Terpaksa Menikah 3 Kali

Terpaksa Menikah 3 Kali
TUA


__ADS_3

Calista pulang dengan hati penuh bunga ia tak menyadari cinta selalu ada di samping nya namun perasaan tak bs di bohongi.ia selalu merasa kan cinta nya selalu mengikuti kemana pun ia pergi.yang di Rusia biar lah menjadi rahasia kemesraan yang semu namun di Indonesia kemesraan yang sejati tak pernah berakhir.yaaa cinta Adrian pada istri nya Safira semakin besar setelah kehadiran tiga buah hati kembar nya hingga mereka besar.


" sayang kapan anak kita pulang aku sudah merindukan nya"


" biarlah dia di korea dl toh ia hanya menunggu ijazah nya keluar"


" tapi kan ia juga harus ikut mendaftar di fakultas yang di ingin kan nya"


" itu semua sudah di atur papa"


" kenapa kau selalu mengandal kan papa.kasian kan papa sudah tua"


" papa dan mama begitu menyayangi anak anak kita.mungkin karena mereka hanya punya satu anak jadi mereka begitu menyayangi anak kita.apalagi Calista ia anak perempuan satu satu nya keluarga HADININGGRAT."


" tapi anak itu bukan darah daging kalian"


" ssssstttttt jangan pernahbkata kan itu dulu nama nya Calista NoVi yanti tapi saat ia masuk dalam kartu keluarga ku maka nama nya Calista putri hadininggrat.ingat itu!!!????"


" tapi sayang......."


" ssssstttttt...."


Safira tak mampu melanjut kan kata kata nya saat satu jari Adrian menempel di bibir nya.


" jangan kata itu dia putri ku tersayang.ingat itu" Safira hanya mengangguk kan kepala nya sambil tangan membuat pola di dada Adrian yang terlihat berotot meski umur nya sudah hampir empat puluh tiga tahun.


" sayang kau mau lagi mmmmm..." kata Adrian karena kegiatan Safira yang membuat pola di dada nya kembali membangkit kan hasrat nya.


" iiiihhhhhh.ini sudah ronde ke tiga sayang aku capek"


" tapi enak kan???!!!"


" iiihhhh...apa sich" wajah Safira merona mendengar kata kata Adrian yang menggoda nya.

__ADS_1


Adrian tak menghirau kan keluhan Safira tangan nya sudah beraksi kembali menjelajah sana sini.akhir nya Safira cuma bisa pasrah meski sudah lelah demi suami yang sangat di cintai nya demi membahagia kan nya apa pun akan di lakukan asalkan tak melanggar etika dan norma norma dalam masyarakat.


Adrian berhasil membuat Safira kembali mendesah dan melenguh di bawah kungkungan nya.sambil tersenyum ia melihat istri nya yang sudah tak bisa lagi menahan gejolak yang ia hadir kan melalui sentuhan sentuhan nya.


Dan untuk kesekian kali nya Adrian juga berhasil membawa istri nya terbang menuju puncak hingga ia pun alhir nya juga terhempas di ujuk puncak cinta yang membawa nya pada kebahagian yang di ridhoi.


Adrian baru saja selesai melakukan ritual mandi besar nya ia melihat Istri nya yang sydah selesai mandi sudah siap utntuk tidur karena pertempuran mereka di mulai saat malam menjelang hingga tengah malam pun belum berakhir.kebetulan besok hari libur kerja jadi Adrian memakai kesempatan itu untuk mengerjai istri nya.


" sini...cepetan aku sudah capek pijitin.gara gara kamu" kata Safira pura pura marah.


" sini aku pijit mulai dari mana kl slrg masih gratis besok sudah bayar" kata Adrian sambil tersenyum.Safira langsung memukul lengan suami nya.


" cih....enak aja skrg gratis besik udah bayar emang nya pulsa gratisan hari ini besok audah pake tarif biasa nya.lagian tinggak lima menit sudah masuk hari sabtu berarti sudah mulai bayar dong.aaaahhh...curang" masih dengan mode pura pura ngambek nya.


" bayar nya gak seberapa kok sayang bs di cicil lg kyk td"


" eehhh....." Safira tersenyum kecut mengerti maksud suami nya.


" duh ganteng nya suami ku besok kita jalan jalan ya aku ingin belanja menghabis kan uang mu." kata Safira sambil menjulur kan kaki nya.


" iya lah pasti pegel lah orang di tekuk hampir satu jam an gimana gak pegel coba"


"eeehhhh......sudah mulai vulgar ya buuu"


" iya lah punya suami mesum nya minta ampun.kl ada obat mesum aku pesen banyak banyak biar gak ketularan kamu"


Safira dan Adrian tertawa terbahak bahak bersama.mereka tidak takut suara mereka terdengar penghuni rumah yang sudah terlelap.


" sayang apa kamu tdak kasian sama papa yang sehatus nya di hari tua nya papa sudah istirahat.tapi ia masih pergi kesana kesini mengantar anak anak kita kesekolah"


" tidak sayang itu semua keinginan papa.ia ingin menebus semua waktu yang ia leawt kan saat aku sekolah dulu"


" begitu lah orang tua saat anak anak nya tumbuh kembang jarang sekali mereka mengikuti tumbuh kembang anak nya.mereka sibuk mencari nafkah padahal anak bukan saja membutuh kan nafkah lahir tapi mereka juga membutuh kan nafkah batin berupa kasih sayang"

__ADS_1


" apa dulu kau dekat dengan mama sayang"


" tidak....mama dan papa punya kesibukan nya sendiri.papa mengurus perusahaan aedang kan mama memulai karir nya melalui butik butik yang di miliki nya"


" mereka menyadari saat aku bercerai dengan soraya.mereka merasa gagal namun aku mengerti posisi mereka dan aku berjanji tidak ingin mengikuti jejak mereka.aku akan berusaha menjadi seorang ayah yang baik untuk anak anak ku.selama aku hidup aku akan memastikan kalian tidak kekurangan apa pun." kecupan sayang Adrian mengakhiri kata kata penuh cinta untuk istri nya.


" terima kasih sayang atas semua cinta yang kau berikan untuk ku dan anak anak"Safira membalas kecupan Adrian di kening nya.


" lagi...sini..." Adrian menujuk pipi kanan nya lalu pipi kiri nya terakhir bibir nya.


saat bibir Safira menempel di bibir nya.Adrian menahan leher Safira dan memperdalam ciuman nya.


" hhhhmmmmm.....sudah nanti mau lagi" kata Safira cemberut.


Adrian hanya terkekeh...mendengar kata kata istri dan melihat nya cemberut.


" papa sudah tua aku sangat kasian pada papa ia begitu antusias setiap pagi mengantar anak anak.bahkan si kembar saja tidak boleh bawa sepeda kesekolah dan Rizky juga.aku takut papa sakit"


" sayang aku lapar" kata kata Adrian memutus kata kata Safira.



" aku buat kan mie telur ya" Adrian menganggukkan kepala nya mendengar tawaran Safira.



" dingin dingin enak makan mie anget anget kl tadi minum susu anget anget skrg mie anget anget.wah pasti enak banget apalagi tenaga ku sudah terkuras habis"


" iiiihhhhsudah belum ngomong mesum nya." Safira bangkit menuju pintu keluar kamar nya.Adrian mengikuti Safira dari belakang smabil tersenyum.


mereka keluar menuju dapur yang jadi satu dengan ruang makan.saat melintasi kamar tuan Sanjaya dan nyonya Laras.Adrian menahan tangan Safira dan membuat nya menempel kan kuping di pintu kamar orang tua nya.


Adrian dan Safira mendengar suara desahan milik nyonya Laras.lalu Adrian menarik tangan Safira sambil menahan senyum nya.

__ADS_1


" gimana...masih bilang papa sudah tua???!!!!"


lalu mereka tertawa cekikikan menuju dapur ...aaaakkkkkhhhhh


__ADS_2