Terpaksa Menikahi Gadis SMA

Terpaksa Menikahi Gadis SMA
Memporak porandakan


__ADS_3

"P-pacaran? maksud mas Nattan kita_"


"Ya, kita pacaran! pacaran setelah menikah, saya rasa pacaran setelah menikah itu lebih asik, karena kita bebas melakukan apapun, termasuk melakukan kegiatan seperti semalam." bisik Nattan, yang membuat Anggia seketika merinding mendengarnya.


Belakangan ini sipat Nattan memang terlihat tak biasa bagi Anggia, jika sebelumnya pria itu lebih ketus dan irit bicara maka berbeda dengan sekarang yang lebih banyak bicara terlebih saat membahas soal ranjang.


"Mas,?"


"Hmmm."


"S-saya boleh bertanya sesuatu?" ucap Anggia ragu-ragu, namun ia merasa harus menanyakannya langsung pada Nattan, agar rasa penasarannya bisa terobati.


"Tanyakan saja."


"Euhmz itu_ itu mas Nattan p-punya pacar nggak?"


"Kenapa bertanya seperti itu."


"Saya hanya ingin tahu."


"Memangnya kenapa kalau saya punya pacar.?"


"Itu tandanya saya sudah merebut mas Nattan."


Nattan terkekeh, seraya mencuri satu ke cupan ringan di bibir Anggia.


"Kamu terlalu polos Anggia, mana ada seseorang yang sudah menikah memiliki pacar lain diluar sana, kalau sudah ada Istri ngapain nyari pacar, yang jelas-jelas udah halal untuk di apa-apain."


"Nggak sedikit kok, seorang laki-laki yang memiliki wanita lain diluar sana meski sudah menikah dan memiliki seorang istri."


"Tapi nggak semuanya juga kan, Anggia."


"Tapi_"


"Yang jelas saya tidak begitu Anggia."

__ADS_1


"Anggia dengar! sejak saya memutuskan untuk menikahi kamu, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri bahwa apapun yang terjadi saya akan berusaha untuk tetap mempertahankan pernikahan ini."


Anggia terdiam, ia tak berani menatap wajah tampan Nattan, yang berulang kali menggesekkan hidung runcing miliknya ke pipi kiri Anggia.


"Mas?"


"Hmmm."


"Apa dulu mas Nattan sangat terpaksa Menikahi saya?" entah mengapa Anggia semakin memiliki keberanian yang besar untuk bertanya banyak hal kepada Nattan.


Nattan terdiam sesaat, kemudian memiringkan tubuhnya agar berhadapan langsung dengan Anggia.


"Mungkin dulu iya, dan saya rasa kamu pun merasa begitu, bukan?"


Anggia menganggukkan kepalanya.


"Lalu bagaimana dengan sekarang?" Nattan balik bertanya.


"Saya_"


''Euhmz saya_"


"Aku, Anggia."


"Aku_ aku."


"Aku tidak ingin ada penolakan, jadilah istriku yang penurut Anggia." Nattan menarik sebelah tangan Anggia kemudian menciumi jemarinya satu persatu, membuat Anggia menegang seketika.


*


Hari demi hari berlalu begitu cepat, namun Nattan merasa bahwa ia baru saja dipertemukan dengan Anggia, gadis kecil yang semula ia benci karena terpaksa dinikahinya itu kini berhasil memporak porandakan perasaannya.


Nattan merasa dirinya akan gila jika tidak ada Anggia disampingnya.


"Mas kok belum siap-siap?" tanya Anggia dengan raut wajah keheranan, pasalnya pagi ini Nattan terlihat santai mengenakan piyamanya yang ia pake dari sejak semalam.

__ADS_1


"Lagi males kerja." jawabnya, seraya menarik tubuh Anggia yang kemudian ia dudukan diatas pangkuannya.


"Mas."


"Diamlah!" Nattan memagut bibir ranum Anggia yang benar-benar sudah menjadi candunya akhir-akhir ini,


"Mas." lirih Anggia, saat menyadari dua kancing seragam atasnya telah terbuka akibat ulah Nattan.


"Kita lanjutkan dikamar." bisiknya, seraya menggendong tubuh Anggia, dan membawanya kekamar mereka.


"Mas, aku harus sekolah."


"Masih ada waktu satu jam lagi." tanpa meminta persetujuan dari istrinya, Nattan segera melancarkan aksinya membuka pakaiannya dan juga Anggia, kemudian menghentakkan miliknya kearah inti istrinya, hingga tubuh keduanya menyatu dengan sempurna.


Nattan melakukan nya dengan sedikit terburu-buru, karena ia tak ingin melewatkan keduanya, antara bercinta dan juga sekolah Anggia.


*


"Nggak Salim?" ucap Nattan, saat melihat Anggia hendak membuka pintu mobil begitu saja tanpa berniat menyalaminya seperti biasa.


"CK, gara-gara mas Nattan aku hampir telat!" ketus Anggia dengan bibir mengerucut.


"Hampir kan? belum telat beneran!"


"Mas Nattan ih."


"Iya-iya maaf! habis enak sih, bikin nagih." Nattan mengedipkan sebelah matanya, membuat Anggia semakin terlihat kesal, dan memukul lengannya.


Alih-alih marah, Nattan justru malah tergelak, dan menarik Anggia kedalam pelukannya.


"Belajar yang benar ya."


*


*

__ADS_1


__ADS_2