
Beberapa hari kemudian Beni yang akan memberikan laporan tentang penyelidikan nya tentang soraya di tahan oleh enam anak majikan nya.sebelum nya Adrian memerintah kan Beni untuk menyelidiki Soraya dan siapa orang yang ada di belakanh Soraya hingga Soraya bernai melakukan gugatan yag tudak masuk di akal.jika saja mereka bukan dari keluarga terhormat mungkin mereka akan membiar kan masalah ini namun yang di ingin kan Soraya adalah nama baik keluarga Hadi ninggrat di pertaruh kan.
" om....apa yang om dapat kan tentang nyi pelet...??"
" nyi pelet???"
" ck....tante girang Soraya montenegro...." Beni hanya menggelengkan kepala nya mendengar banyak nya sebutan untuk Soraya dari anak majikan nya.
" maaf tuan tapi saya sudah di larang oleh tuan besar Adrian dan tuan besar Sanjaya agar tidak melibat kan tuan tuan muda dan nona muda.ini hanya akan menjadi urusan kami para orang tua."Beni melanjut kan langkah kaki nya memasuki rumah utama dan menuju ruang kerja Adrian.
Di dalam ruang kerja Adrian yang sudah menunggu Beni merasa cemas.entah informasi apa yang di bawa Beni saat ini.Kegelisahan Adrian bisa di lihat oleh tuan Sanjaya ayah nya.
" Adrian tenangkanlah dirimu..."Adrian duduk di samping tuan Sanjaya.sebenar nya tuan sanjaya juga merasa gelisah namun ia bisa menutupi kegelisahan di dalam hati nya.
Terdengar suara pintu di ketuk dari luar dan terbuka setelah Adrian mengijinkan masuk.Terlihat Beni masuk sambil membawa sebuah map berwarna merah.
" bagai mana...informasi apa yang kau dapat kan...???" tanya Adrian tak sabar.Beni meletek kan map merah di hadapan Adrian.Adrian mengambi map merah tersebut lalu melihat isi nya mata nya berbinar cerah.namun seketika senyum itu menghilang membuat tuan Sanjaya penasaran.
" ada apa Adrian..." tanya tuan Sanjaya.Adrian menyerah kan beberapa buah foto pada tuan Sanjaya yang mata nya langsung terbuka lebar.
" apa maksud nya ini Beni" tanya tuan Sanjaya pada kepala pengawal nya.
" jelas kan....!!" Adrian meminta penjelasan pada Beni.
" Soraya berencana menuntut harta gono gini karena di belakang nya ada seorang pejabat dari kejaksaan tinggi yang menjadi hakim di dalam kasus ini.ia juga menjalin hubungan dengan hakim tersebut.dan hakim tersebut memiliki seorang istri dan empat orang anak salah satu nya teman nona muda yang bernama Mira.mereka sering bertemu di hotel permata dan siang ini mereka juga bertemu di sana dengan memesan kamar di lantai 4 kamar 212." penjelasn Beni panjang lebar.
__ADS_1
" bagai mana ini pa apa kita akan membuka kedok hakim ini.bagai mana dengan Mira dia gadis yang baik." kata Adrian.
tuan Sanjaya tampak berpikir ia juga tidak ingin menyakiti sahabat cucu nya.Mira sering bermain ke rumah Adrian bersama seoranh sahabat putri nya lagi yang bernama Naina.namun entah gadia itu dimana sekarang menurut cerita putri nya Naina gadis malang tersebut sudab menikah dan entah tinggal dimana sekarang.
" sebaik nya kita beri tau putri mu dulu mungkin ia bisa membantu mu sedikit masalah papa nya" kata tuan Sanjaya.bagai pucuk di cinta ulam pun tiba Beni yang merasa dapat jalan untuk membantu tuan tuan muda dan nona muda nya langsung tersenyum tipis.
" maaf tuan...tadi sebelum saya kemari tuan tuan muda dan nona muda mencegat saya untuk kesini.mereka ingin tau tentang Soraya mungkin mereka bisa membantu kita tugas kita hanya menjaga mereka saja." saran Beni namun seketika mendapat penolakan dari tuan Sanjaya dan Adrian.
" tidak..." sergah tuan Sanjaya dan Adrian bersamaan.
" jangan libat kan anak anak ku aku tidak mau terjadi apa pada mereka.jika sesuatu terjadi pada mereka apa yang harus aku katakan pada mommy mereka.aku tidak mau istri ku marah padaku" kebucinan Adrian semakin terlihat.
tiba tiba pintu ruang kerja Adrian terbuka dan masuk lah enam anak Adrian yang sedari tadi ternyata menguping pembicaraan daddy beserta kakek dan Beni.
" kami janji tidak akan menempat kan dirikami dalam bahaya dad..." Calista muncul bersama lima adik laki laki nya.
" tapi bagai mana dengan mommy dan nenek kalian.daddy bisa habis riwayat daddy jika mereka tau apa yang kalian lakukan."
" aku mempercayai mereka sayang" Safira tiba tiba saja masuk ke dalam ruang kerja Adrian bersama nyonya Laras.sebenar nya tadi nyonya Laras dan Safira sedang bercengkrama di belakang.mereka sedang membicara kan Adrian dan tuan Sanjaya yang sedang membahas Soraya bersama Beni.namun saat Safira ingin mengambil air minum Safira melihat kelima anak nya sedang menguping pembicaraan Adrian bersama tuan Sanjaya dan Beni di dalam ruang kerja.
" ma...mama....sssttttt...sini" Safira memanggil mama mertua nya sambil berbisik dan melambaikan tangan nya.akhir nya terjadilah aksi intip mengintip di depan ruang kerja Adrian.Nyonya Laras yang melibat ke enam cucu mencuri dengar pembicaran tiga laki laki di dalam sana ingin menegur nya namun di cegah Safira.mereka mengintip anak cucu mereka lalu mereka melibat ke enam anak itu masuk ke dalam rua g kerja Adrian.dan mereka yang gantian menguping di balik pintu tersebut.saat terjadi sedikit debat Safira memutus kan untuk masuk setelah tau apa yang menjadi baha debat saat itu.
" sayang......" Adrian terkejut saat melihat istri dan mama nya masuk ke dalam ruang kerja nya.
" sayang apa yang kau kata kan..."
__ADS_1
" aku percaya pada mereka sayang biar mereka yang memberi pelajaran pada wanita itu kita hanya perlu membersih kan ulah mereka dan menjaga mereka agar tidak terjadi apa apa.dan aku yakin kalau mereka tidak bakal ada dalam bahaya.karena aku tau siapa putra putra ku dan siapa putri ku"
" hhhhh......" Adrian hanya mendesah pasrah dengan keputusan istri nya.
" satu permintaan daddy jangan sampai ini membahayakan kalian"
" iya dad...kami paham..."
" kalian akan tetap di ikuti pengawal dan apa pun rencana kalian harus kasi tau om Beni" kata Adrian sambil menujuk ke arah Beni yang sudah mengangguk kan kepala nya.
" baik dad kami janji....."kata mereka serempak.
" ayo kita diskusi kan ini di kamar kakak.kita atur rencana PEMBALASAN DENDAM NYI PELET"kata kata Jhiko membuat tawa di ruangan yang penuh dengan orang.
" jangan lupa bawa camilan sama minum biar gak haus" celetuk ziko sambil tersenyum.
" ciiiiii mbak cici yang cantik gak ketulungan kayak bidadari jatuh dari genteng masuk ke ke kaleng di seruduk banteng sampe otak nya mereng.... mimi cici ku anterin babang tamvan cemilan ama minum dong ke kamar kakak.yang banyak ya....yayang" jerit Riko pada mimi cici nya yang masih mencuci piring.
" iya den...." jawan cici sambil tertawa cekikikan mendengar panggilan tuan muda nya pada nya.
Tuan Sanjaya dan Adrian juga Safira dan nyonya Laras tertawa terbahak bahak mendengar kata kata Riko sementara Bemi hanya bisa menahan tawa nya ia takut ikut tertawa lepas di depan majikan nya.
puk..... "tertawa lah sebelum tertawa itu dilarang" kata Adrian menepuk pundak Beni ia yang melihat kepala pengawal nya menahan tawa.dalam sekejap Beni tertawa lepas tak sanggup menahan tawa nya.
Beni......
__ADS_1
bersambung
dukung author lewat rate, like, dan vote nya jangan lupa meninggal kan jejak cantik kalian dan coment yang mendukung author agar semakin semangat.jangan lupa mapir di kisah cinta Calista dan Giovano di KEKASIH MASA DEPAN