Terpaksa Menikahi Gadis SMA

Terpaksa Menikahi Gadis SMA
Istri


__ADS_3

Dinda mere mas kertas yang ada ditangannya dengan kuat, kemudian ia menyandarkan tubuh ke jok mobil bagian belakang, saat ini tubuh dan hatinya merasa sangat lelah.


Lelah menangis, juga lelah dengan dirinya sendiri, ibu mertuanya begitu membencinya, lantas kebencian seperti apa yang akan ia terima dari Anggia saat gadis itu mengetahui dirinya adalah ibu yang selama ini telah menyia-nyiakannya.


Lalu, mengenai Rahman, ingin rasanya ia mengunjungi makamnya dan meminta maaf sebesar-besarnya, karena telah meninggalkannya di masa lalu.


Kini penyesalan terbesarnya karena ia tak sempat lagi bertemu, dan meminta maaf padanya secara langsung.


*


"Sore Tante, Nattan nya ada?" ujar Radhika sopan, diikuti dengan Bagas dan juga Arga dibelakangnya dengan anggukan kecil.


"Eh iya sore, Nattan ada kok, masuk aja! Nattan sepertinya sedang mandi, dia baru aja pulang." Mama Indri mempersilahkan tiga pemuda seumuran putranya tersebut, dan menyuruhnya untuk menunggu di sofa yang berada diruang tamu.


"Wah sudah lama sekali tante tidak bertemu kalian, dulu terakhir bertemu waktu Tante dan Nattan masih tinggal di Bandung kan?"


"Iya tante betul! maaf kami baru sempat mampir, oh iya om Rendranya kemana, sepi banget ya perasaan."


"Biasa, Ayah Nattan sedang memiliki tugas diluar, jadi ya nggak bisa pulang."


"Ma_"


"Kenapa sayang?" Mama Indri menyentuh tangan Anggia, yang baru saja menghampiri dan langsung terdiam begitu melihat tiga pria tampan yang tengah menatap kearahnya.


"Euhmz itu_ masakannya sudah matang ma."


"Yasudah, nanti kita makan sama-sama, oh iya kenalin ini ketiga sahabatnya Nattan."


"Radhika."


"Bagas."

__ADS_1


"Arga." ujar ketiganya bergantian, berdiri menyalami Anggia.


"Anggia." balas Anggia dengan senyum canggung.


"Euhmz, Anggia ini saudaranya tante?" ujar Arga yang penasaran dengan sosok Anggia yang baru pertama kali ia lihat.


"Kayaknya kita pernah ketemu sebelumnya deh, di Cafe kan kalau nggak salah?" Radhika terlihat berpikir, mengingat-ingat pertemuan mereka beberapa waktu lalu, saat mereka tengah bersantai bersama, dan tiba-tiba saja Nattan pulang terlebih dulu dengan menarik tangan seorang gadis yang berada ditempat yang sama dengan sedikit memaksa.


"Anggia menantu saya."


"M-menantu Tante?" kini gantian Bagas yang bersuara.


"Iya, istrinya Nattan."


"Hah?'' ketiganya sontak saling pandang.


"Tante, tante nggak salah, Nattan udah nikah, kapan?" tanya Bagas dengan wajah tak percaya.


"Nggak Tan."


"Yasudah, nanti kalau ketemu, kalian boleh tanya langsung sama orangnya, sekarang ke belakang dulu ayok semuanya, kita makan bersama, kebetulan sore ini menantu saya masak banyak sekali, ayok!"


"Wah, kalau begini sih mana bisa kita menolak." celetuk Bagas, yang langsung mendapat toyoran dari Radhika.


"CK, dasar otak kucing! isinya makanan mulu."


"Daripada Lo otaknya me sum! isinya ************ mulu."


"Ajig!"


Ketiganya terkikik geli, sementara mama Indri hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil, kemudian merangkul bahu Anggia membawanya menuju meja makan, dimana sudah ada beberapa menu yang tersedia, yang telah ditata Anggia dengan sedemikian rupa.

__ADS_1


"Noh itu dia orangnya!" ujar Bagas dengan mulut penuh, karena mengunyah makanan yang dimasak Anggia yang menurut Bagas rasanya tidak kalah dari masakan hotel berbintang.


"Lho, kalian kok_"


"Kenapa, Lo kayak kaget gitu sih mukanya, biasa aja donk!" ujar Arga memotong ucapan Nattan.


"Bicaranya nanti, sekarang makan dulu." sela mama Indri.


*


"So, Lo mau ceritain kekita sesuatu atau tidak." decak Arga, saat melihat Nattan hanya diam sembari menengadah kearah Langit yang tampak gemerlapan dengan munculnya ribuan bintang kecil yang bersinar diantara gelapnya malam.


Malam ini mereka berempat memilih taman belakang rumah orang tua Nattan diatas tanaman rumput yang dialasi dengan karpet polypropylene untuk dijadikan tempat mereka bersantai sekaligus mengobrol tentang pernikahan Nattan yang baru mereka ketahui sore tadi.


"Iya Tan, Lo malah diem mulu sejak tadi, payah Lo!"


"Lo punya hutang penjelasan sama kita bertiga, serius! Lo beneran udah married sama cewek imut tadi?" lanjut Radhika yang begitu penasaran mengenai gadis imut yang dinyatakan adalah istri dari sahabatnya itu.


"Gimana ceritanya sih Tan, setelah bertahun-tahun jomblo, dan nggak ada tanda-tanda Lo punya cewek lagi, eh malah tiba-tiba udah Married aja, seriusan gue antara percaya nggak percaya lho soal ini." timpal Bagas, yang kini ikut menghampiri Nattan.


"Sorry bro, gue bukannya nggak mau cerita, tapi gue rasa ini tuh bukan sesuatu yang penting yang musti gue ceritain sama Lo bertiga." jawab Nattan.


"Ajig, udah gila kali ya Lo, moment sakral begitu Lo bilang nggak penting, benar-benar gila." decak Bagas tak suka, ia yang sejatinya sudah berpengalaman tentang makna dari pernikahan merasa kesal bukan main dengan ucapan sahabatnya.


"Gue nggak cinta sama dia."


"Nggak cinta, yakin Lo?"


"Gue dijodohin."


*

__ADS_1


*


__ADS_2