
Hari demi hari terus berlalu skrg kandungan Safira sdh berjalan enam bulan menurut perkiraan dokter Safira tidak bisa melahir kan secara normal karena kembar tiga.Akhir nya mereka memutus kan utk melakukan operasi.
" sayang kamu bisa kan jalan nya"
" bisa cuma pinggang ku sakit kl terlalu lama berjalan"
" ya sdh istirahat lah dulu" Adrian membawa Safira duduk di sofa.perut Safira terlihat sangat besar.
" apa tidak sebaik nya kita ke rumah sakit aja sayang aku melihat mu begitu lemas wajah mu juga pucat" Adrian begitu khawatir dengan kondisi istri tercinta nya.Safira tak mampu menjawab apa kata suami nya.sudah beberapa hari ia terlihat pucat dan lemah tak bertenaga.
Akhir nya Adrian membawa Safira ke rumah sakit untuk memeriksakan kanfungan nya.Dokter menyaran akan agar Safira di rawat jalan untuk sementara waktu karena kondisi nya tdk memungkin kan semakin hari berat badan nya semakin bertambah tapi hanya sedikit makanan yang masuk ke dalam tubuh nya bahkan kaki nya sudah membengkak.
Anemia menjadi masalah di setiap kehamilan dan sekarang Safira mengalami anemia yang cukup parah jika tdk segera di atasi akan berbahaya bagi ibu dan anak nya.berhubung Safira mengandung anak kembar tiga maka dokter menyaran kan untuk melakukan rawat jalan.
" bagai keadaan mu nak" kata nyonya Laras saat tiba di ruangan Safira.ia datang bersama suami dan ketiga cucu nya.terlihat tuan Sanjaya yang sedang menggendong Fian yang saat ini berumur 8 bulan dan tangan nya sedang menggandeng tangan Rizky.Tuan Sanjaya sangat menyayangi cucu nya meski Rizky dan Calista bukan lah darah dagingnya.
" baik ma sudah agak mendingan" kata Safira yang sudah 2 hari berada di rumah sakit.
" selamat pagi" seorang dokter dan perawat yang akan memeriksa Safira pagi ini fatang bersamaan dengan Adrian yang baru saja dari kantin rumah sakit.
" selamat pagi dokter" jawab semua yang ada di dalam ruangan tersebut.
Rizky yang semula duduk di sofa langsung turun dan mendekati dokter yang sedang memeriksa Safira.
" om dokter" panggil Rizky pada dokter yang sedang memeriksa Safira sambil menarik narik jas putih milik dokter yang tampan itu.seketika dokter itu pun menoleh pada anak kecil yang memanggil nya.lalu mensejajarkan tubuh pada Rizky anak kecil yang memanggil nya tadi.
" ada apa sayang" tanya dokter tersebut setelah selesai memeriksa Safira.
" mmmmmm....om dokter kiki boleh tanya gak"
__ADS_1
" boleh" jwb dokter tersebut.
" mmmmm....kalau mau jadi dokter gimana sich cara nya" kata Rizky bertanya pada dokter yang langsung tersenyum saat mendengar pertanyaan anak kecil polis tersebut.
" kamu mau jadi dokter" Rizky hanya akan mengangguk kan kepala nya saat dokter tersebut bertanya.
" kenapa???" tanya dokter tersebut.
" aku mau jaga in mommy biar gak sakit mulu kasian daddy sm kakek nenek sm adik yang bolak balik ke rmh sakit jaga in mommy aku juga kasian lihat mommy bobok nya disini.bau obat kacian kan" kata Rizky polos.
" aku juga mau buat portal biar bisa kemana mana langsung sampe di tempat tinggal buka pintu aja langsung nyampe dech" lagi lagi kata Rizky membuat semua yang mendengar hanya tersenyum.
" kalau kiki mau jadi dokter harus rajin belajar.nurut apa kata mommy, daddy, nenek dan kakek"
"memang nya kamu sering gangguin kakak ya" kata dokter membuat Rizky diam sambil menundukan kepala nya.
" maaf" cicit nya.
" gak papa tapi gak boleh sering sering maem coklat ya ntr giginya sakit" kata dokter.
" gak sering kok dok cm pas kalau kakak punya aja br kiki maem"
" emang nya kakak sering punya coklat" kata dokter mendapat respon dr Rizky dengan anggukan kepala nya.
__ADS_1
" setiap pulang sekolah kakak bawa coklat di kasi sama temen nya nama beni pacar kakak kata nya" kata kata Rizky langsung membuat semua orang melihat pada Calista yang asyik memain kan ponsel Adrian.
" ehh...maaf yaa gak level kakak gak mau sama beni kakak kan sudah punya om Gio" kata Calista yang langsung berubah mimik wajah nya saat menyebut nama Giovano alisa Wawan.semua yang tau kisah Calista dan Giovano alias Wawan langsung terdiam.
" ada yang ingin saya bicara kan sebentar dengan anda tuan Adrian bisa kah kita bicara di ruangan saya" kata dokter yang melihat suasana langsung berubah saat sang nona kecil menyebut nama seseorang yang dekat dengan nya.sang dokter pun mengerti dengan situasi seperti ini mungkin ada cerita tersendiri dari pemilik nama Gio tersebut.
Adrian mengikuti Dokter tersebut bersama papa nya Tuan Sanjaya masuk ke dalam ruangan dokter.
" maaf sebelum nya tuan Adrian saya mengajak anda kesini untuk membicara kan tentang kondisi istri anda saat ini" kata dokter yang memulai pembicaraan bersama dua org yang setau nya adalah pemilik dari rumah sakit tempat dimana ia bekerja.
" begini tuan menurut hasil pemeriksaan kami istri anda mengalami anemia yang mungki bisa membahaya kan bagi ibu dan janin jika bayi tersebut di lahir kan menurut HPL.karena semaki hari tubuh nyonya Safira akan semakin lemah dan akan membuat nya tergantung pada obat ini pun tidak baik bagi kondisi ibu dan janin jadi kami sebagai dokter menyaran kan agar proses kelahiran anak anak anda di percepat dari jadwal yang di tentukan demi menjaga kondisi nyonya Safira. tapi...." dokter tidak melanjut kan kata kata nya.
" tapi apa" tanya Adrian dan tuan Sanjaya bersamaan.
" tapi kemungkinan salah satu anak anda tidak bs bertahan karena kondisi nya lebih memperhatin kan dari kedua saudara nya.berat badan nya sangat jauh berbeda dengan dua saudara nya.mungkin nutrisi yang masuk ke dalam tubuh nyonya Safira tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk tiga bayi sekaligus.karena mungkin akibat dari rasa mual yang di alami nyonya Safira hingga Saat ini." kata dokter yangbterus memberi penjelas pada Adrian dan Tuan Sanjaya.
Adrian kembali keruangan Safira bersama tuan Sanjaya.Adrian bingung harus bicara apa pada Safira jika bayi itu di keluar kan sekarang mungkin salah satu nya tidak bisa bertahan.namun jika menunggu waktu nya akan membahayakan mereka semua.
" sebaik nya kita harus merelakan satu bayi mu Adrian.demi menyelamat kan Safira dan dua anak mu yang lain nya.Adrian hanya terdiam tak bisa berbicara apa apa lagi.
mereka masuk kedalam ruangan saat masuk terlihat Safira yang sedang menahan sakit sambari mengeluar kan keringat dingin...
" sayang ada apa kenapa dengan mu dimana yang sakit" kata Adrian mulai panik.lalu memencet tombol darurat yang ada di samping tempat tidur.
beberapa orang dokter dan perawat masuk termasuk dokter kandungan yang biasa mameriksa Safira.setelah memeriksa kondisi dokter menyaran kan agar operasi cecar segera di lakukan.Adrian yang tidak tega melihat istri nya menahan sakit langsung menyetujui saran dokter.
semua orang sedang panik karena operasi dadakan dari menantu sang pemilik rumah sakit.Safira terbaring di atas tempat tidur operasi masih di temani Adrian yang memegang tangan nya.satu per satu para dokter yang akan membantu proses operasi cecar Safira masuk ke dalam ruangan operasi dan meminta Adrian untuk keluar karena operasi akan segera di laksana kan.
bersambung
__ADS_1
mnt like dan vote nya dong buat authorrr yaa biar semangat jgn lupa mampir di novel author yang baru berjudul KEKASIH MASA DEPAN mencerita kan kisah cinta Calista dan Giovano setelah dua belas tahun penantian.