
Beberapa hari kemudian
"Kayra kau senang sekali menuruni tangga kenapa tidak memakai lift saja" ucap Reyhan dengan cerewet nya.
"Ah ayolah Reyhan hari ini aku hanya mendengarkan Omelan mu saja" jengah Kayra dengan tetap menuruni tangga satu persatu.
"Ini demi keselamatan mu" jawab Reyhan
Entah Kayra tak habis pikir Semenjak kepulangan mereka dari rumah sakit Reyhan sangat cerewet dan protektif.
Saat hendak melangkah tiba-tiba kaki Kayra terpeleset.
"Kayra" terika Rosa dari bawah
"Ahkkk!!" teriak Kayra dengan cepat Reyhan menarik tangan Kayra sehingga ia tak jadi jatuh
Reyhan menarik Kayra ke pelukannya.
"Hufttt!!, PELAYAN KENAPA TANGGA BISA LICIN!!" ucap Rosa berteriak
"Sayang are you oke?'' ucap Reyhan dengan khawatir
Jantung Kayra sudah dag dig dug.
"Aku hampir mencelakai mereka!" ucap Kayra
"Kita kembali ke kamar ya" ucap Reyhan
"Tapi aku lapar Rey aku ingin makan di bawah" ucap Kayra
"Baiklah aku temani ya" ucap Reyhan dengan menahan amarahnya.
Diki yang ada disana dengan cepat mengumpulkan semua para pelayan untuk di interogasi dan Mark mengecek cctv.
__ADS_1
"Kemana para pelayan? di mana pak lan?" tanya kayra duduk di meja makan
Reyhan menarik kursi itu untuk Kayra agar mempermudah kan bumil itu untuk duduk.
"Rey kau dengar tidak" ucap Kayra
Reyhan sedang asik mengisi makanan ke piring Kayra dan menoleh kesamping kala sang wanita memanggil nya.
"Apa sayang?" lembut Reyhan
"Dimana mereka semua?" ucap Kayra
"Siapa?" ucap Reyhan seakan tak tahu
"Pelayan?"
"Diki sedang memeriksa kinerja mereka dalam bulan ini sayang" ucap Reyhan
"Ohhh" ucap Kayra yang percaya dengan ucapan Reyhan
"Buah nya jangan lupa di makan sayang" ucap Reyhan
"Tidak ah, aku tidak mau" ucap Kayra
"Kenapa tidak makan ya, sedikit saja oke?" ucap Reyhan
"Baiklah" ucap Kayra pasrah
Dia memakan buah dengan Reyhan yang menyuapinya.
"Rey" panggil Kayra
"Hmm?"
__ADS_1
"Boleh keluar?" ucap Kayra
"Kau ingin kemana?" tanya Reyhan dengan masih sibuk menyuapi Kayra
"Kemana saja, yang penting jalan-jalan" ucap Kayra
"Oke" ucap Reyhan
"Thank you" ucap Kayra bahagia dengan mengecup pipi Reyhan.
"Aku bersiap-siap dulu" ucap Kayra berjalan ke atas
"Nyonya kita naik lift saja" ucap Mira pelayan pribadi Kayra
Mira mengikuti langkah Kayra dengan cepat karna bumil ini sangat aktif dan itu membuat jantung nya hampir copot.
"Baiklah" ucap Kayra
Setelah dirasa Kayra sudah ke atas Reyhan segera kebelakang melihat Diki yang tengah menginterogasi pelayan.
Reyhan berdiri dengan bersedekap dada dan wajah khas nya yang datar.
Satu pelayan pria yang tengah di cambuk disana dan itu disaksikan oleh seluruh para pelayan.
Diki tersadar kala Reyhan berada disana, dia membungkuk kan badannya tanda hormat lalu berkata
"Tuan, pelayan ini telah menumpahkan sabun di tangga dan dia lupa untuk membersihkan sabun itu tuan" ucap Diki
"Cukup" ucap Reyhan menghentikan bodyguard yang tengah mencambuk tubuh pelayan laki-laki itu
"Berikan gaji terakhir nya dan segera pergi dari mansion ku" ucap Reyhan
"Ku tegaskan pada semua pelayan mansion ini, bekerja lah dengan benar dan teliti!" ucap Reyhan dengan dingin lalu ia pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
Sembari menunggu Kayra dia duduk di sofa ruang tamu