mau kemana...??" jangan keluyuran sudah sore kalian sudah sholat Ashar..?" tanya Adrian pada ke enam anak nya yang entah akan pergi kemana namun kata kata Adrian berhasil menghentikan langkah mereka.secara serempak mereka kembali ke kamar masing masing untuk membersih kan diri dan menjalan kan kewajiban sebagai manusia.
"kita kumpul setengah jam lagi di belakang"
" yakin bisa setengah jam"jhiko mulai meledek kakak perempuan nya yang memerintahkan agar berkimpul setengah jam lagi.karena ia tau kalau kakak nya mandi saja bisa menghabis kan waktu setengah jam.
" iiisssss....jangan mulai dech" kata Calista sebal.
" oke...setengah jam lagi" mereka masuk ke dalam kamar masing masing.
setengah jam kemudian mereka sudah berkumpul di belakang.sebelum berkumpul mereka menginti para tetua di rumah tersebut sedang apa.mereka melihat Safira dan Nyonya Laras sedang sibuk di dapur sedangkan Adrian dan tuan Sanjaya sedang membahas perusahaan di dalam ruang kerja.
" bagai mana...."tanya Rizky pada Ziko yang mengintip ke mommy dan nenek nya.
" aman...." kata Ziko tanpa mengeluar kan suara hanya membari isyarat melalui mulut nya dan jempol nya.lalu Rizky kembali beralih pada Riko yang sedang mengintip daddy dan kakek nya.
" ayo kira cari om Beni di ruangan nya" mereka berenam melangkah kan kaki ke arah paviliun yang aga jauh dari rumah utama.di paviliun tersebut banyak tv yang terpasang untuk memantau keadaan rumah.di setiap penjuru rumah ada camera cctv oleh sebab itu banya tv yang terpasang untuk membantu melihat situasi sekitar nya.
" om Beni" panggil Calista.sedang kan yang di panggil langsung berdiri.
" nona muda sedang apa disini bukan kah tuan sudah melarang kalian ada disini terlebih lagi anda nona"kata Beni kepala pengawal.
Adria memang melarang anak anak nya untuk mendekati paviliun tapi saat anak laki laki nya mengikuti latihan beladiri Adrian memperboleh kan nya.namun Calista tidak di ijin kan untuk datang kesana apa pun alasan nya.namun kali ini ia melanggar perintah daddy nya.
Bukan hal biasa kenapa Adrian melarang anak gadis nya ke tempat itu.karena di paviliun tersebut hanya ada laki laki ada sekitar tiga puluh enam laki laki yang ada didalam paviliun tersebut mereka di tigas kan sebagai pengawal yang berjaga setiap hari nya di rumah tersebut.
" boleh kami minta tolong" kata Calista.
" sedang apa kalian disini" tiba tiba Adrian datang seorang diri.tampak Adrian mulai marah karena melihat anak gadis nya ada di paviliun tersebut.
__ADS_1
" daddy....!!!" Calista mulai takut Adruan marah namum otak nya langsung bekerja.
" daddy aku boleh ya ikut karate..."Calista mulai merayu daddy nya namun serta merta Adrian langsung menolak permintaan anak gadisnya.
" tidak.....untuk apa kau mengikuti kegiatan laki laki"
" tidak....tidak..sekali tidak ya tetap tidak" Calista yang mau membuka mulut nya tidak jadi saat mendengar Adrian berkata seperti itu.
" ayo kembali.." Adrian menarik tangan anak gadis nya.namun Calista tidak beranjak dari tempat nya berdiri.Adrian kembali menoleh kebelakang lalh memutar mata nya jengah dan berjalan kebelakang mendekati anak gadia nya yang cemberut.Lalu Adrian membungkuk kan badan nya.Calista yang melihat daddy nya membungkuk kan badanya langsung naik ke atas punggung nya sambil tersenyum.
" aku sayang daddy...sudah lama gak di gendong"Adrian melangkah kan kaki nya saat sang putri sudah naik ke punggung nya.Adrian berjalan sambil tersenyum.
" dasar manja" kata Riko.saat melihat sang kakak di gendong daddy nya kembali ke rumah utama.semua yang melihat adegan tersebut hanya menggeleng kan kepala nya.entah apa yang ada di dalam benak mereka.
" pantas saja tuan Adrian begitu menyayangi anak gadis nya.lihat lah wajah nya yang cantik bisa membuat kita semua para laki laki penghuni paviliun ini sampai tak sadar diri." kata Beni sang kepala pengawal.
memang saat Calista datang ke paviliun semua laki laki yang ada di sana sangat terkejut karena di datangi gadis yang sangat Cantik.semua mata sampai tak berkedip melihat nya.pasal nya mereka tidak pernah melihat sang nona muda dengan jarak yang begitu dekat.mereka begitu terkesima melihat kecantikan anak majikan mereka.
" oh..tuan muda ada yang bisa saya bantu" tanya Beni.
" om tolong bantu kami" kata Rizky
" maaf tuan muda...tapi apa pun itu seharus nya anda tidak langsung datang kesini"
" saya tidak ingin bermasalah dengan tuan tuan besar.jadi sebaik nya tuan tuan muda kata kan pada daddt dan kakek tuan tuan muda apa yang menjadi kesulitan tuan muda sekalian"
" om....pleaseee!!!!"
bersambung
dukung author lewat rate, like, dan vote nya jangan lupa meninggal kan jejak cantik kalian dan coment yang mendukung author agar semakin semangat.jangan lupa mapir di kisah cinta Calista dan Giovano di KEKASIH MASA DEPAN
__ADS_1