
Sebelum berangkat ke kantor, Kemal mampir ke salah satu pusat perbelanjaan. Ia mencari plang nama yang tertera di kartu identitas yng dia temukan semalam. Ternyata masih sepi, belum ada orang yang datang. Entah dimana petugas keamanan yang lain, tak ada satu orangpun yang ia temui.
"Haih! Tidak ada orang, apakah tidak ada yang berjaga malam disini? Baiklah, aku pergi saja,"
Saat hendak menginjak gas, tidak sengaja ia melihat sosok gadis berpakaian lengkap petugas keamanan. Ya itu dia, Kemal segera keluar dan berjalan cepat menghampiri gadis di depannya.
"Selamat pagi,"
"Pagi, eh Tuan! Ada apa? Jam segini belum ada toko yang buka, sebaiknya datang lagi saja nanti. Permisi,"
"Tunggu, apakah ini milikmu?" ucapnya menyodorkan kartu identitasnya.
"Ya, ini milikku. Aku pikir tertinggal di kantor, terimakasih Tuan!" Ujarnya mengucap syukur berkali-kali.
"Hmm, kalau begitu aku harus pergi. Sebelum atasanku sampai lebih dulu, permisi!"
"Baiklah. Sekali lagi, terimakasih ya ... ." ujarnya setengah berteriak.
Tanpa memperdulikan perkataannya, Kemal terus melangkah menuju mobil yang terparkir di tengah jalan. Untung saja belum banyak pengunjung datang, setidaknya tidak ada yang meneriakinya karena sembarangan meninggalkan mobil di tengah jalan.
Kalaupun terjadi, tidak mungkin mereka berani meneriakinya setelah di tatap oleh kedua matanya yang tajam. Setelah seatbelt terpasang, kakinya segera menginjak gas dan mulai pergi meninggalkan area pusat perbelanjaan.
"Jika besok/lusa kita bertemu lagi di tempat lain, aku akan mentraktirmu bakso roket Tuan," batin Amanda sebelum berbalik badan menuju pos jaga.
...MADAVA'S FURNITURE COMPANY...
...Lantai 8...
Sebelum Tuan Arsen datang, Kemal sudah lebih dulu tiba di ruang kerjanya. Beberapa laporan masuk dari para pekerja di lapangan, semua berjalan dengan baik sesuai dengan yang mereka harapkan. Satu persatu para pengkhianat Perusahaan sudah di hempaskan, dan masih ada beberapa yang tinggal dan dalam pantauannya.
•Hi, Kemal! Kau tak lupa kan? Ada pertemuan denganku nanti jam 10? Pastikan Tuan mu datang. See you,•
Sebuah pesan masuk dari Aura, wanita yang usianya sudah cukup matang untuk menikah. Tapi nyatanya, sampai detik ini belum ada pria yang berhasil mencuri hatinya. Hanya Tuan Arsen yang bisa, tapi sayangnya sudah berkeluarga dan tidak perduli padanya.
Kemal selalu siaga baik mata maupun pergerakan jika sedang menemani Tuan Arsen bertemu dengannya. Lengah sedikit saja, tempat duduknya bisa saja sudah pindah ke pangkuan Tuan Arsen. Dan sudah beberapa kali terjadi hingga membuat Kemal tak luput kena tatapan mata Tuan Arsen yang seakan ingin membunuhnya.
Namun, ia tak berani menolak pertemuan dengannya. Karena dia adalah salah satu investor terbanyak dan selalu maju paling depan untuk membantu Perusahaan milik Tuan Arsen. Bukan maksud memanfaatkan, hanya saja tidak baik menolak rezeki yang datang dengan sendirinya.
__ADS_1
tring!
•Tuan Arsen sudah tiba di Perusahaan, saat ini sedang menuju lantai 8,•
Laporan masuk dari salah satu staffnya yang ia tugaskan untuk melaporkan jika Tuan Arsen telah datang. Kemal segera bergegas keluar berjalan melewati lorong untuk sampai di ruang kerja tuan Arsen.
"Siapkan berkas untuk pertemuan dengan Aura nanti pukul 10!" ucapnya pada sekretaris yang sudah berdiri ketika melihat kedatangannya.
"Baik,Tuan!"
Tokk ... Tokk ...
"Apakah sudah ada laporan mengenai yang semalam aku perintahkan?" Tanyanya langsung.
"Sedang kami selidiki Tuan, saat ini mereka menginap di salah satu tempat penginapan milik Nyonya Tyas,"
"Maksudmu?"
"Menurut laporan dari Neo Hotel dari daftar tamu yang datang hari kemarin ada satu keluarga dari Ibukota memesan 3 kamar untuk 5 hari ke depan,"
"Lalu tujuan mereka datang ke kota ini?"
"Hmm, lalu yang kedua?"
"Saya sudah meminta orang kepercayaan saya untuk seleksi beberapa wanita yang jago di bidang Karate, tekwondo, silat, jujutsu dan ... tinju," ujarnya menjelaskan.
"Hmm, kerja bagus! Lalu apa lagi?" tanyanya.
"Pukul 10 ada pertemuan dengan Aura di ... ."
"Kenapa kau tak bilang sehari sebelumnya?" Ujarnya memotong.
"Maaf, Tuan! Karena saya baru tau kemarin sore dan pagi ini Nona Aura baru menghubungi saya,"
"Sekali lagi seperti ini, kau akan aku nikahkan dengannya," ancamnya menatap kedua mata Kemal dengan tajam.
"Ma-maaf Tuan!"
__ADS_1
"Aiish! Tidak mau, walaupun Anda memaksa dan berani membayarku cukup tingggi Tuan!" batinnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
...TYAS POV...
Hari ini pekerjaan rumah untuk sementara waktu sudah beres, tadi pagi pegawai dari salah satu hotel memintaku untuk datang kesana membicarakan rencana promosi cabang hotel selanjutnya di luar kota.
Ya, hotel ini adalah hadiah pernikahan kami setahun yang lalu. Meski begitu, pekerjaan utamaku ya di rumah. Makanya aku bilang hanya seorang ibu rumah tangga biasa, karena rasanya tidak pantas jika aku menyebutnya sebagai wanita karir, pengusaha atau apalah itu.
Nyatanya aku jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah pergi ke sana kecuali jika ada acara besar atau rapat penting seperti siang ini. Ahh! Aku paling malas main dengan alat make up, tapi mau tidak mau aku harus melakukannya. Karena tidak mungkin aku datang ke sebuah pertemuan dengan wajah polosan.
Pakaian casual menjadi pilihanku saat ini, blazer dengan warna cream di padukan dengan singlet berwarna hitam aku rasa sah-sah saja selagi aku nyaman memakaianya. Dengan kemampuan makeup alakadarnya, aku mulai memoles wajahku.
Face mist, bedak, blash on, eyeshadow, pensil alis, maskara dan lipstik aku harap sudah cukup. Setelah semua aku tancapkan sedikit-sedikit pada wajahku yang seperti kulit badak, dan bercermin memastikan lipstik tidak keluar dari garis bibir, aku segera keluar dari ruang ganti.
"Astaga! Aku hampir lupa, sebaiknya aku kabari Mas Arsen dulu kalau hari ini aku akan ke Neo Hotel,"
Tuut! Tuut! Tuutt!
"Hallo Mas! Mas mendengarku?"
"Ya sayang! Ada apa?" tanyanya padaku.
"Aku hanya mau pamit, pagi ini Keke menghubungiku, ada pembahasan untuk promosi cabang yang baru. Untuk itu aku minta izin dulu ke Mas, supaya perjalanan aman dan apa yang aku lakukan hari ini berkah," ujarku berbicara panjang kali lebar entah ada yang salah atau tidak.
"Okey! Sampai jam berapa?"
"Belum tau, nanti aku hubungi Mas lagi. Ya sudah ya Mas, aku berangkat dulu, bye!"
"Hati-hati, sayang!"
Taxi Online sudah tiba di halaman rumah sejak 5 menit yang lalu. Ya, aku tidak mungkin pergi jauh bersama Voni. Selain jaraknya yang jauh, aku belum terlalu pandai dan tidak mungkin di perbolehkan oleh suamiku.
Sementara itu,
"Kemal, kirim beberapa keamanan ke Neo Hotel! Saat ini isteriku sedang dalam perjalanan menuju kesana, dan pastikan rombongan keluarga dari Ibukota tidak melihat isteriku,"
"Baik, Tuan!"
__ADS_1
Kemal segera menghubungi anak buahnya untuk stay di Neo Hotel dan mengawal Nyonya Tyas yang sebentar lagi akan tiba di sana. Setelah itu, Kemal dan Tuan Arsen bergegas pergi menuju tempat pertemuan bersama Aura yang mungkin sudah datang disana lebih dulu seperti biasanya.