
Benar juga apa yang Kenisha katakan, kalau di ingat-ingat, mama juga sangat sakit hati saat di duakan oleh papa, batin David.
Untuk sejenak David sadar akan rencana buruknya.
“Akan ku pikirkan.” kemudian David membelai rambut indah Kenisha, lalu keduanya pun tidur kembali.
Pada pukul 07:30 pagi, Kenisha yang lapar terbangun dari tidurnya.
Lalu ia melihat ke sebelahnya yang ternyata suaminya sudah tak ada lagi di sana.
“Kemana mas, David?” Kenisha yang ingin tahu pun turun ranjang lalu ia memakai kembali pakaiannya yang tercecer di lantai.
Saat Kenisha membuka pintu kamar ia pun suaminya sedang berbicara dengan seorang wanita.
Kenisha yang semakin penasaran menuju sumber suara yang ada di teras Villa.
Ketika Kenisha sudah sampai di mulut pintu utama ia terkejut karena yang datang adalah Ruby.
Untuk apa perempuan itu kesini? Apa mas David yang menyuruhnya datang kemari? batin Kenisha.
David dan Ruby yang asik bicara menghadap rimbunnya hutan tak sadar jika istrinya telah berada di belakangnya.
“Dari mana kau tahu kalau aku di sini?” tanya David.
“Aku tidak tahu, saat aku merindukan mu, sebenarnya aku sering datang kesini, tapi kata resepsionis kamarnya sudah di isi oleh mu, makanya aku langsung menemui mu, kau ingatkan kalau kita sering menghabiskan waktu bersama disini.” Ruby tersenyum mengingat kenangan manis mereka berdua.
Wah, ini enggak bisa di biarkan, kalau aku diam saja pasti perempuan ini makin gatal pada suami ku, batin Kenisha.
Kenisha yang tadinya ingin bercerai mendadak berubah pikiran, ia pun berencana untuk mempermalukan Ruby yang ingin merebut suaminya.
“Mas.” suara Kenisha yang lembut membuat Ruby dan David menoleh ke arah wanita cantik itu.
“Kau sudah bangun?” tanya David dengan sedikit canggung.
“Iya, kenapa tadi mas tak membangunkan aku? Padahal kita ada tamu yang datang lagi-pagi kesini.” emudian Kenisha berjalan ke sebelah suaminya.
“Karena ku lihat kau tidurnya sangat lelap, aku tidak tega membangunkan mu,” ucap David.
“Benarkah?” kemudian Kenisha memeluk manja suaminya.
Setelah itu ia menoleh ke arah Ruby yang ada di hadapannya.
__ADS_1
“Apa kabar bu?” Kenisha tersenyum penuh makna pada Ruby.
Apa tujuannya memeluk sayang ku agar aku mengerti kalau David miliknya? batin Ruby.
“Baik, senang bertemu dengan mu.” ucap Ruby seraya mengulurkan tangannya pada Kenisha.
Saat Kenisha akan menerima jabatan tangan itu ia pun tiba-tiba mengurungkan niatnya.
“Maaf tangan ku kotor dan aku belum membersihkannya.” kemudian Kenisha melingkarkan kedua tangannya ke leher David.
“Katanya mau mandi bersama.” Kenisha mengingat David akan kata-katanya tadi malam.
“Nanti saja, masih ada tamu.” David merasa tak enak karena istrinya membahas hal itu di depan Ruby.
Ruby yang geram dan cemburu malah tidak mau pergi dari Villa yang di tempati Kenisha dan David.
“Aku lapar, ku lihat pelayan sudah mengantar makanan kesini tadi pagi,” ucap Luna.
“Apa ibu sudah lama berdiri di depan Villa sampai-sampai tahu pelayan datang kesini?” pertanyaan Kenisha membuat Ruby merasa dirinya seperti stalker.
“Bukan begitu, tadi aku joging dan kebetulan aku melihatnya.” Luna sangat kesal pada Kenisha yang membuat ia makin malu.
“Oh, tapi kalau ibu numpang makan di sini, nasi yang ada di Villa ibu siapa yang akan memakannya?” Kenisha menolak kehadiran Ruby dengan cara elegan.
“Disini sangat dingin, aku pasti sering merasa lapar, belum lagi saat perjalanan kesini aku melihat ada taman bunga, rencananya aku ingin kita berdua piknik dengan membawa makanan yang banyak.” Kenisha semakin menegaskan kalau Ruby tidak boleh dia ada di antara mereka berdua.
“Kalau begitu aku ambil sarapan ku dulu, atau apa boleh aku menginap disini bersama kalian? Lagi pula ada 2 kamar kosong lagi kan? Aku takut berada di villa besar itu sendirian ” Ruby yang berusaha keras membuat Kenisha naik pitam.
Saat David ingin menjawab permintaan Ruby, Kenisha dengan cepat mendahuluinya bicara.
“Tidak boleh, harusnya ibu mengerti kalau kami sedang bulan madu, ibu tentunya paling tahu kalau ini adalah hutan, kenapa nekat datang sendirian? Atau ibu sengaja mengikuti kami?” Kenisha yang terus terang membuat David terkesan.
Dia mencoba mempertahankan miliknya agar tidak di ambil oleh orang lain, batin David.
“Vid, aku boleh disini kan?” Ruby bertanya pada David karena ia merasa hanya membutuhkan persetujuan dari mantan kekasihnya itu.
“Boleh saja sih, tapi istri ku tidak mengizinkan, maaf ya.” David tersenyum lalu mengecup kening Kenisha di hadapan Ruby.
Ruby yang kalah telak hampir syok, apa lagi semua berjalan tak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.
Kurang ajar! Beraninya kau menolak ku di hadapan perempuan jelek ini! batin Ruby.
__ADS_1
“Baiklah, tapi kalau aku ada perlu, aku akan menghubungi mu.” Ruby yang malu tak dapat melihat wajah kedua pengantin baru itu.
“Oke.” David menganggukan kepalanya.
“Ayo mandi sekarang! Aku ingin makan lalu jalan-jalan mas.” Kenisha yang bermanja-manja pada David semakin membuat Ruby terbakar.
“Aku pergi dulu.” Ruby yang di acuhkan memilih angkat kaki.
Sialan! Kau tidak akan ku maafkan perempuan gila! batin Ruby.
Setelah Ruby melangkah jauh Kenisha pun melepas pelukannya dari suaminya.
“Jadi semua kau lakukan hanya untuk membuat Ruby cemburu?” ucap David.
“Bukan hanya itu, aku ingin dia juga lenyap dari kehidupan kita, kalau mas waras, pasti mas dapat menilai perempuan seperti apa mantan mu itu, mas! Kalau aku jadi dia, aku tidak akan mengusik rumah tangga mantan ku.” setelah mengatakan isi hatinya, Kenisha pun masuk ke dalam villa.
“Galak.” gumam David.
Kemudian David menyusul istrinya yang pergi kamar.
“Tunggu!” David pun memegang lengan Kenisha.
“Apa?!” sahut Kenisha dengan raut wajah kesal.
“Bukannya kita mau mandi bersama?” ucap David.
“Tentu saja, sebelum itu aku bilang sesuatu pada mu, mas.”
“Apa itu?” tanya David.
“Aku tidak mau kalau kau bertemu dengan wanita itu, ini peringatan pertama dan juga terakhir, kalau mas melanggar aku akan meninggalkan kalian berdua disini, aku mau pulang ke rumah orang tua ku saja.” Kenisha mengancam agar suaminya berpikir dua kali melakukan tindakan apapun.
“Ya ampun, andaikan dia mati apa aku juga harus diam?” tanya David.
“Intinya jangan campuri urusannya, ingat ya mas, aku tidak akan mengulangi kata-kata ku untuk yang kedua kalinya, tolong hargai apa yang ku katakan.” setelah itu Kenisha masuk terlebih dahulu ke dalam kamar mandi.
“Ck! Manis sekali.” ternyata David menyukai wanita yang pemberani dan juga menantang.
***
Ruby yang telah sampai ke villanya merasa kesal luar biasa pada Kenisha.
__ADS_1
“Kurang ajar! Aku yakin dia hanya perempuan kelas rendah, tapi gayanya seperti anak orang kaya, sialnya David juga membela perempuan ******* itu! Akh!” Ruby berteriak karena tak bisa melampiaskan amarahnya pada Kenisha secara langsung.