Terpaksa Menikah 3 Kali

Terpaksa Menikah 3 Kali
terluka untuk kedua kali nya


__ADS_3

safira berlalu menuju kamar nya sembari menangis bgt lah begitu lah herman selalu berkata kasar pada safira tak jarang dia memaki safira dengan makian sebutan binanang namun safira tetap bersabar hingga anak kedua nya lahir. safira melahir kan anak laki laki yg selama ini d harap kan oleh suaminya safira berharap dengan kelahiran anak laki laki ya sifat herman bs berubah lebih menghargainya sebagai istri. namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur sikap herman tdk berubah sm skl walau dia sangat menyayangi anak laki laki nya.sikap nya semakin menjadi jadi akhir nya tiba lah massa dmn massa kejayaan nya runtuh toko yg semula berkembang pesat berlahan mengalami kemunduran lalu jatuh bangkrut karena terlalu byk hutang yg menumpuk.akhirnya rumah safira d sita oleh pihak bank karena tak sanggup membayar cicilan nya.


ada riwayat hadist mengatakan" dimana seorang laki laki bs menghargai dan memulia kan wanita istri atau ibu nya disana pula lah d mulia kan rezeki nya"seperti itu pula herman yg selama ini selalu menghina dan meremeh kan safira istri nya maka allah mencabut rezeki nya kemunduran usaha dan hutang yg melilit membuat bertambah kasar pada safira dan selalu menyalah kan safira akan kebangkrutan nya dan hutang yg banyak .


banyak sdh ujian yg d hadapi safira mulai dr fitnah yg d tujukan pada nya oleh suami nya .ternyata herman tdk sampai d situ setiap dmn dia nongkrong selalu membicarakan aib istrinya disana sini semua org pada tau kl safira tdk mau d ajak hidup susah herman selalu membicara kan hal ha yg kebalikan dr yg terjadi dlm rmh tangga nya berbagi ucapan cacian dan makian d terima safir karena menganggap suami ssat ini sedang tertekan menghadapi mslh hutang yg membelit nya safira berusa bersabar hingga pada suatu hari kala itu safira br saja pulang jualan kue sprt dl lg utk memenuhi kebutuhan hidup dan herman bekerja sebagai satpam untuk membayar hutang hutangnya


herman yg kala itj br saja bangun tidur tiba tiba marah marah karena tdk ada apa apa utk d mkn yg ada hanya nasi dan telur


" apa apa an ini kenapa km tdk msk ks an skl nasib sy py istri seperti kamu" kata herman pada safira


safira hanya bs bersabar dan mengucap kan istigfar karena dia sdh lelah dengan semua pekerjaannya tdk ingin terbawa suasana akhirnya safira memutus kan utk memasak walau badan nya terasa lelah.lelah dengan semua yg terjadi.


selesai memasak safira mandi lalu merebah kan tubuhnya d tempat tdr dia melihat kedua anak nya yg msh tertidur seketika lelah nya berkurang.


hari demi hari d lalui safira penuh luka d dalam hati nya.namun dia tatap bersabar ada kala nya saat dia sdh tak sanggup dengan apa yg d ucapkan suami nya d luar dia memberani kan diri untuk bertanya langsung namun herman selalu mengelak tdk pernah berbicara sprt itu pada orang orang.akhir nya pada suatu hari seorang teman safira membutikan pada safira apa yg d lakukan oleh suami nya yg selalu mencemarkan nama baiknya.teman safira mengirim kan pesan suara yg berisikan suaa herman dengan ucapan meleceh kan nya d hadapan orang orang di belakang nya

__ADS_1


" ngapain saya pusing ngurusin p*p*k satu itu" terdengar suara herman dlm pesan suara yg d kirim oleh teman nya untuk membuktikan bahwa selama ini suami nya lah yg merusak nama baiknya


tiba tiba msk lg pesan dr teman safira.


" TUH km denger sendiri kan bgmn suami mu membicara kan mu d tiap tempat dmn dia nongkrong" isi dr pesan teman safira yg membukti kan ada safira siaa sebenar nya suami nya itu.


" maaf mungkin aku menyinggung mu tp kl boleh aku katakan mulut suami mu sprt perempuan yg senang ngegosip" kata teman safira saat mereka bertemu


" aku sdh tau selama ini cha bahkan yg d ajak bicara oleh suami ku pun langung memberi tau ku sprt apa dia tp aku g mau ribut cha aku lelah ribut mulu" kata safira pada teman nya yg bernama icha


" km tenang aja fira semua org disini sdh tau siapa dia dan siapa km krn org org melihat selama ini km bekerja mulai dr berjualan mencari nafkah ngurus rmh dan anak km kerjakan sendiri org melihat semua itu d percaya apa yg kata kan oleh nya memang ada sabagian yg percaya krn tdk melihat langsung pada kenyataan nya yg tau ya yg melihat sprt apa km dan sprt apa dia" kata icha yg selalu menyemangati safira


safira hanya bs diam berusaha menahan gejolak batin nya


semakin hari herman semakin brutl dengan segala ucapannya tak ckp sampai d situ pada suatu hari karena tdk sanggup menahan hinaa n dr herman safira nekat pergi k rmh kakak nya herman yg sering dia panggil pakde hasim sewaktu dl saat dia dan herman blm menjadi suami istri untuk mencari penengah antara dia dan herman agar herman tdk melakukan perbuatan yg sering membicarakan nya kesana kesini mencemarkan nama baiknya

__ADS_1


" begini mas hasim sy ingin meminta bantuan mas hasim agar menegur mas herman agar tdk menyakit perasaan ku lg dengan fitnah dan kata kata nya yg selalu kasar padaku: kata safira sesaat setelah menjelas kan semua perilaku herman pada nya


saat ini safira yg dl memanggilnya dengan sebutan pakde berubah menjadi mas pada pak hasim karena status safira saat ini ada lah adik ipar nya


" baiklah safira aku akan berusaha untuk menasehatinya" kata pak hasim


dan di saat itu dtg pula herman yg sedang berkunjung akhir nya d depan safira pula pak hasim menasehati herman agar menjaga ucapanya tp seperti biasa herman selalu mencari cari kesalahan safira sprt sering tdk memasak tp safira mencoba menjelas kan saat itu dia msh berjualan namun dengan suara nya yg keras herman selalu mengelak ya bgt lah herman tdk perah mau mengakui kesalahan ya agar dia terlihat baik d depan org dan keluarga nya hingga sampak mengeluar kan kata kata yg mempertanyakan apa yg d bawa safira saat menikah dengan nya dl


" memang apa yg km bawa waktu nikah sm saya" kata herman dengan nada kasar dan sombong padahal dia tdk sadar dl dia tdk py apa pu yg bs d berikan pada safira


seperti petir menggelegar di siang hari seperti d sayat sembilu saat mendengar ucapan herman safira merasa sia sia mencari penengah antara dia adan herman toh pada akhirnya kakak ipar nya tetap membela herman dengan mengatakan


" sudah sudah sudah ini semua terjadi karena ekonomi kl ekonomi kalian tdk begini tdk mungkin akan sprt ini" kata pak hasim yg mencoba mencari alibi tentang mslh safira dan herman padahal safira selama ini tdk pernah mempermasalahkan ekonomi mereka yg menjadi mslh adalah sikap da perilaku berman pada nya


dengan perasaan hampa safira kembali ke rmh nya berbeda dengan herman plg dengan tersenyum puas penuh kemenangan merasa ada saudara yg membelanya

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2