
"Ada apa dengan mu?" tanya Shelli dengan membawa semangkuk puding
"Entahlah tiba-tiba kepalaku sangat pusing" ucap Lea
"Istirahat lah" ucap Shelli
"Aku pesankan kamar?" tanya Shelli
"Tidak usah aku pulang saja" ucap Lea sambil memegangi kepalanya
"Hey aku antar saja ya tidak baik jika kau menyetir dalam kondisi seperti itu" ucap Shelli setengah berteriak karna Lea sudah berjalan pergi
Lea hanya melambaikan tangannya pertanda tidak perlu.
"Dimana Arion" ucap Shelli mencari-cari sosok Arion
Setelah acara upacara pernikahan di laksanakan mereka menikmati makanan yang disediakan oleh tuan rumah.
"Ck, dimana mobilku" ucap Lea berjalan mencari mobilnya
"Astaga kenapa kepalaku sangat pusing" ucap Lea
Lea dengan setengah sadar membuka pintu mobil sembarangan orang
Yang ternyata di dalam mobil itu sudah ada seorang pria yang tengah mati-matian menahan hasratnya.
"Kau siapa?" tanya Lea
"Kau siapa kenapa di mobilku" dingin pria itu
"Diki?" tebak Lea
"Keluar dari mobilku" ucap Diki
"Bolehkah aku minta tolong, antatkan aku ke apartemen ku kepala ku pusing" ucap Lea
__ADS_1
"Suruh Arion saja" ucap Diki
"Dia tidak ada, aku sudah mencari nya" ucap Lea
"Ck, keluar" usir Diki
Dengan langkah gontai Lea hendak pergi dari mobil itu.
"Dimana alamat mu" dengan berat Diki berbicara
"Apartemen xxxxx" ucap Lea
Sesampainya disana ternyata Lea tertidur dan dengan berat hati Diki mengendong tubuh Lea ke apartemen nya
"Astaga kenapa ini semakin panas" batin Diki dengan mengendong Lea
Diki membuka apartemen Lea menggunakan kartu yang tadi di berikan Lea padanya.
"Huftttt" helaan nafas panjang Diki sangat berat disaat ia hendak pergi tangannya di tahan oleh Lea
"Kau kenapa hey" ucap Diki dengan menepuk pipi Lea
Bruk
Diki jatuh di atas tubuh Lea dan Lea langsung mencium bibir diki dengan lahap.
"Berhenti jangan membuat ku melampaui batasan ku" ucap Diki terengah-engah
Dengan kesadaran yang telah habis Lea membalikkan tubuh Diki dan duduk di atas perut Diki.
"Badanku sangat panas ku mohon bantu aku" ucap Lea menatap sayu Diki
Tanpa menunggu aba-aba dia langsung menciumi bibir Diki dan meraba-raba ke bagian dada bidang pria itu sembari jari lentiknya membuka kancing baju yang di kenakan oleh Diki.
"Berhenti" ucap Diki berusaha menahan mati-matian gairah nya.
__ADS_1
"Why?" ucap Lea
"Ini salah" ucap Diki
"Kau akan membiarkan ku mati karna menahan panas di tubuhku ini" ucap Lea
"Baiklah ini adalah kemauan mu" ucap Diki membalikkan badan Lea
Dan sesuatu yang tak seharusnya terjadi di antara mereka berdua pun terjadi di malam itu. Tanpa mereka sadari kalau perbuatan mereka malam ini menciptakan sesuatu hal yang sangat besar yang akan memicu hubungan mereka yang tak jelas itu.
...----------------...
"Kau tidak lelah sayang" ucap Reyhan di samping kayra yang sedang asik memakan kue.
"Tidak cobalah kue ini sangat enak" ucap Kayra menyodorkan sesendok kue ke mulut Reyhan.
"Benarkah?" ucap Reyhan mencicipi kue dari Kayra
"How?"
"Enak" ucap Reyhan
Mereka belum kembali ke mansion dan masih berada di pesta pernikahan Bella dan Daniel
"Apa yang kau cari" ucap Reyhan duduk di samping kayra
"Aku tak melihat Lea dari tadi dimana dia?" ucap Kayra
"Mungkin sedang bersama temannya sayang" ucap Reyhan
"Bisa jadi, tapi entahlah aku merasa akan ada sesuatu hal yang besar akan menimpa Lea." ucap Kayra
"Hey jangan bilang seperti itu. Memangnya kamu peramal? Ucap Reyhan
"Iya juga ya hehehe" ucap Kayra cengengesan
__ADS_1