
flashback on
Yuna yang berada diperjalanan untuk menuju pulang dengan menggunakan mobilnya yang di sopiri oleh Arion
tidak ada wajah ramah-ramahnya di wajah Arion hanya ada semburat kemarahan di wajahnya bahkan kini ia sangat marah hilang sudah wajah cute nya dengan ditutupi wajah yang menahan amarah yang membara.
"jika saja Diki tidak melarang ku membunuh mu sekarang juga pasti sudah lama kau ku bunuh"geram Arion dalam hati menatap Yuna dari kaca spion
dari tadi Arion hanya menatap Yuna yang gerak-geriknya sangat aneh menurut nya dengan mengotak-atik Ponsel nya
"ada apa dengan ponselnya? orang kaya kok ponselnya ngelag"ucap Arion mengejek Yuna tapi cuma berani dalam hati
"hey sial*n kenapa lama sekali kau mengangkat telpon nya"umpat Yuna di telpon
"maaf nona"jawab orang itu
"bagaimana apa kau sudah menyelesaikan tugas yang ku berikan padamu?"
"maaf nona, wanita itu berhasil kabur"ucap orang itu takut-takut
"APA!
"iya nona"
"kau memang tidak berguna masa mengurus satu wanita saja tidak becus HAH! bentak Yuna
"maafkan saya nona"
"maaf kau bilang! kembalikan uang yang telah kuberikan padamu sekarang"ucap Yuna emosi
"tidak bisa nona anda sudah mentransfer uang nya pada saya dan mana bisa di kembalikan lagi"ucap orang itu
"tidak mau kau bilang? asalkan kau tau gara-gara mu rencana ku semuanya berantakan!"teriak Yuna seperti orang gila
"seperti nya aku harus membawa headset tadi tapi ketinggalan lagi di apartemen"ucap Arion yang jengah mendengar teriakkan Yuna.
__ADS_1
sedari tadi Arion hanya mendengarkan Yuna yang mengomel-ngomel tidak jelas bahkan teriak-teriak di telpon
"seperti nya aku harus membawanya ke rumah sakit jiwa"gumam Arion
"aku tidak mau tau kau harus mengembalikan uang ku atau aku pastikan hidup mu tidak tenang"ucap Yuna lalu mematikan panggilan nya
"ahk. sial"ucap kesal Yuna mengacak-acak rambutnya
"ya aku tidak salah lagi, aku memang harus membawanya ke rumah sakit jiwa"ucap kecil Arion
disaat Arion sedang mengemudikan mobilnya tiba-tiba ada beberapa mobil yang menggepung mobil nya sehingga ia harus mengerem mendadak.
"ada apa Ar?"tanya Yuna
"saya tidak tau nona"ucap Arion
lalu diseberang sana seseorang keluar dari mobilnya dengan memakai kaca mata hitam di hidung mancungnya yang membuat orang itu sangat tampan dengan diiringi oleh para bodyguard nya yang sangat banyak.
tok tok tok
sambil membuka kacamata nya dan tersenyum Diki berkata. "Hay, bro"
"Dik kau ada apa-
"kalian tarik wanita itu dan bawa dia"ucap Diki tanpa mendengar kan ucapan Arion
''baik tuan" jawab para bodyguard
"Dik ini-
"kau pasti sudah tau beritanya kan, jadi tuan memerintah kan ku untuk menangkap nya"ucap Diki
"tapi aku heran padamu ini kan bukan jalan menuju mansion keluarga ZEVANKA mau kemana kalian?" tanya Diki penasaran
"aku berencana ingin membawanya ke rumah sakit jiwa"ucap Arion santai
__ADS_1
"why?
"aku kesal mendengar nya terus teriak-teriak tidak jelas di dalam mobil tadi jadi aku ingin membawanya ke rumah sakit jiwa saja"ucap nya
"dan oh ya Dik aku rasa ada satu hama lagi yang harus kita urus"
"apa?
"orang yang berniat melecehkan Nyonya kayra. tadi aku mendengar Yuna marah-marah dengan orang suruhan nya karna rencananya gagal"ucap Arion
"ohh si brengsek itu sudah aku sekap, rasanya ingin sekali menonjok wajahnya itu tapi tuan tidak memberikan izin karena ia sendiri yang akan menangani keduanya"ucap Diki
"aku sudah lama tidak memukuli orang jika kau diberi kesempatan oleh tuan untuk memukuli orang itu maka telpon aku. aku juga ingin memukulinya"
"dan aku juga sudah lama tidak masuk keruangan bawah tanah"ucap Arion sedih
"hahaha sebentar lagi kau pasti akan merasakan nya lagi kini kau tinggal menunggu perintah dari tuan selanjutnya apa yang harus kau lakukan"ucap Diki menepuk punggung Arion
"sial*n lepaskan aku!!" teriak Yuna yang tangannya di tarik paksa oleh anak buah Diki
"Arion selamatkan aku apa kau hanya akan melihat saja aku di perlakukan seperti ini? dasar tidak berguna"teriak Yuna
"untuk hal ini aku tidak bisa melakukan apapun kau harus menanggung kesalahan yang telah kau perbuat"jawab dingin Arion
"sial*n kau Arion!" teriak Yuna
"pengawal buat ia pingsan ia berisik sekali"ucap Diki dan dilaksanakan oleh bodyguard dengan memukul tengkuk Yuna
"bawa dia"ucap Diki
"aku harus mengurus mereka dulu Ar sementara tuan belum memberikan perintah lagi padamu tetap lakukan kegiatan mu seperti biasa bekerja di perusahaan ZEVANKA"ucap Diki
"iya ya" jawab kesal Arion
bersambung
__ADS_1