
Calista menunjukan oyen kucing persia yang kepala nya sudah botak di guris oleh adik tengil nya.
" nich....." sambil menujukan si oyen.semua yang ada di dalam kamar langsung mata nya tertuju pada kucing yang terlihat mengenas kan tersebut.kepala nya botak bahkan bulu tubuh nya sudah seperti sawah berpetak petak.
semua melihat miris pada si oyen dan merek perlahan melihat ke arah si kembar tengil.namun yang di cari sudah tidak ada di tempat nya entah menghilang kemana membuat duo ratu di rumah tersebut menjerit histeris.
" TRIO KAMPREEETT..." suara Nyonya Laras dam Safira melingking seperti suara petir yang menggelegar.
dengan masih deru nafas yang tak ber aturan ( soal nya nafas gak sekolah jadi gak tau aturan dia) Tiga Wanita cantik yang menjadi tempat bermanja bagi seluruh laki laki penghuni di rumah itu melangkah kan kaki nya keluar kamar sang putri impian.
Nyonya Laras dan Safira serta Calista turun untuk mengejar si trio kampret yang entah sudah bersembunyi dimana ( kali sembunyi di lampu ajaib yaa punya babang aladin).
" dimana mereka..."
" gak tau nek...pasti mereka sembunyi"
" biar saja ntar kalau lapar pasti keluar kita jadikan makan siang sebentar" tiga wanita yang dulu seperti boneka barbie sekarang berubah menjadi boneka annabel.
" nyonya maaf menggangu acara ngamuk nya" tiba tiba bik inah yang setia melayani datang meski sudah sedikit berjalan tertatih tatih.
bik inah pembantu setia keluarga Adrian masih berada di rumah tersebut.meski nyinya Laras pernah menyuruh nya kembali ke kampung nya untuk menikmati masa tua nya.namun bik inah tidak mau bahkan ia sampai bersujud di kaki nyonya Laras agar mengijinkan nya tinggal di rumah tersebut meski tudak di gaji.ia begitu menyayangi anak anak Safira.Nyonya Laras sebenar nya tudak tega akhir mengijin kan bik inah untuk tetap di rumah tersebut.namu demgam satu syarat buk inah tidak boleh bekerja dia akan di tetua bagi para pelayan terutama untuk urusan dapur.
" ada apa bik inah kenapa kau keluar dari kamar mu.bukan kah rematik mu sedang kumat??" tanya nyonya Laras.
" maaf nyonya di luar ada tamu tuan Sanjaya."
" kalau ada tamu kenapa bukan Marni atau cici atau yang lain nya kenapa harua bik inah yang menyambut mereka.aku kan sudah bilang jangan kemana mana" kata nyonya Laras yang kesal karena tingkah si trio kampret.
" waduh gimana ini...kalau sampai nyinya Laras tau si trio tengil sembunyi di kamar ku bisa gawat" kata bik inah dalam hati.karena ia juga takut kalau ia ketahuan menyembunyikan si trio tengil yang sedang di cari cari.
__ADS_1
Nyonya Laras melangkah kan kaki nya di ikuti Safira dan Calista yang masih memakai baju tidur nya.mata nyonya Laras membulat tak percaya saat melihat siapa yang datang.
" Anggita...." pekik nyonya Laras saat melihat siapa yang datang.
" Larasati.." nyonya Anggita dan nyonya Laras langsung berpelukan melepas rindu.ia sudah melupakan trio kampret yang sedang bersembunyi di kamar bi inah.
Di samping nyonya Anggita berdiri dua orang lelaki tampan.ya siapa lagi kalau bukan tuan Bryan dan Calvin putra kedua mereka.
Dua wanita segenarasi saling memeluk dan menangis tanpa memperdulikan seorang wanita yang menunggu giliran untuk di peluk nyonya Anggita.nyonya Anggita melepas pelukan nya lalu memandang Safira yang sudah berlinang air mata.
" Safira...." sapa nyonya Anggita dengan suara parau nya.
" tante......" Safira memeluk nyonya anggita dan kembali mereka berpelukan dan menangis.
di saat yang sama dan di tempat yang sama seorang gadis muda terdiam terpaku melihat adegan di depan mata nya tiba tiba ia mendengar suara dari belakang nya.
" tanda tanda masa lalu akan kembali sudah mulai terlihat" suara Adrian sudah berada di belakang nya.di samping Adrian ada Rizky dan tuan Sanjaya yang menaik turun kan alis nya menggoda Calista.namun kembali ia di kejut kan dengan pelukan dari arah depan nya.
" sayang.....kau sudah besar....kau sangat cantik...pantas Gio selalu mengingat mu tak bisa melupakan mu..."
deg...kata kata nyonya Anggita membuat detak jantung nya seakan berhenti.Calista melihat ke arah tuan Bryan yang sudah merentang kan dua tangan nya.saat nyonya Anggita melepas pelukan nya.Nyonya Anggita mengangguk kan kepala nya.Calista mendekat ke arah tuan Bryan dan langsung memeluk nya.
" om......." kata Calista.
" papa...." kata kata Tuan Bryan membuat Calista menengok ke arah wajah tuan Bryan.namun wajah seseorang yang ada di samping tuan Bryan terlihat heran alis nya mengkerut.
__ADS_1
" kenapa papa menyuruh nya menyebut nya dengan sebutan papa" tanda tanya di pikiran Calvin yang mencari cari jawaban nya.
" apa gadis cantik ini adalah calon jodoh ku makanya papa menyuruh nya memanggil papa" Calvin yang dengan segala pemikiran nya tersenyum sendiri.sebenar ia langsung terpana saat melihat Calista untuk pertama kali meski baru bangun dan masih menggunakan baju tidur nya namun ia sudah terlihat cantik.
Calista yang sudah melepas pelukan nya pada tuan Bryan beralih menatap laki laki yang umur nya tak jauh beda dengan nya.Calvin yang melihat Calista melihat nya langsung ikut merentangkan kedua tangan nya.ia berharap Calista akan memeluk nya seperi saat ayah nya mere tang kan tangan nya lalu Calista datang memeluk nya.
tiba tiba tangan nya yang sudah di rentang kan di turun kan paksa oleh seseorang dari belakang.
" bukan muhrim....." nyonya Anggita menurun kan paksa tangan Calvin yang sudah merentang.
" ya udah kalau begitu jadiin muhrim ma..."
" hushh....kamu ini dia calon kakak ipar mu bukan calon mu" kata Nyonya Anggita.seketika mata Calvin langsung membulat.
" yang bener aja sich ma....dia lebih cocok dengan ku dari pada Kak Gio."
" hushhhh...ini cinta sejati bukan cinta monyet kayak kamu"
" cih......" Calvin hanya berdecih.sedangkan Calista tersipu malu saat mendengar yang di katakan nyonya Anggita.
debaran hati Calista seakan akan terdengar dengan jelas.ia bertanya tanya dimana kah sang kekasih hati nya.ia berharap kekasih hati nya datang bersama ke dua orang tua nya.
" dia tidak ikut sayamg dia masih di rusia mungkin dia akan segera kembali untuk mengambil apa yang menjadi milik nya sejak dulu" kata kata Tuan Bryan membuat rona wajah Calista sudah berubah sendu.semua yang melihat hanya tersenyum saja.
" kami tau kalau kau baru saja mengunjungi nya meski secara sembunyi sembunyi.dan kau tak bisa bersembunyi dari nya justru dia lah yang datang secara sembunyi sembunyi.bahkan saat ini ia masih berada di jakarta.besok ia kan bertolak kembali ke tempat nya untuk menyelesai kan tigas agar segera kembali bersamamu" kata Tuan Bryan dalam hati.
bersambung
__ADS_1
dukung author lewat rate, like, dan vote nya jangan lupa meninggal kan jejak cantik kalian dan coment yang mendukung author agar semakin semangat.jangan lupa mapir di kisah cinta Calista dan Giovano di KEKASIH MASA DEPAN