
Adrian mondar mandir di depan kamar ruang operasi.wajah terlihat sangat khawatir semenjak di ruang rawat inap Safira tadi.
mata dua anak kecil yang sedari tadi duduk bersama kakek dan nenek nya terlihat mengikuti kemana pun Adrian mondar mandir.sedari tadi mata mereka mengikuti Adrian.
" daddy....kepala ku pusing"
" mata ku sakit"
Adrian menoleh kepada dua anank nya ia jadi semakin khawatir.
" a a ada apa sayang kenapa kamu apa kamu masuk angin mungkin disini angin nya cukup kencang"
" apa.kamu mengantuk kl mengantuk tidur di kamar mommy tadi ya" kata Adrian pada dua anak nya yang baru saja merengek pada nya.Calista dan Rizky menggelengkan kepala nya.
" kepala kakak pusing liat daddy mondar mandir dari tadi" kata Calista membuat Adrian terperangah lalu melihatke arah anak laki laki mu.
" mata ku sakit ikutin daddy kesana kesini" kata Rizky yang mata nya ke kanan dan ke kiri lalu mengucek mata nya.
kata kata Rizky dan Calista membuat Adrian sedikit terhibur.nonya laras dan tuan Sanjaya juga ikut tersenyum.mereka bertiga tertawa kecil mendengar kata dua anak yang polos dan lugu itu.
" Adrian bersyukur lah pada ALLA nak hidup penuh warna dengan kehadiran Safira beserta anak anak nya" kata Tuan Sanjaya.
" seandai nya dulu adik mu masih hidup mungkin dia seusia Safira dan pasti sdh memberikan kami banyak cucu." kata nyonya Laras.
" Adrian kan sudah kasi mama sama papa cucu yang banyak ntr lagi tiga kl masih kurang biar Adrian tambahin nanti tgu setahun lagi"
plak...Adrian mendapat pukulan di punggung nya.
" enak aja kamu emang hamil itu enak.cukup segini aja"
" ya sudah biar nanti habis nifas Adrian cuma buat gak perlu di jadiin aja kalo bgt"
tuan Sanjaya hanya menggeleng kan kepala nya melihat ibu dan anak berinteraksi vulgar di depan nya.
Adrian memangku kedua anak nya di sisi kanan dan kiri nya sedangkan Fian sudah tertidur di gendongan sang kakek.
__ADS_1
Adrian menciumi pucuk kepala kedua anak nya yang sedang memeluk nya.Adrian begitu menyayangi dua anak Safira seperti anak nya sendiri.
" sayang ikut nenek yuk kita ke kantin dulu susu buat kakak sm adik nanti kalo udah bangun"
" aku mau susu coklat sm biskuit sm snack ya nek" Calista dan Rizky yang semula hanya terdiam memeluk Adrian tiba tiba mengangkat kepala nya saat sang nenek mengajak mereka ke kantin.
Nyonya Laras hanya bisa mengangguk kan kepala nya dan tersenyum.lalu ia meraih tangan cucu nya dan menuntun mereka agar mereka tidak ikut khawatir.
" nanti kita beli yang banyak ya nek aku mau nginap di rumah sakit buat jaga in mommy"
" aku juga" dua anak tersebut begitu mengkhawatir kan ibu mereka.Nyonya Laras membawa mereka ke kantin dan membiar kan mereka memilih apa yang mereka suka.
pintu ruangan operasi terbuka keluar satu perawat berjalan cepat tanpa memperdulikan pertanyaan Adrian yang menanyakan kondisi Safira.tiba tiba keluar seorang dokter dari dalam ruang operasi.
" dok bagai mana kondisi istri saya"
" maaf tuan Adrian istri anda mengalami pendarahan selain anemia nya yang sudah parah dan dua bayi nya terlalu banyak meminum air ketuban.dan..."
" dan kami terpaksa memotong rahim nyonya Safira karena memiliki anak kembar tiga membuat salah satu kantung nya rusak.dan aktifitas bayi yang tumbuh dan berkembang yang membuat jalan lahir terbuka sebelum waktunya"dokter menjelas kan panjang lebar tentang kondisi Safira saat ini.
" tapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamat kan mereka." kata dokter meyakin kan dan Adrian bahwa anak dan istrinya pasti selamat.
Dokter kembali masuk ke dalam ruang operasi.dari arah yang berbesa datang seorang dokter yang berlari tergesa gesa.
" mas" sapa dikter tersebut yang tak lain adalah paman Adrian adik amgkat tuan Sanjaya.Tuan Sanjaya hanya mengangguk kan kepala nya.
"om tolong istri ku" kata Adrian saat melihat siapa yang datang.
" tenang Adrian om akan berusaha sebaik mungin untuk menyelamat kan anak dan istri mu" kata om Adrian lalu masuk ke dalam ruangan operasi tersebut.
satu jam sudah berlalu semenjak paman nya masuk ke dalam ruangan tersebut namun belum keluar juga sedangkan nyonya Laras sudah kembali bersama dua cucu nya.
__ADS_1
lampu merah di depan kamar ruang operasi tiba tiba padam.Adrian langsung berdiri saat melihat siapa yang keluar.
" bagai mana om" kata Adrian bertanya pada Om nya yang menjadi kepala rumah sakit sekaligus dokter spealis bedah di rumah sakit tersebut.
" semua berjalan lancar anak dan istri mu selamat cuma ke tiga anak mu harus masuk inkubator untuk beberapa hari sampai berat nya bertambah karena mereka lahir prematur dan dengan berat badan kurang" kata paman Adrian.
Adrian berserta kedua orang tua nya merasa lega saat mendengar berita itu.semenjak Safira memasuki ruangan operasi tak henti henti nya iya ia berdoa dan berdzikir meminta bantuan pada sang khalik.
tiba tiba dari dalam ruang operasi keluar tiga orang perawat yang mendorong tiga buah inkubator berisi tiga orang bayi laki laki.semua melihat dengan seksama termasuk dua anak kecil yang sedang melihat antusias tiga adik mereka.
" lihat mereka sebelum mereka memasuki ruangan anak" kata paman Adrian.
" wah tampan nya"
" kayak aku sama kakek sama daddy ganteng"dua orang anak kecil itu begitu berbinar binar saat melihat tiga adik nya yang sedang meringkuk di dalam inkubator.
" selamat ya nak sekarang kamu memiliki lima orang anak laki laki" kata Tuan Sanjaya.
Adrian hanya menitik kan air mata nya saat melihat tiga bayi laki laki kembar indentik tersebut.
" kakek coba lihat ini seperti nya adik ku yang ini pasti tengil banget ntr kalo udah gede liat dech wajah usil nya sudah kelihatan" Calista yang manja pada sang kakek memberi tau tentang satu adik nya yang kata nya berwajah tengil sejak baru lahir.
semua yang mendengat ikut tertawa.para suster membawa tiga bayi kembar identik tersebut masuk ke dalam ruangan bayi.untuk sementara ke tiga bayi Adrian tidak bisa di temui mereka hanya melihat dari luar.melalui kaca jendela besar yang memperlihat kan bayi bayi yang baru lahir.
Saat ini Adrian beserta keluarga nya sudah berada di kamar Safira.Safira masih dalam pengaruh obat bius setelah operasi.
" Adrian apa kamu sudah menyiap kan nama untuk anak anak mu"
" biar aku yang kasi nama" suara Calista menyela pembicaraan kakek dan daddy nya.
" kamu mau kasih nama apa" tanya nyonya Laras.
"mmmmm.....zi
__ADS_1
bersambung
jangan lupa mampir di karya ku yang terbaru berjudul KEKASIH MASA DEPAN menceritakan kisah cinta Giovano alias asisten wawan dengan gadis kecil nya yang sudah di tgu nya selama dua belas tahun lama nya.