Terpaksa Menikah 3 Kali

Terpaksa Menikah 3 Kali
DUA BELAS TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Safira begitu bahagia bersama keluarga dari pihak suami nya.setelah seminggu di rawat akhir nya Safira diperboleh kan pulang namun bayi kembar nya belum boleh karena berat badan nya masih di bawah rata rata.setiap hari Safira menjenguk anak anak nya kebetulan jarak rumah dan rumah sakit tidak terlalu jauh hanya sekitar dua puluh menit dari rumah.setiap pagi ia di antar Adrian ke rumah sakit sambil untuk melihat kondisi sang buah hati sambil memberi asi nya.Dengan terpaksa ia memberi asi kepada anak nya di rumah sakit dan memompa asi tersebut jika hendak pulang.semua itu ia lakukan setiap hari selama dua minggu.akhir nya sang buah Hati di perbolehkan pulang.


kringgg....kring....kring..terdengar bunyi ponsel Adrian yang sedang rapat membuat rapat terhenti.Adrian lupa mensilent ponsel nya.ia lakukan itu agar mudah mendengar telfon yang masuk takut takut Safira yang nelefon.benar saja Safira menelfon Adrian dan mengatakan si kembar sudah di perboleh kan pulang.


" ada apa sayang kau merindukan ku" tanya Adrian yang masih di ruang meeting bersama karyawan nya.karyawan yang mendengar kata Adrian langsung senyum senyum.Adrian lupa kalau saat ini ia berada di ruang meeting.


" sayang anak anak sudah bisa pulang sekarang" kata Safira terdengar bahagia.


" baik lah aku akan segera kesana" kata Adrain tanpa menutup meeting hari ini.saking senang nya mendengar berita tersebut.semua karyawan yang di tinggal kan Adrian bingung kenapa big boss nya keluar dan bagai mana meeting nya.mereka menatap satu dan yang lain nya sedang kan Adrian sudah keluar dari ruangan tersebut.


tiba tiba kepala Adrian nongol di balik pintu dan melihat kebingungan para karyawan nya.


" meeting kita lanjutkan besok" lalu pergi menghilang menuju rumah sakit.


saat ini safira sedang berada di ruang bayi.ia duduk dengan anak anak nya yang sudah sedikit besar dr semenjak di lahir kan.ia terus menatap ketiga anak kembar nya.air mata tak kunjung berhenti mengalir.ia sampai tak menyadari Adrian sudah di belakang nya.


tiba tiba ada tangan yang melingkar di pundak nya.memeluk nya dari belakang dan mengecup kepala nya.Safira terkejut lalu menoleh kebelakang dan melihat siapa yang memeluk nya.


" aku merindukan mu" kata Adrian sambil mencium kepala Safira.


" sayang aku juga merindukan mu padahal baru empat jam yang lalu kamu meninggal kan aku di rumah sakit ini" kata Safira membalas pelukan Adrian dengan melingkar kan satu tangan nya kebelakang kepala Adrian.


" bagai mana mereka.td kamu bilang mereka sudah bisa keluar.apa kamu sudah memberi tau mama dan papa kalau cucu mereka sudah bis pulang.


" aku belum memberi tau mereka sayang.aku ingin memberikan kejutan pada mereka."


" sepertinya rumah akan semakin ramai kl mereka sudah sampai."


" kl mereka sudah pulangnjangan lupakan aku ya" kata Adrian membuat Safira tersipu.


" terima kasih sayang"


" untuk????"


" untuk cinta mu dan sudah memberilan aku empat orang anak"


" harus nya aku yang berterima kasih pada mu karena dirimu lah aku punya tim sekarang."

__ADS_1


" tim????"


" iya tim voli"


" tim voli??"


" iya kan ada enam sekarang" kata Adrian .


" banyak anak banyak rezeki.tapi maaf kan aku.aku tidak bisa lagi memberikan mu keturunan seperti yang kamu ingin kan"


" dulu kamu pernah meminta delapan orang anak sekarangbaku cuma memberikan enam dua diantara nya hasil penikahan ku dulu.


" sayang aku sudah sangat bahagia kau mau melahir kan anak kembar ku sayang.


" aku yang harus minta maaf karena aku lah kau harus merelakan Fian.


" aku begitu mencintai mu sayang jangan pernah berpikir macam macam ya.


" aky tidak macam macam sayang cuma satu macam saja.


" eee....kapan selesai nifas nya masih lama gak???"


" iiiiissshhh kamu itu ya gak berubah berubah sudah punya anak enam juga.


Adrian menggendong dua bayi mereka dan Safira menggendong satu nya lagi sedang pak tejo membawa perlengkapan tuan muda kembar nya.


Adrian masuk ke mobil setelah Safira masuk terlebih dahulu.mobil berjalan pelan karena situasi mecet byk org yang keluar kantor untuk pekerjaaan lapangan.


Adrian tersenyum melihat dua bayi di dalam gendongan nya.ia juga melihat satu bayi yang ada di dalam gendongan istri nya.mereka saling menatap satu dan yang lain sembari tersenyum.


" terima kasih sayang terima kasih atas semua yang kau berikan untuk mu.aku janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak anak kita.aku akan memberikan apa yang mereka minta.


" sekali lagi terima kasih sayang." kata Adrian sambil mencium pipi Safira.


" aku juga berterimakasih atas semua cinta mu ini.


Safira pov....

__ADS_1


karena kecewa dengan cinta yang semu mambuat ku memutus kan untuk lebih mencitai Raab ku.tak ku sadari semakin aku mencintai NYA ada cinta yang begitu besar datang menghampiriku.ia datang bagi angin sepoi sepoi yang tak terlihat namun terasa menyejukan jiwa yang meronta terluka dan kecewa.sekarang aku bahagia bersama cinta ku.


Safira tidak ingin kebahagian nya ini hanya mimpi belaka.Kebahagian nya kini ada karena kesabaran dan ke ikhlasan dlm hati yang menjadi patokan dalam hidup.


dua belas tahun kemudian.....


" assalamualaikum"


" waalaikum salam"


" kok sudah pulang tumben lebih cepat dari biasa nya"


" aku merindukan mu istri ku...."


Adrian yang hari ini pulang lebih cepat dari biasa nya membuat Safira sedikit padal nya Adrian sudah beberapa hari terlihat lemas dan wajah nya sedikit memucat.


" daddy sudah pulang" tiba tiba dari arah pintu rumah seorang gadis cantik berkulit putih muncul masih mengenakan seragam abu abu nya.


" kok kamu sudah pulang memang km gak sekolah"


" iya ke sekolah cuma buat tanda tangan ijazah"


" dad....daddy sakit??? kok pucat??"


" gak daddy cuma sedikit lemas saja beberapa hari ini"


" coba aku lihat" Calista meraba kening daddy nya.


" oooooo ini kurang vitamin C"


" hah vitamin C????"


"iya vitamin C vitamin cium.gih sana minta sama mommy buruan biar cepet sembuh cari duit lagi" Calista berlari menuju kamar nya setelah berhasil menggoda orang tua nya.Adrian dan Safira hanya menggeleng kan kepala nya melihat putri mereka berlari sepertu itu.


" gimana bisa kasi vitamin nya sekarang???" kali ini Adrian yang menggoda Safira yang terlihat malu saat mendengar Adrian menggodanya.


" di kamar aja ya biar lebih manteeeppp jooo" kata Safira mengikuti gaya bicara salah satu anak kembar nya"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2