Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 127


__ADS_3

"Kakak nenek menyuruh mu pulang" ucap dua anak kecil yang baru datang


"Siapa mereka?" tanya lembut Kayra


"Adik-adikku" ucap anak itu


Kayra tidak bisa melihat dengan jelas wajah dua anak itu sehingga ia tidak tahu persis wajah nya


"Mereka juga anak-anak mu mom" ucap anak itu


Kayra terkekeh lucu mendengar nya


"Kak dia ibu kita?" tanya salah satu anak itu yang paling muda


"Iya"


"Mommy" panggil anak itu dan hendak memeluk Kayra tapi di halangi oleh anak yang tidur di pangkuan Kayra


"Tidak boleh untuk saat ini mommy milikku nanti di alam sana mommy milik Kalian dan kalian bisa puas bermain bersama mommy dan untuk sekarang ini jatah ku bersama dengan mommy" ucap anak itu


Kayra terkekeh kecil mendengar nya walaupun ia tidak tahu siapa anak kecil yang memanggil anak di pangkuan nya ini dengan kakak tapi Kayra bisa merasakan ikatan keluarga disini


"Nak kenapa aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah adik-adik mu" tanya kayra


"Karna belum waktunya bagi mommy untuk melihat mereka." Ucap anak itu tersenyum


"Ternyata kalian bertiga disini" teriak seorang wanita tua


"Nenek" teriak anak kembar itu


"Bian ayo pulang ini sudah sore" ucap wanita yang di panggil nenek


"Sebentar lagi nek" ucap anak di pangkuan Kayra


"Mama" lirih Kayra


"Apa kabar sayang" tanya wanita itu yang ternyata mama nya

__ADS_1


Kayra berdiri dan menghampiri mama nya dan kemudian memeluk nya


"Ma" lirih Kayra


"Kamu tidak usah khawatir mama akan menjaga anak-anak mu disini" ucap mama Kayra


"Hanya merindukan mama mu tidak dengan papa Kayra?" ucap seorang laki-laki


"Papa" teriak Kayra menghambur ke pelukan pria cinta pertama nya


"Bagaimana kabar mu sayang" ucap papa


"Aku baik dan papa?"


"Papa juga baik hanya saja sering di jahili oleh anak mu" ucap papa


Kayra tersenyum dan kemudian dia menoleh kebelakang ada sosok pria yang seumuran dengan papa nya tengah tersenyum sambil menatap nya Kayra pun membalas senyuman pria itu


"Sudah waktunya kamu kembali sayang" ucap papa


"Aku mau disini bersama kalian pa dan bersama dengan Bian*


"papa yakin suatu hari nanti kita akan berkumpul lagi tapi untuk saat ini belum waktunya kita berkumpul" di belai nya lagi rambut Kayra "Kau sudah banyak menghadapi cobaan yang berat kini sudah waktunya kau merasakan kebahagiaan" ucap sang papa


"Sayang ayo kita pulang" panggil seorang pria dari belakang kayra


"Tidak Rey aku tetap ingin disini" ucap Kayra


"Ini bukan tempat kita sayang ayo kita pulang" ajak Reyhan


"Tapi-


"Pulang lah nak sebentar lagi kau akan merasakan kebahagiaan di rumah tangga


mu" ucap sang mama


Kayra memandang ke dua orang tua nya dengan air mata yang berlinang

__ADS_1


Kemudian anak kecil tadi menghampiri kayra


"Mom pulanglah ini bukan tempat mommy" ucap bian


"Bian mommy" kata Kayra tercekat


"Kita pasti akan bertemu kembali mom, suatu hari nanti " ucap bian


Kayra akhirnya mau pulang


"Ayo" ajak Reyhan mengandeng tangan Kayra


Kayra masih memandangi 2 orang anak kembar yang memanggil Bian kakak wajah mereka tidak terlihat dengan jelas jadi Kayra sangat kesusahan melihat wajah itu


Mereka semua tersenyum ke arah Kayra dan melambaikan tangan


Kayra menoleh kebelakang dan tersenyum kepada keluarga nya


Setiap langkah nya berjalan seakan berat dan tak rela meninggalkan keluarga nya dan di setiap langkah nya itu pula perlahan membuat keluarganya yang sedang menatapnya perlahan menghilang dari pandangan nya.


Kayra menangis bahagia


Kayra terbangun dalam keadaan menangis dadanya terasa sesak ketika mengingat mimpinya tadi


Reyhan yang merasa tangan nya basah karna Kayra menjadikan lengannya sebagai bantal


pun bangun


"Sayang kamu nangis" kaget Reyhan dan menyalakan lampu


"Hiks hiks hiks Rey aku mimpi bertemu dengan Bian" Isak Kayra


Dengan gerakan cepat Reyhan memeluk tubuh itu yang tengah duduk


"Dia sangat tampan Rey dan dia memanggil ku mommy dan kami bermain disana Rey" ucap Kayra


"Kami bermain ayunan duduk di bawa pohon dan dia berbaring di pangkuan ku Rey" ucap Kayra

__ADS_1


Reyhan tak kuasa menahan tangisannya ia ikut terisak mendengar setiap kata yang terucap dari mulut istri nya


__ADS_2