Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Permintaan


__ADS_3

David yang melihat perubahan Kenisha hanya bersikap biasa saja, seolah dirinya tidak terkesan sama sekali pada penampilan baru calon istrinya tersebut.


“Ayo berangkat sekarang.” David bangkit dari duduknya kemudian berjalan terlebih dahulu menuju pintu utama karena mobil yang akan mereka pakai telah terparkir disana.


“Iya tuan. Ayah ibu... kami pergi dulu.” setelah berpamitan Kenisha menyusul calon suaminya.


Sesampainya di pintu utama Kenisha melihat mobil seharga 1 milyar telah menunggu mereka.


Sang calon suami tampannya masuk terlebih dahulu di pintu bagian nomor 2 tepatnya di belakang kemudi.


Lalu Kenisha yang berdiri di belakang suaminya malah ingin masuk dari pintu yang sama, padahal dari sisi berlawanan sang sopir telah membuka pintu untuknya.


“Permisi tuan saya mau lewat.” Kenisha meminta izin pada calon suaminya.


“Apa matamu buta?” David kesal karena ia di perintah oleh orang lain.


Ia yang biasa menyuruh marah di suruh oleh calon istrinya.


“Apa?” Kenisha tak mengerti kenapa suaminya berkata seperti itu padanya.


Sang supir yang takut di salahkan dengan sigap melakukan tindakan cepat.


“Silahkan masuk sebelah sini nyonya,” ucap Marwan.


“Oh, iya pak.” seketika Kenisha mengerti kenapa suaminya berkata kasar padanya.


Lalu kakinya yang jenjang dan indah pun menuju pintu yang yang ada di hadapan sang supir.


Setelah Kenisha masuk dan duduk dengan posisi yang nyaman, sang supir menutup pintu dengan rapat.


Bam!


Selanjutnya Marwan duduk di kursi kemudi, kemudian meluncur membelah jalan raya menuju butik @Saya_muchu.


Bremmmm!!


Selama dalam perjalanan, baik Kenisha maupun David tak ada yang bersuara.


David yang sibuk soal pekerjaannya meski itu hari libur terus saja melihat ke arah handphonenya.


Sedangkan Lilis yang baru pertama kali jalan-jalan dengan mobil pribadi, menoleh keluar jendela kaca yang ada di sebelahnya.


Kenisha yang melihat keindahan ibu kota merasa senang dan bersemangat.


Senyumnya pun melebar saat ia melihat di puncak gedung pencakar langit ada tulisan SCTV.

__ADS_1


Itu pasti tempat para artis berkumpul, batin Kenisha.


David yang baru selesai membalas pesan dari asistennya menutup handphonenya lalu ia menoleh ke arah Kenisha yang matanya terus melihat gedung-gedung yang mereka lewati.


“Kau tak boleh begitu kalau di depan orang lain, apa kau paham?” David menegur calon istrinya.


Mendengar itu Kenisha langsung merapikan duduknya seraya matanya memandang lurus ke depan.


“Iya tuan,” jawab Kenisha.


Pada hal aku baru pertama kali melihatnya, batin Kenisha.


Karena calon istrinya tidak membantah David merasa senang, Sebab wanita yang akan ia nikahi ini jauh berbeda dengan Ruby sang mantan kekasih.


Yang pernah mengisi ruang hatinya selama 15 tahun, wanita cantik elegan berpendidikan tinggi itu selalu ingin menang sendiri dan tak mau memikirkan perasaan David walau hanya sekali.


David juga pernah melamar kekasihnya namun si gadis cantik itu meminta untuk menunda 2 tahun karena pada saat itu Ruby sedang melanjutkan jenjang pendidikan S2 nya.


David yang sangat mencintai pun bersedia menunggu, namun Ruby yang di terima kerja di luar negeri malah memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.


Parahnya lagi Ruby malah bertunangan dengan penduduk lokal California, sebab itu David bertekad tak akan mengejar kekasihnya meski ia masih sangat mencintainya.


Semoga perempuan kampung ini setia pada ku, batin David.


Setelah beberapa saat dalam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di tujuan.


Setelah keduanya turun, David menuju ke dalam butik yang ternyata milik sahabat karibnya.


Tring!


Bel pintu otomatis pun berbunyi saat David mendorong pintu masuk.


Ia tak buru-buru menutup pintu karena ia menunggu Kenisha masuk terlebih dahulu.


“Terimakasih tuan,” ucap Kenisha.


Lalu Cleo yang berdiri di depan kasir melihat kehadiran sahabatnya.


“David?” Cleo menatap heran karena David datang tak sendirian.


“Hai, Cleo.” David menjabat tangan sahabatnya yang tak bertemu dengannya selama 6 bulan.


“Hai, Siapa gadis cantik yang ada di sebelah mu, Vid?” tanya Cleo penuh selidik.


“Calon istri ku, tolong carikan baju akad nikah resepsi untuknya,” titah David.

__ADS_1


“Sekarang? Memangnya kau mau menikah kapan?” Cleo bertanya karena ia merasa David terlalu buru-buru.


“Lusa, sekalian sediakan untuk kami berdua baju couple yang cocok untuk prewedding, kau punya studio kan di sini?” permintaan David membuat Cleo pusing.


“Astaga Vid, Kenapa buru-buru banget sih? Kau tahu tidak, fotografer ku lagi tidak ada di tempat, enggak mungkin aku menyiapkannya sendiri, bisa-bisa semalaman kalian pulang dari sini,” ujar Cleo.


“Aku percaya pada mu, pilih yang terbaik untuk kami, lagi pula baju apa saja sepertinya cocok untuknya, bukankah dia cantik dengan tubuhnya yang ramping?” David yang jujur mengatakan apa adanya soal istrinya.


Kenisha yang ada di sebelah calon suaminya merasa tersanjung sekaligus malu atas pernyataan David yang ia anggap sebagai pujian.


“Ya... kau benar juga sih Vid, kalau begitu aku akan membawa calon istri mu keliling untuk memilih baju, aku juga akan menyuruh karyawan ku untuk mencari mu, memilih baju,” ujar Cleo.


“Baiklah, aku setuju,” ucap David.


“Lea, tolong kau temani om David memilih baju di bagian pria,” titah Cleo.


“Sialan! Kau pikir aku sudah tua?” David marah karena di katakan om oleh Cleo.


“Dia baru 18 tahun, jadi wajar sajakan? Bapak malah terdengar cocok.” Cleo makin membuat David marah.


“Hehehe...” tanpa sengaja Kenisha tertawa lepas, pasalnya ia sependapat dengan apa yang di katakan Cleo.


“Apa ada yang lucu?” ucap David dengan suara yang dingin.


Sontak Kenisha menutup mulutnya, ia pun menundukkan kepalanya karena takut.


“Tidak sopan.” setelah mengatakan itu David beranjak meninggalkan Kenisha dan Cleo.


“Kau harus sabar menghadapinya karena suasana hatinya kapan saja bisa berubah, orangnya aneh, harusnya kau enggak usah suka padanya hahaha...” Cleo menggoda Kenisha yang bersedia menikah dengan perjaka tua itu.


“Tuan baik dan bertanggung jawab makanya aku menerima lamarannya kak.” Kenisha mengatakan sisi positif dari calon suaminya.


“Ya, kau memang benar, dia sangat royal, setia, romantis dan bertanggung jawab, tapi sayangnya dia sangat cerewet dan cemburuan.” Cleo menjabarkan sifat David.


“Selagi dia mau memberi nafkah dan tidak pelit, cemburu dan cerewet adalah hal yang wajar kak.” Kenisha tak mempermasalahkan sisi negatif dari calon suaminya.


Karena baginya yang kategori ekonomi melarat bisa di beri makan setiap hari adalah sesuatu yang sangat istimewa dan luar biasa.


“Wah, hebat juga kau, aku senang kalau kau dan dia akhirnya menikah.” Cleo tersenyum penuh makna kepada Kenisha.


“Aamiin.” Kenisha membalas tersenyum


Cleo.


“Ayo kita harus cepat pilih bajunya, kalau lama-lama nanti David marah lagi.” kemudian Cleo menuntun Kenisha menuju koleksi baju pengantin dan prewedding di

__ADS_1


butiknya.


Sesampainya mereka di ruang khusus gaun pengantin , Kenisha pun melihat banyak ragam macam model baju pengantin wanita yang semuanya terlihat indah.


__ADS_2