
sore menjelang Adrian dan Safira baru saja keluar dari kamar nya.setelah tiga hari mendekam di dalam kamar akhir nya Adrian keluar juga.Adrian terlihat segar seperti tidak pernah sakit.Adrian menggandeng tangan istri nya mesra sambil berbisik.
" ntr malam jangan lupa obat yang sepeti tadi biar besok bisa langsung ngantorrr" bisil Adrian yang langsung mendapat cubitan kecil dari istri nya.
" bisa ae..." kata Safira sambil mencubit Adrian.
Nyonya Laras dan tuan sanjaya yang sedang duduk di ruang tamu heran melihat Adrian bertingkah seperti itu.
" eeee.....sudah tua ingat umur.liat liat kalo mau mesra mesra an"
" ck....ck....ck...." suara decakan tuan Sanjaya.
" ah...mama kayak gak pernah muda aja"
" langsung tua jadi ngak pernah tu lebay kayak kamu"
Safira hanya tertunduk malu malu saat mertua dan suami nya berdebat.Adrian duduk di ruang tamu berhadapan dengan orang tua nya.
" Adrian...tadi Calista meminta ijin untuk ikut treveling bersama teman teman nya.mereka sudah mengumpul kan uang sejak lama.mereka ingin pergi ke korea selatan tepat nya ke pulau jeju"
" iya pa semalam ia juga sudah mengatakan nya pada ku"
" lalu"
" Adrian sebenar nya berat untuk mengijin kan tapi ia bersikeras.
" biar kan ia pergi sayang lagi pula ia pergi bersama teman teman nya.
" iya kan disana juga ada tante nadia dan opa kang" tiba tiba Calista muncul tapi berbelok menuju dapur.
" papa aka memberi tau kang nanti"
" lagi pula kita tidak perlu khawatir anak gadis mu ada yang menjaga dua puluh empat jam"
" kamu mengerti kan siapa yang papa maksud"
" iya pa..Adrian mengerti kl papa dan mama sudah memberi ijin Adrian bisa apa"
" yaaa gitu kamu sudah punya Rizky, Fian dan itu lagi si kembar tengil tiga itu minta ampun dech mama"
mereka tertawa bersama mengingat ketengilan cucu keluarga Hadininggrat yang luar biasa usil jahil tengil.
Calista pergi ke korea bersama teman teman nya namun Tuan Sanjaya tidak mau ia cucu nya menginap di hotel.ia menghubungi sahabat baik nya tuan Kang yang ternyata sudah mualaf karena menikahi Nadia bekas bos Safira saat bekerja di toko bakery dulu.mereka bertemu saat Nadia mengantar kue pesanan Safira ke rumah.Tuan Kang mulai menaruh rasa pada pandangan pertama pada Nadia.Tuan Kang meminta bantuan Safira dan Adrian agar bisa berjodoh dengan Nadia.Tuan Sanjaya dan nyonya Laras langsung setuju pasal nya Nadia juga belum menikah.akhir nya Nadia dan Tuan Kang menikah dan tuan Kang menjadi mualaf dan mengganti nama Muhamad Yusuf.
__ADS_1
Calista baru saja turun dari pesawat bersama empat orang temang nya.mata nya mengitari area terminal kedatangan.
" opa Kang....." teriak Calista saat melihat seorang laki laki seumuran kakek nya sedang menunggunya.Tuan Kang yang melihat Calista langsung merentang kan tangan nya.Calista berlari menghambur ke pelukan tuan Kang yangbsudah seperti kakek nya.
" sayang ku akhir nya kau datang juga opa oppa sangat merindukan mu sayang.sudah 3 tahun kita tidak bertemu kau semakin cantik saja sayang.apa kau tidak merinduka ku my princes." tanya tuan kang panjang lebar.
" tentu opa aku sangat merindukan opa sangat sangat sangat" kata Calista kembali memeluk tuan Kang.
oh...aku sangat merindukan mu sayang" tiba tiba suara seorang wanita terdengar sangat nyaring.
" aunty....." Calista melepas pelukan tuan kang dan beralih memeluk wanita tadi.
" sayang kau cantik sekali pasti Giovano pangling kalau melihat mu nanti" tak sadar Nadia menyebut nama Giovano yang membuat Calista menunduk kan kepala.
" sayang maaf kan aunty.aunty tidak bermaksud mengingat kan mu"
" sudah sudah sebaik nya kita kembali kerumah dimana teman teman mu sayang" tanya tuan Kang saat melihat perubahan wajah Calista saat istri nya menyebut nama Giovano.
Calista menunjukan tiga teman nya yang sedari tadi masih berdiri tak jauh dari mereka.Calista bersama teman teman nya menuju rumah tuan Kang.terlihat rumah yang tidak begitu besar namun dengan halaman yang begitu luas.rumah bernuansa rumah rumah tradisional namun ada sentuh an eropa sedikit membuat rumah tersebut telihat beda dari rumah mewah lain nya.
selama dua hari Calista berada di korea hari pertama mereka hanya berdiam diri di rumah saja.kerena perjalanan yang cukup melelah kan.dan pada hari ke dua baru lah mereka mulai berkeliling selama beberapa hari.semua itu tak lepas dari pantau an tuan Kang.
seminggu udah mereka ada di korea tiba akhir nya mereka kembali ke indonesia.namun hanya mira, aldo dan brendy yang kembali Calista masih ingin berlama lama di rumah opa Kang nya.
" nggak opa aku mau nemenin aunty di rumah buat jaga in si mbul ini" Calista memanggil putra kedua Tuan Kang dan Nadia yang baru ber umur lima tahun.anak pertama tuan kang baru berumur sepuluh tahun dan yang kedua baru berumur lima tahun.anak anak tuan kang lahir dari hasil pernikahan nya dengan Nadia.
" mmmmmmmm.......opa" panggil Calista di sela sela sarapan nya pagi ini.
" ada apa sayang kau mau belanja lagi opa akan mengosong kan satu pusat perbelanjaan opa agar kau bebas berbelanja"
" ng...gak opa aku cuma mau minta tolong opa"
__ADS_1
" apa itu sayang kata kan apa pun itu akan opa kabul kan asal kau senang kata kan lah malu malu.kau itu cucu Sanjaya secara otomatis kau juga cucu ku.kata kan saja apa yang kau ingin kan" kata tuan Kang sambil menimang putra kedua nya yang ada di pangkuan nya saat sarapan.
" mmmmmmm........" Calista tidak berani mengatakan apa yang ia ingin kata kan.
" am....em...am....em....cepat kata kan jagan buat opa dan aunty pernasaran"
" anu opa"
" anu apa"
" sayang kata kan lah apa yang ingin kan" kata Nadia mencoba membujuk Calista yang masih membisu.
" tapi opa harus janji dulu kalau opa tidak akan mengatakan pada daddy dan kakek dan juga satu lagi opa harus kabulin apa yang aku ingin kan" kata kata Calista membuat alis tuan Kang dan Nadia mengkerut.
" apa itu jangan minta bulan dan bintang ya" kata tuan Kang mencoba berkelakar.
" iiissshhhh..opaaaaaaaa" terika Calista manja.tuan hanya terkekeh melihat cucu sahabat nya yang sudah di anggap cucu nya juga.
" kata kan cepat sebelum opa berangkat ke kantor" kata Tuan kang.
" aku..." lagi lagi Calista tak mampu mengatakan apa yang di ingin kannya.
" opa itung sampai tiga...satu....dua....tiga..." tuan Kang mulai melangkah kan kaki nya namun saat Calista menyebut kan ke inginan nya langkah nya langsung terhenti.
" aku ingin ke Rusia......
__ADS_1
bersambung....
dukung authorr lewat like dan vote nya ya biar tambah semangat dan jangan lupa mampir di kisah Cinta antara Giovano dan Calista yang bertemu setelah dua belas tahun kemudian.