
Bugh bugh bugh
Tiba-tiba terdengar kegaduhan dari luar Diki dengan cepat hendak memeriksa nya tapi terhenti ketika melihat sosok pria tegap masuk ke ruangan Reyhan dengan gagah nya.
"Tuan kami sudah melarang nya untuk masuk" ucap Mark dengan wajah babak belur
"Kenapa dengan wajah mu?" tanya Diki pasalnya Mark itu merupakan petarung yang handal dan tak mudah di buat tumbang.wajar jika ia heran melihat wajah babak belur Mark atau mungkin dia di keroyok
"Tuan wilston jangan sembarangan masuk keruangan tuan kami" ucap Arion di samping Mark wajah pria itu juga terdapat memar walau tak sebanyak Mark.
Reyhan menatap datar pria itu sedangkan pria itu memberikan senyuman yang terkesan licik.
"Ada kepentingan apa anda datang ke sini tuan wilston" datar Reyhan
"Tidak bisakah anda menyuruh ku untuk duduk dulu?" ucap pria itu dengan senyuman sinis
"Berani-beraninya anda berbicara seperti itu dengan tuan kami" ucap Diki hendak memukul tuan wilston
Tapi itu di hentikan oleh Reyhan dengan memberikan isyarat lewat jarinya.
Reyhan menyuruh wilston untuk duduk di sofa begitu pun dengan dirinya yang duduk di depan pria itu
Mereka berdua saling melempar tatapan satu tatapan tenang dan satu tatapan tajam. tentu tatapan tenang itu adalah Reyhan dan tatapan tajam itu wilston.
"Nama ku Elfano wilston" ucap Elfano
Reyhan tak bergeming atau hendak menjawab ucapan Elfano
"Waktu ku tidak banyak. bicaralah" ucap Reyhan memandangi arlojinya yang terpasang di tangan nya.
__ADS_1
"Aku akan menikahi adik mu" ucap Elfano dengan wajah angkuhnya.
"Hah?" bukan Reyhan menjawab tapi ketiga asisten pribadinya.
"Ya adik mu Arsy Zeinard" ucap Elfano.
Reyhan menatap Elfano semakin tajam dengan bersedekap dada lalu ia menyilangkan kedua kakinya.
"Berani sekali anda mengatakan hal itu" ucap Reyhan dengan tersenyum miring.
"Tentu aku berani kenapa tidak?" ucap Elfano
"Aku tidak setuju" ucap Reyhan dingin
"Aku menghamili nya" ucap Elfano santai
Reyhan semakin menatap Elfano dengan tatapan tajam nya dan membunuh.
Jangan di tanya lagi sekarang wajah Reyhan sekarang wajah tampan itu terlihat suram dan sangat mematikan.
"Anda pikir saya percaya?" ucap Reyhan tersenyum miring
"Silahkan anda tanya pada adik anda sendiri" ucap Elfano.
"Mark bawa pria ini keluar sebelum aku membunuhnya" ucap Reyhan dengan nada mematikan.
"Aku bisa pergi sendiri" ucap Elfano berdiri
"Saya harap anda menyetujui hubungan kami" ucap Elfano sebelum berlalu.
__ADS_1
Reyhan masih duduk di sofa dengan jari terkepal kuat yang menandakan dia sedang marah besar.
Diki langsung menyelidiki hal ini tanpa di suruh oleh Reyhan karna ia yakin tuan nya pasti ingin hal ini di selidiki.
Reyhan berjalan kearah balkon ruangannya untuk menghirup udara segar guna untuk menenangkan emosinya.
Reyhan menatap ke arah jalanan yang sedang ramai dengan sejuta pikiran di otaknya.
Setengah jam berlalu dan Reyhan masih setia berdiri di balkon sampai ia tak menyadari Diki yang baru kembali setelah melaksanakan tugasnya
Dengan hati-hati Diki mendekat ke arah tuannya lalu berbicara
"Tuan ini penyelidikan tentang nona Arsy" ucap Diki memberikan map kepada Reyhan
Reyhan langsung menerima map itu dan membacanya dengan seksama.
"Kayra beraninya kau!!" Geram Reyhan dengan mencengkram erat map di tangannya setelah selesai membaca nya.
Arion? dia tentu saja membalas dendam kepada para anak buah Elfano yang telah menumbangkan anak buahnya yang jumlahnya 2 kali lipat dari anak buahnya yang waktu itu bertugas di depan ruangan Reyhan . dia membawa anak buahnya lebih banyak untuk menumbangkan anak buah Elfano.
Dengan kecepatan di atas rata-rata Arion mengemudikan mobilnya dengan Mark di samping nya. Dia tengah fokus mengejar mobil anak buah Elfano. Arion seakan tuli dan tak perduli teriakan para pengendara karna dia mengendarai mobil dengan gilanya.
Dia tak terima para anak buahnya di perlakukan seperti itu, dibelakangnya terdapat 3 mobil hitam milik para bodyguard nya
Terjadilah aksi kejar mengejar disana.
"Kenapa mereka?" tanya Elfano memandang arah spion
"Mereka asisten dan anak buah tuan Reyhan seperti nya mereka sedang mengejar kita tuan" ucap Dion asisten Elfano
__ADS_1