
Semua terdiam ketika mendengar bentakan Kayra.
"Aku tau bagi orang seperti kalian ini *** sudah menjadi hal biasa bagi kalian tapi, masalah nya! kalian berada di lingkungan keluarga Zeinard dan apabila hal seperti ini terjadi kalian harus menikah" ucap Kayra tegas
"Kau ini bicara kenapa? Dari tadi diam terus" ucap Kayra kesal
"Ini urusan mereka dan aku tak perlu ikut campur mereka sudah dewasa" ucap Reyhan dingin
"Tolong Diki turunkan keras kepala mu itu, mereka saling mencintai" ucap Bella
"Sekali tidak tetap tidak" ucap Diki dingin
Mark yang kesal langsung menonjok wajah Diki dan menciptakan memar disana.
Tidak ada yang melerai mereka Diki hanya diam mendapatkan tonjokan dari Mark
"Lepaskan Lea" ucap Arion
"Apa ini caramu setelah selama ini kita bersahabat?" ucap Arion
"Seperti yang di katakan nyonya tadi bagi kita ini sudah menjadi hal yang tak asing dan aku tak mempersalahkan hal itu" ucap Arion
"Aku akan menikahi Lea secepatnya ini salahku jadi aku harus tanggung jawab" ucap Diki
Air mata Arion tak bisa terbendung lagi dia menatap Diki dengan kecewa dan kebencian
"Aku kecewa padamu" ucap Arion
__ADS_1
Lalu Arion melepaskan cincin yang melekat di jari manisnya dan melemparnya di depan Lea.
Yah Arion sudah melamar Lea sebelum pernikahan Bella di gelar.
Lea menatap cincin itu nanar dan air matanya terus saja mengalir.
"Arion tidak jangan pergi" ucap Lea mengejar Arion yang berjalan keluar.
Arion membanting pintu itu dengan kuat dan Lea secara refleks berdiri di tempatnya dan berhenti mengejar Arion
Begitu juga dengan Kayra Reyhan membawa bumil itu pulang karna menurutnya hal ini bukan lah urusan mereka.
....
"Rey" ucap Kayra dengan membaringkan diri di kasur kesayangan nya
"Kau lelah" ucap Reyhan
"Iya kaki ku pegal sekali" ucap Kayra
"Yang mana? tanya Reyhan duduk di ranjang dan menaikkan kaki Kayra ke pahanya.
"Yang ini" ucap Kayra menunjuk kakinya
Reyhan dengan senang hati memijat kaki bumil itu.
"Emm Rey menurut mu apa hal tadi tidak membawa dampak buruk" ucap Kayra
__ADS_1
"Karna kan Arion dan Diki itu sahabat dekat dari sejak lama bahkan sebelum aku bertemu dengan mu" ucap Kayra
"Tidak usah memikirkan hal yang tak perlu di pikirkan sayang" ucap Reyhan
"Ck, dari tadi jawaban mu itu saja" ucap Kayra kesal
Reyhan hanya tersenyum tipis.
Keesokan harinya
Setelah membujuk cukup lama akhirnya Kayra di perbolehkan oleh Reyhan untuk pergi ke kantor.
Reyhan sebenarnya ingin ikut bersama Kayra tapi urusan kantornya tidak bisa ia tinggal.
Maka dari itu Reyhan memasangkan earphone di telinga Kayra yang langsung terhubung ke dirinya.
Jadi Reyhan bisa mendengar apa yang di bicarakan Kayra begitu juga dengan Kayra
Reyhan juga memakaikan earphone itu ke telinga nya agar tetap bisa berkomunikasi dengan bumil itu
Kayra kesal mendengar ocehan dari Reyhan yang tidak ada habisnya menurut nya.
Kayra rasanya ingin sekali melepaskan earphone itu dari telinga nya tapi Mira yang berada di samping ya itu melarangnya.
"Kenapa pelayan ku yang satu ini berbeda dengan pelayan ku yang lain nya, yang ini tidak bisa di bujuk" batin Kayra menatap kesal Mira
"Aisshhhh" kesal kayra
__ADS_1
"Kau kenapa" ujar Reyhan di seberang sana