
Sesampainya di perusahaan Reyhan Kayra turun dari ojek itu dan Reyhan juga keluar dari mobilnya.
Semua orang menatap aneh ke arah Kayra dan Reyhan.
Kayra menyodorkan tangannya ke arah Reyhan
"Apa?"...
"Uang" ucap Kayra
"Bukannya di bayar lewat aplikasi kenapa tunai" ucap Reyhan
"Tidak ada berikan saja aku uang kasihan bapak ini dia bilang kalau istrinya sedang hamil seperti ku juga dan sebentar lagi mau lahiran tapi tidak ada biaya" ucap Kayra
"Ck.ini" ucap Reyhan memberikan sebuah cek dengan jumlah yang fantastis
"Ck, aku meminta tunai Reyhan" ucap Kayra
"Kay dia bisa mencairkan sendiri uang itu" ucap Reyhan kesal
Para bodyguard dan Diki hanya menyaksikan drama suami istri itu.
"Hey kau bisakan mencairkan cek itu" dingin Reyhan
"Bisa tuan" jawab bapak itu
"Kau dengar" ucap Reyhan
"Huft baiklah" ucap Kayra lalu memberikan cek itu ke tukang ojek itu.
Reyhan yang kesal segera meninggalkan Kayra.
"Hey Reyhan" ucap Kayra mengejar langkah Reyhan
"Kalian sudah bosan bekerja?" Ucap Diki dengan lantang
Mereka berhenti berkumpul dan kembali bekerja.
"Reyhan dengar kan dulu aku" ucap Kayra mengejar Reyhan yang lebih dulu keluar dari lift.
__ADS_1
"Rey aku ahkkk" teriak Kayra hendak tersungkur tapi untung saja Reyhan segera menangkap tubuh itu
"Syukurlah"tenang Kayra
Pletak
"Reyhan sakit" rengek Kayra
"Hati-hati kalau jalan bagaimana jika jatuh?" ucap Reyhan
"Ya, maaf" ucap Kayra merasa bersalah
"Maafkan mommy ya sayang" ucap Kayra mengelus perut nya yang sudah membesar
"Ceroboh" pelan Reyhan..
"Kenapa kau tidak diam di rumah saja" Ucap Reyhan
"Aku ingin ikut bersama mu kenapa salah?" ucap Kayra kesal lalu masuk keruangan Reyhan lebih dahulu
"Huft sabar dia hamil" batin Reyhan
Setelah sekian lama bermain hp dia mengantuk dan tertidur. Reyhan yang sedang fokus bekerja menghentikan aksinya itu dan menghampiri kayra dan membawa selimut di tangannya.
"Kenapa semenjak hamil dia sangat suka memakai dress" ucap Reyhan menyelimuti Kayra.
"Tuan..
Diki masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu
Reyhan memberi isyarat menggunakan jarinya untuk diam Diki mengerti itu dan menunggu sang tuan.
Reyhan melangkah menuju balkon dan Diki mengikuti nya.
Setelah berbicara beberapa poin mereka menyudahi pembicaraan mereka.
Reyhan menghentikan pekerjaannya dan memandang jam di tangan nya.
"4 sore dan dia belum bangun" gumam Reyhan
__ADS_1
Dia memutuskan untuk pulang dengan mengendong Kayra.
"Dasar kebo" ucap Reyhan di sela perjalanan nya dengan mengendong Kayra ke mobil.
"Hoam"...
"Jam berapa ini" tanya kayra dengan mengucek-ucek matanya
"Jam 4" ucap Reyhan
"Sudah sore ternyata" ucap Kayra
"Rey" panggil Kayra
"Stop, kita pulang sekarang" ucap Reyhan yang seakan tahu jalan pikir kayra
"Ck, pelit. Sayang Daddy mu itu pelit padahal mommy mu ini minta di belikan mobil" ucap Kayra lesu
"Mobil? Ingin mobil apa sayang?" ucap Reyhan tersenyum
Akhirnya Kayra mau menghabiskan uangnya tentu hal itu membuat Reyhan senang.
"Anak Daddy ingin mobil?" tanya Reyhan dengan mengusap perut Kayra
"Tidak jadi tadi Daddy menolak" ucap Kayra ketus
"Kalau untuk hal ini aku setuju, ingin mobil merk apa?" ucap Reyhan
"Yang paling mahal" ucap Kayra asal
"Oke" ucap Reyhan
Malam hari di mansion
"Mom" panggil Kayra duduk di samping Rosa
"Sayang pilihlah gaun mana yang kau suka" ucap Rosa
Ya Rosa mendatang kan baju-baju dari butik kerumahnya
__ADS_1