
Calista sangat antusias dengan adik kembar nya.bahkan ia juga yang memberi nama.saat nama nya di tolak oleh kakek nenek nya ia langsung merengek dan mengis sejadi jadi nya.alhasil ia lah yang memberi nama adik adik.
" kalau adik yang ini seperti nya adan nya leih besar aku kasi nama Ziko trs kl yang ini aku kasi nama Riko soal nya imut banget beda sama ziko walau wajah mereka sama tapi agak gimana gitu yaaaa" kata Calista sambil menujuk adik nya yang masih di inkubator.
" kl yang itu aku kasi nama Jhiko soal nya tengil nya sudah kelihatan banget dech iya kan kek" kata Calista lagi membuat kakek nya tertawa.
" masak ia kecil kecil sudah kelihatan tengil nya" kata tuan Sanjaya pada cucu nya.
" iiiiiiiihhhh.....kakek ini gimana sich coba dech liag wajah itu lo beda banget sama Ziko sama Riko.aku juga gak tau kenapa tp kelihatan banget tengil nya" kata Calista meyakin kan kakek nya yang sednag tertawa.
"sudah yuk ah nanti liat lagi skrg aku lapar kek aku mau bakso yaa yang di depan rumah sakit itu"
" okelah kalau begitu tuan putri cucu kakek Sanjaya yang paling cantik"
mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju keluar rumah sakit.di depan rumah sakit ada sebuah rombong bakso yang sangat di sukai cucu nya ini.
" kek kita beli in buat nenek sama kiki aja yaaa kl kiki biasa nya cuma bakso nya aja cuma dikasi kecap sedikit trs kalau nenek yang pedas"
mereka membeli bakso untuk semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.Adrian terlihat tertidur di samping istri nya yang belum sadar.
" daddy..dad" panggil Calista namun di cegah nenek nya.
" sssst sayang biarin daddy mu tidur ya gimana kl kita makan baso nya dulu nanti yang buat daddy kasi in kl sudah bangun nanti."
mereka makan bakso di dalam ruangan Safira.aroma bakso yang sedap membuat Adrian terbangun dari tidur nya.lalu ia tersenyum melihat anak gadis nya terlihat lahap memakan bakso nya.
" punya daddy mana sayang" kata nya basa basi.
" nich" kata Calista sambil menujukan sebuah mangkok berisi bakso.
" buruan dad....ntr dingin lo aku gak tanggung jawab kalo sisa mangkom nya aja ya" kata kata nya membuat Adrian tertawa.
" kamu memang anak perempuan kesayangan daddy.kamu satu satu nya anak perempuan daddy" kata Adrian yang ikut duduk makan bakso.
" kamu sudah kasi nama adik mu" tanya Adrian.
" sudah" jwb Calista singkat.
"siapa"
" Ziko,Riko dan Jhiko"
"kok oooo semua kata Adrian
" dari pada aku kasi nama si tengil si jahil dan si usil mending nama itu" kata Calista menbuat semua nya tertawa.
__ADS_1
" ssstttt mommy sm adik Fian lagi tidur tuuuuu" tunjuk Rizky yang memang selalu anteng setiap saat.
" nek aku mau nginap disini ya"
" gak sayang gak boleh"
" boleh ya nek"
" gak"
" boleh"
" gak"
" kakek bantuin napa kan aku sudah bantuin buat kasi nama cucu kakek yang tiga itu" kata nya merajuk.
" gak boleh sayang besok siapa yang akan menemani nenek belanja keperluan adik dan mommy"
" iya betul nek"
" iya sayang besok kita keliling buat cari perlengkapan adik mu ya soalnya mommy mu belum menyiap kan nya."
interaksi kakek dan nenek berserta cucu nya mambuat Safira membuka mata nya.
" sayang kamu sudah sadar" Safira mengangguk kan kepala nya.
" aku haus"
" kamu tidak boleh minum atau makan apa pun sebelum kentut kata dokter"
Adrian mengikuti saran dokter saat Safira terbangun lalu ia duduk di samping istri nya sedangkan bakso nya sudah di santap Calista.
Nyonya laras dan ketiga Cucu mya pulang di antar sopir karena Tuan Sanjaya akan menginap di rumah sakit menemani Adrian.ia dan Adrian mendiskusi kan tentang penjualan saham milik Safira yang ada di lasvegas.
" saham milik fira sudah ada yang mau beli"
" siapa"
" tuan malik"
" tuan malik ayah Claudia"
Adrian tidak menduga kalau tuan malik bisa memiliki uang sebanyak itu.
" lalu bgmn pa dari mana dia mendapat kan uang tersebut"
__ADS_1
" ayah mendengar kalau putri nya berhasil merayu seorang tuan besar yang kaya raya di america.ia berhasil mendapat kan harta yang sangat banyak namun ia harus rela menjadi gundik dari si bangkot tua tersebut.sekarang si bangkot tua tersebut sudah mati ia mewarus kan 25% harta nya itu pun sebelum nya ia sudah meminta banyak perhiasan berlian mahal.itu membuat mereka kaya mendadak."
" kita mendapat kan saham tersebut dengan uang halal meski kita menjual nya pada mereka uang itu tidak akan berubah menjadi haram.uang itu akan tetap halal buat kita namun mungkin saham itu akan menjadi haram buat mereka.selama uang tersebut tidak bermasalah denagn hukum sebaik nya kita terima saja tawaran mereka.
" papa juga mendengar bahwa sebelum nya tuan Malik sudah menggunakan uang perusahaan begitu banyak jadi sebelum perusahaan itu gulung tikar sebaik nya kita selamat lan dl apa yang menjadi hak kitademi anak anak.
" banyak para pemegang saham juga menjual saham mereka pada tuan malik.karena tau siapa sebenar nya tuan malik.sebenar nya ia orang yang baik hanya karena begitu menyayangi anak gadis nya ia menjadi seperti itu.apa lagi istri nya Megantari selalu mendoktrin nya dengan yang tidak tidak.
" papa sebenar nya begitu kasian melihat nya tapi apa boleh buat lagi.sekarang yang bekerjasama dengan tuan Malik hanya pemegang saham yang licik.mereka akan saling tikam dan tidak lama lagi perusahaan iti hancur.apa lagi yang papa dengar Megantari lah akan menjadi pemilik dari saham yang akan kita jual kelak.pasti perusahaan itu akan betul betul hancur.
" apa papa tidak merasa kasihan dengan perusahaan papa yang papa bangun dari awal sampai sekarang.
tuan Sanjaya hanya menggeleng kan kepala nya.
" papa hanya ingin berkumpul pada kalian papa akan membantu Safira untuk mengembang kan usaha nya nanti.
" apa papa boleh numpang hidup pada mu safira??" ty tuan Sanjaya pada Safira.
" kenapa papa bicara seperti itu aku sangat menyayangi papa dan mama.jgn pernah bicara seperti apa itu." Safira menangis karena terharu pada papa mertua nya yang memberikan semua harta nya pada nya dan berkata ingin menumpang hidup padanya.
Safira merasa begitu di sayangi oleh keluarga suami nya.Tuan Sanjaya yang melihat Safira menangis langsung memeluk Safira.
" iya sayang papa juga menyayangi mu papa dari dulu ingin sekali memiliki anak perempuan yang baik hati seperti mu.jika Adrian berani menyakiti mu papa akan membantu mu untuk menghukum nya.
" papa juga mewakili mama ingin mengucap kan terima kasih pada karena kamu memberikan kami banyak cucu.
Adrian hanya melihat interaksi antara mertua dan menantu.tuan Sanjaya begitu menyayangi Safira begitu pun Safira sebalik nya.
" aku dan papa akan menjaga kalian semua sayang" kata Adrian terharu.
__ADS_1