
"Jangan suruh dia masuk ke kantor" tegas Reyhan
"Baik tuan" jawab Mark
Ya Diki tak di izinkan Reyhan memasuki kantor
Diki menghela nafasnya kasar dia sadar kalau tuannya itu sedang marah terhadap nya.
Satu cara yang bisa ia lakukan adalah dengan secepatnya menikahi Lea.
Diki pergi dengan mengendarai mobil nya sangat kencang.
Di lain sisi Arion berubah dengan sangat cepat pribadinya yang ceria sekarang penuh dengan kemarahan.
Disini lah ia sekarang di markas milik Reyhan dia melampiaskan kemarahannya.
Semua orang bergidik ngeri melihat nya, para bodyguard tidak berani menegur Arion yang sedang menggila
Seperti yang di perintahkan Mark mereka menahan Arion disana agar tak membunuh Diki.
"Aku membenci mereka berdua!!" teriak Arion
Mereka hanya bisa melihat kisah cinta yang pilu dari pimpinan mereka.
Ting tong
Suara bel terdengar Lea langsung berlari bahagia membuka pintu
"Arion" senang Lea membuka pintu.
"Diki" dingin Diki
__ADS_1
"Ayo menikah" ucap Diki to the poin
"Tidak" ucap Lea
"Tidak ada penolakan" ucap Diki
"Kau tahu kejadian malam itu kau yang memaksa ku, jadi jangan mempersulit keadaan ku gara-gara hal ini aku tak diizinkan menginjakkan kaki di mansion maupun di perusahaan Zeinard" kesal Diki
"Dan satu hal lagi dengan kau menolak menikah dengan ku Arion tak akan mau lagi dengan mu karna ia terlanjur membenci mu" tegas Diki
Setelah kepergian Diki Lea merenungi semua yang di bilang Diki.
Dia mengambil ponselnya dan menelpon Diki dia telah yakin kalau ini keputusan yang tepat untuk nya.
"Aku mau" ucap Lea lalu menutup panggilan nya
Lea langsung meluruh ke lantai dan menangis sejadi-jadinya
"Hiks hiks hiks" tangis pilu Lea
Keesokan harinya mereka langsung menikah dengan sederhana.
Lea memandangi cincin di jarinya bukan dari Arion melainkan dari Diki yang sekarang sudah menjadi suami nya.
"Bereskan pakaian mu, nanti aku jemput lagi" dingin Diki menghentikan mobilnya di depan apartemen lea
Lea tanpa berkata langsung keluar dari mobil itu
Arion merasakan sakit hati yang luar biasa kala mendengar berita pernikahan Lea.
Di lain sisi
__ADS_1
Reyhan menemani Kayra menjalani pemeriksaan.
Ya Reyhan mendatang kan Dokter kandungan yang terkenal ke mansion untuk mengecek kandungan Kayra
"Tuan kandungan nyonya sangat baik dan sekarang sudah menginjakkan usia 7 bulan" ucap Dokter itu
Reyhan tersenyum bahagia kala melihat sang buah hati nya yang sebentar lagi akan hadir diantara mereka berdua
Setelah selesai mengecek kandungan kini Reyhan menemani sang istri di kamar
"Kau mengidam sesuatu?" tanya Reyhan
"Iya" ucap Kayra
"Jangan yang aneh-aneh Kayra" ucap Reyhan was was
"Aku ingin melihat mu ke kantor tanpa mengenakan setelan jas mu" ucap Kayra
"What Kayra! Kau itu mengidam atau mengerjai ku" pusing Reyhan
"Anak kita loh Rey yang mau" ucap Kayra
Reyhan menatap perut Kayra dengan tajam dan anehnya perut Kayra langsung merespon dengan menendang.
Kayra kaget karna tendangan itu cukup kuat dan menimbulkan rasa sedikit nyeri
"Cukup sayang, sudah ya" ucap Kayra sabar dengan mengelus perutnya.
"Rey berhenti menatap twins seperti itu, perut ku nyeri" ucap Kayra
Reyhan menghela nafasnya kasar lalu ia berjalan menuju ruang ganti dan menganti setelan jas yang telah ia pakai
__ADS_1