
Reyhan mengambil salah satu pistol yang berwarna silver.
"Aku rasa sekarang kita akan sering memegang ini daripada laptop" ucap Reyhan tiba-tiba
"Maksud anda tuan" ucap Arion
Bukannya menjawab Reyhan malah melemparkan salah satu pistol ke tangan Arion.
"Persiapan kan dirimu, aku tidak mau semenjak kau fokus keperusahaan kemampuan mu dalam bela diri berkurang" ucap Reyhan dingin
Terlihat di depan mereka sebuah apel, dan Reyhan berniat untuk menembak apel itu jarak apel itu dengan tempat Reyhan berdiri cukup jauh.
Dor
Dengan sekali tembakan peluru Reyhan sudah menghancurkan apel itu.
"Apel yang utuh akan tetap hancur apabila terkena racun" ucap Reyhan dengan tersenyum miring.
Arion mulai bisa mencerna ucapan demi ucapan tuannya
"Aku mau setelah kita pulang klan Venom sudah ada kemajuan lagi dalam ilmu bela diri katakan itu pada Mark" ucap Reyhan
"Baik tuan" ucap Arion.
"Seperti nya akan ada masalah yang akan dihadapi setelah ini" Batin Arion lalu ia keluar sebentar dari ruangan itu untuk menelpon Mark
"Hallo" ucap Arion
"Hay bro, kau merindukanku" ucap Mark
__ADS_1
"Kata tuan setelah dia pulang member klan Venom harus sudah lebih menguasai ilmu bela diri dari sebelumnya dan tuan akan mengetes mereka satu persatu" ucap Arion
"Apa ada masalah" ucap Mark mulai serius
"Aku rasa iya, tapi tuan belum mengatakan nya dan dia meminta kita semua untuk mulai persiapkan diri"ucap Arion
"Baiklah" ucap Mark lalu panggilan pun berakhir
Semenjak pemindahan kerja Diki membuat posisi mereka bekerja berubah yang dimana dulunya Mark seorang bodyguard Reyhan sekarang dia bertugas untuk menjaga klan Venom mengantikan Arion dulu.
Arion bisa melihat dari mata sang tuan yang terlihat tambah menajam.
"Sepertinya masalah ini bukan hal yang main-main" batin Arion
Lama Arion menemani sang tuan bermain pistol.
Setelah dirasa puas mereka kembali ke taman.
"Dia itu pria yang humble dan periang aku yakin mudah untuk menaklukkan nya" ucap Lita
"Ya, memang sekarang dia itu terlihat dingin dan cuek tapi pada dasarnya dia itu berhati hello Kitty" ucap Lita
Mendengar kata-kata hello Kitty membuat Kayra dan Tara tertawa.
''Iya kan Arion" ucap Lita
Arion yang tak mengerti pun mengangguk kan kepalanya "Iya nyonya" ucap Arion menurut
Tara dan Kayra tertawa terbahak-bahak melihat Arion yang menuruti ucapan Lita.
__ADS_1
"Apa ada yang salah??" batin Arion
"Mom, aku mau tidur" ucap Alger
"Ah iya, ayo kita masuk sayang" ucap Kayra membawa kedua putranya dan di ikuti oleh Reyhan.
Dan tak lama Lita pun menyusul masuk kedalam karna hari sudah cukup larut
Dan tinggallah Arion dan Tara disana
"Ternyata di balik wajah dinginmu kau berhati hello Kitty ya" ucap Tara menahan tawanya
"Apa maksud mu?" ucap Arion
"Kau sendiri yang mengiyakan tadi pada saat nyonya Lita berbicara pada mu 'iya kan Arion', dan Kau menjawab iya" ucap Tara tertawa
Arion baru mengerti kenapa tadi nyonya nya dan Tara tertawa terbahak-bahak rupanya sedang membicarakan dirinya
"Kau tidak ada niatan begitu untuk mencari pasangan??" ucap Tara
"Tidak!!" jawab spontan Arion lalu meninggal kan Tara seorang diri
"Huh, kapan kau mencair" ucap Tara
Di kamar Reyhan...
"Kamu tadi dari mana kok lama banget bicara dengan Arion ada masalah??" ucap Kayra
"Hanya masalah kecil sayang" ucap Reyhan tersenyum
__ADS_1
"Dengar jika kamu ingin bercerita maka ceritakan padaku aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari ku dan aku akan menunggu sampai kamu bercerita sendiri padaku sayang aku tidak akan memaksa untuk kamu menceritakan nya karna aku mempercayaimu honey" ucap Kayra lalu mengecup pipi Reyhan, dia tahu kalau Reyhan pasti membutuhkan waktu untuk bercerita pada dirinya
"Terimakasih sayang" ucap Reyhan dengan menggenggam jemari tangan Kayra .