Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Istri Cekatan


__ADS_3

“Kenapa kau berubah dengan begitu cepat David? Pada hal di telepon kau bisa berkata manis padaku, ya! Aku tahu ini semua karena wanita itu.” Ruby yang emosi menutup pintu villanya.


Lalu ia pun melihat sarapan yang ada di atas meja ruang tamu.


“Nasi goreng, roti bakar, teh manis hangat!” kemudian Ruby mengambil makanan tersebut Lalu ia melemparnya keluar melalui jendela yang sedang terbuka.


“Aku tidak lapar kalau begini ceritanya!” Ruby menyesal karena telah mengikuti saran Max untuk datang kesana sendirian.


“Apa aku harus pulang sekarang?” Ruby yang ingin kembali tiba-tiba merasa jika dirinya tak boleh menyerah di tengah jalan.


“Tidak bisa, aku harus memikirkan cara agar bisa mengganggu keromantisan mereka, kalau di lihat-lihat perempuan itu mudah emosi, pasti dia akan meledak kalau melihat David menyentuh ku.”


Ruby yang licik pun memikirkan cara terbaik agar dapat merusak rumah tangga David secepatnya.


***


Kenisha dan David yang baru selesai mandi memakai pakaian bersama-sama di dalam kamar.


“Apa kau yang benar-benar ingin ke taman?” tanya David untuk memastikan.


“Iya, memangnya apa lagi yang akan kita lakukan disini?” tanya Kenisha seraya melihat keluar jendela yang hanya ada pemandangan pepohonan rindang dan hijau.


“Tentu saja bermain film miskin, memangnya yang memilih kesini siapa, nyonya?” David mendekat lalu memegang rambut istrinya yang basah.


“Iya, aku yang salah.” ucap Kenisha dengan geleng-geleng kepala.


Masih saja di ungkit, batin Kenisha.


“Baiklah, kalau begitu aku keluar sebentar untuk menelepon pelayan agar mengantarkan makanan piknik untuk kita berdua,” ucap David.


“Aku mau makan yang pedas-pedas ya mas,” ucap Kenisha.


”Kau yakin? Jarak dari taman kesini lumayan loh, bagaimana kalau kau tiba-tiba mau buang air besar, apa bokong mu percaya diri mengeluarkannya di sungai deras yang ada di dekat taman?” David ingin Kenisha memikirkan baik-baik apa yang akan ia makan nanti.


“Mas, aku ini orang kampung, memangnya saat datang ke rumah ku mas melihat ada toilet atau kamar mandi disana?” ucap Kenisha.


“Iya, aku tahu, masalahnya disini orang bisa saja lalu-lalang dan yang tahu taman itu bukan hanya kau seorang, bagaimana saat kau nongkrong di sungai ada orang yang mau buang air juga?” David memberi pertimbangan pada istrinya.


”Biasanya aku buang air besar sekali dua hari, dan kemarin aku sudah melakukannya, sebagai informasi tambahan, aku sangat suka makan yang panas dan pedas di cuaca dingin.” Kenisha tetap mempertahankan keinginannya.


“Baiklah, ada nasi goreng level gila, bakso setan, atau ayam geprek teler?” tanya David.


”Aku mau tiga-tiganya, jangan lupa mas air panas dalam termos dan Sprite 1 liter.” Kenisha kali itu ingin memakan semua menu yang pernah ia lihat iklannya di televisi.


“Apa kau gila? Atau kau ingin mukbang? Semua yang kau minta menurut ku makanan yang berbahaya! Cintai usus dan juga lambung mu, aku tidak mengizinkan kau makan tiga menu pedas itu! Pilih satu saja,” ucap David.


“Baik, aku mau bakso tapi 3 porsi,” ucap Kenisha.

__ADS_1


“Terserah kau saja, yang jelas kalau perut mu mulas aku tidak akan menemani mu ke sungai.” David mengatakan ketidaksediaannya dari awal pada istrinya.


“Oke, tapi jangan menyesal kalau aku di culik jin ganteng.” setelah mengatakan itu Kenisha duduk di atas ranjang untuk memakai serangkaian make up yang di belikan oleh suaminya.


Semakin menantang, batin David.


Kemudian David keluar dari kamar untuk menghubungi pelayan yang ada di gedung utama.


“Kau pikir aku takut kalau di siang hari? Hum! Dia pikir aku akan tunduk padanya, padahal aku ingin mempunyai pedas sejak lama, tapi dia malah mencoba menghalangi ku,” gumam Kenisha.


30 menit Kenisha yang telah selesai berdandan menyusul suaminya ke teras.


“Sudah selesai?” ucap David.


“Iya, aku cantik enggak mas?” tanya Kenisha.


Kemudian David memperhatikan setiap sudut wajah istrinya.


“Cantik, tapi kau terlihat tua dengan warna lipstik merah mu.” David mengatakan pendapatnya dengan jujur.


Kenisha pun cemberut karena menurutnya ia sudah berusaha keras agar terlihat sempurna di depan suaminya.


Benar-benar tidak bisa menghargai usaha orang lain, batin Kenisha.


“Iya, aku mau tidak se-ahli mantan mu saat bersolek,” ucap Kenisha.


“Ada apa dengannya? Dia yang bertanya dia yang marah, apa aku harus bilang luar biasa baru dia terima? Pada hal aku jujur agar dia tidak memakai warna lipstik seperti itu lain kali.” David tertawa getir seraya geleng-geleng kepala.


Kemudian David menyusul istrinya yang langkahnya balik laju kereta api.


“Hei, kenapa harus merajuk?” David pun menggenggam tangan Kenisha.


“Karena kau tidak menghargai usaha ku, mas! berhubung sedikit demi kebahagiaan istri saya tidak bisa” ucap Lyra.


“Kalau begitu lain kali jangan tanya pendapat ku, kalau kau suka silahkan pakai semau mu,” ucap David.


Karena respon suaminya tidak mengenakkan di telinga Kenisha pun langsung menghapus lipstick nya dengan tisu basah mini yang ia bawa.


David yang melihat itu tersenyum lalu ia merangkul pinggang ramping istrinya.


“Kau lebih menarik menggunakan warna yang soft, sayang.” kemudian dapat mengecek pipi kiri Kenisha.


“Kalau begitu beli sesuai mau mu mas, aku pasti akan memakainya,” ucap Kenisha.


“Nanti kita pergi ke mall bersama,” ucap David.


Saat keduanya sudah mulai akrab tiba-tiba mereka bertemu Ruby yang duduk di atas tanah seraya memegang pergelangan kakinya kanannya.

__ADS_1


“Kau kenapa?” tanya David tanpa sadar.


“Aku tersandung dan kaki sangat sakit, ku rasa terkilirl.” ucap Ruby yang sedang akting.


David yang ingat ancaman Kenisha langsung menoleh ke arah istrinya.


“Panggil karyawan Villa ini saja mas, pasti mereka bisa mengatasinya.” Kenisha tahu kalau Ruby sedang berbohong.


“Tidak usah, aku tak suka di sentuh orang yang tak ku kenal.” Ruby seolah meminta bantuan secara halus pada David.


“Jangan seperti itu, pikirkan Kesehatan mu dulu, lagi pula yang namanya bantuan tidak setiap datang dari keluarga,” ucap David.


“Aku enggak mau.” Ruby menolak dengan sangat keras.


David yang tak tahan dengan situasi itu ingin segera membawa Ruby pergi, namun tatapan Kenisha yang begitu mematikan membuat David segan.


Sial, apa rasa empatinya hilang karena istrinya yang galak? batin Ruby.


Kemudian Ruby mencoba berdiri, lalu ia pun pura-pura terjatuh ke tanah.


“Ssst, ya Tuhan.” Ruby meringis seraya menunjukkan ekspresi kesakitan.


Kemudian David yang tak sampai hati melihat penderitaan mantannya pun mengabaikan peringatan dari istrinya.


“Ayo ku antar ke gedung resepsionis.” kemudian David menggendong Ruby ala bridal style di hadapan Kenisha.


“Ayo! Kita pergi bersama, setelah itu kita kembali lagi,” ucap David.


“Tidak usah, antar aku ke villa ku saja.” Ruby tentu takut jika dirinya di periksa lebih lanjut.


“Tidak bisa begitu, ibu butuh penanganan dokter atau tukang urut, ayo mas!” Kenisha ingin membuktikan kalau suaminya adalah orang yang bodoh dalam menilai seseorang.


Setelah ini, baru kau akan menerima balasan ku mas, batin Kenisha.


“Kenisha benar, kau harus di urut,” ucap David.


“Iya, aku tahu, tapi tidak harus merepotkan orang lain jugakan? Kau saja sudah cukup untuk melakukannya, bantu aku kali ini saja, kau kan biasa memijat kaki ku.” permintaan Ruby tentu berat untuk di kabulkan oleh David


“Maaf, tapi aku tidak bisa.” David menolak karena ia tak ingin bertengkar dengan istrinya.


“Ku mohon.” wajah Ruby yang membalas membuat hati David goyah.


“Telepon orang Villa sekarang mas, bagaimanapun kau bukan tukang urut profesional, nanti kalau salah urat bisa-bisa bu Ruby tidak bisa berjalan.” ucap Kenisha yang mencoba tenang.


“Benar juga.” David yang ingin mengambil handphonenya menurunkan Ruby kembali.


Lalu Kenisha dengan cepat mengambil patahan pohon dan memberikannya pada Ruby.

__ADS_1


“Gunakan ini sebagai tongkat, maaf kami tak bisa membantu mu lebih banyak karena waktu kami bersama juga singkat.” Kenisha yang teramat tega membuat David Tak habis pikir dengan isi kepala dan hati istrinya.


__ADS_2