
"Kenapa perasaan ku tak karuan" lirih Reyhan
Dia tidak fokus dalam pekerjaannya dan terus mencemaskan Kayra bahkan Diki yang menjelaskan sebuah pekerjaan ia tidak mendengarkan sedikit pun.
"Dimana ponsel ku?" ucap Reyhan
Diki yang sedang memegang berkas di tangannya mengerutkan keningnya melihat Tuan nya seperti mencari sesuatu
"Tuan apa yang anda cari?" Tanya Diki
"Ponselku"
"Hah" bingung Diki, bagaimana dia bisa kehilangan ponselnya sendiri?
"Tuan ada seorang karyawan menemukan ponsel anda" Kata Arion yang baru datang
"Berikan padaku" Ucap cepat Reyhan
"Tuan handphone anda mati mungkin tadi jatuh dengan cukup keras" ucap Arion
Dengan gerakan cepat Reyhan mengaktifkan kembali ponselnya dan melihat banyaknya panggilan dari istrinya dan Mommy nya 20 menit yang lalu
"Cepat kau telpon pangawal yang menjaga istri ku sekarang!" Cemas Reyhan
"Baik Tuan" gelagapan Arion
"Sia*l kenapa tidak diangkat" Umpat Arion
Wajahnya sekarang sudah pucat akibat tidak ada yang mengangkat telpon nya dari bodyguard yang menjaga Kayra
Dengan langkah gemetar serta ketakutan Arion menghampiri Reyhan
__ADS_1
"T-tuan mereka tidak bisa di hubungi" Ucap Arion
"Cek lokasi mereka" Tegas Reyhan
"B-baik Tuan" Cepat Arion
"Tuan lokasi nya sudah ketemu" Ucap Arion
Tanpa menjawab Reyhan langsung pergi dan di iringi Diki di belakangnya
Sedangkan Arion ia langsung menghubungi anak buahnya untuk mengikuti Reyhan
"Kenapa sepi sekali" gumam Diki lalu ia memasang earphone nya yang langsung terhubung dengan Arion
"Ini tempatnya" Ucap Diki ya mereka tidak satu mobil Diki di mobil yang sama dengan Reyhan sedang kan Arion iya di mobil belakang
"Maju dikit lagi" Ucap Arion
"Jalan ini tidak ditutup memang ada orang yang sengaja menutup jalan ini seperti sudah direncanakan" Arion serius
Sedangkan Reyhan ia sudah di landa kecemasan dan terus menatap ke depan
Ketika mobil nya sedang berjalan pandangannya tertuju pada anak buahnya yang terbaring bersimbah darah
"Astaga" lirih Diki menatap ke depan
"Tuan" teriak Diki karna Reyhan melompat dari mobil saat mobil sedang jalan
"KAYRA!!" lirih Reyhan tidak memperdulikan kaki nya yang sakit akibat ia melompat dan langsung berlari dan mencari Kayra
"Tuan" Teriak mereka semua mengejar Reyhan
__ADS_1
"Arsy" Teriak Reyhan menghampiri Arsy yang pingsan
"Ars bangun" Ditepuk-tepuk nya pipi sang adik dengan gemetar
"Mom" Ucap Reyhan menghampiri Mommy nya
"Kayra dimana kamu!!" teriak Reyhan dengan air mata yang mengalir
Sungguh Diki dan Arion sangat merasa kecewa pada diri mereka ketika melihat Tuan nya yang tak pernah menangis setelah kepergian Ayahnya sekarang menangis
"Kalian bawa Nona dan Nyonya sekarang!" Perintah Arion ."Dan bawa semua bodyguard yang terluka" Ucapnya lagi
"Ailee!" teriak Reyhan
"Ai" Panggil Reyhan memangku kepala adiknya
"K-kakak" Lirih Ailee
"k-kakak ipar" Ucap nya lemah memandang kearah samping yang terlihat Kayra terbaring lemah dan bersimbah darah apalagi dibagian perutnya
Reyhan mengalihkan pandangannya ke arah Ailee lihat
"KAYRA!! teriak Reyhan menghampiri istrinya
"Sayang bangun Kayra!!" teriak Reyhan memeluk tubuh Kayra
"Darah!" ucap nya gemetar melihat darah Kayra yang menempel di tangan nya
Dipandangnya bagian perut Kayra dan sedetik kemudian
"Tidak!!" Teriak Reyhan
__ADS_1
Diki dan Arion memalingkan wajah mereka dan menahan air mata melihat Kayra banyak mendapatkan sebuah tusukan dan lebih menyakitkan tusukan itu di bagian perut nya