
“Aku cape mas,” ucap Kenisha.
“Sayangnya aku, enggak!” David tertawa nakal pada Kenisha.
Lalu pria tampan itu melucuti semua pakaian istrinya.
Kenisha yang tak di beri ruang gerak hanya bisa pasrah menerima hentakan bergairah dari suaminya.
Keesokan harinya, saat Kenisha membuka mata, ia pun melihat suaminya yang duduk di atas ranjang seraya memandangi wajahnya.
“Ada apa lagi mas?” tanya Kenisha dengan mengecek matanya.
“Tidak ada, aku hanya tidak menyangka kalau kau tetap cantik saat tidur,” ucap David.
“Astaga, ku pikir mas mau mengatakan apa.” kemudian Kenisha duduk dan mencubit hidung mancung suaminya.
“Ayo mandi!” seru Kenisha.
“Oke, tapi aku mau ke air terjun yang ada di dekat sini,” ucap David.
“Disana banyak rumput yang akan membuat tubuh mu gatal.” Kenisha menolak karena ia masih trauma akan Leo yang bunuh diri di air terjun indah tersebut.
“Tidak apa-apa, nanti kita bisa mandi lagi disini.” David tetap memaksa karena ia ingin mencoba mandi di alam terbuka.
“Yang benar saja, aku tidak mau.” Kenisha tetap tak bersedia dengan ajakan suaminya.
“Kalau begitu aku pergi dengan Andri saja.” ketika David ingin keluar kamar, mungkin bisa dengan cepat menghentikannya.
__ADS_1
“Tunggu, kita saja yang pergi.” Kenisha kalau membiarkan adik suaminya jalan berdua.
Bisa-bisa Andri menceritakan soal Leo lagi, batin Kenisha.
“Apa kau yakin? Bukannya kau takut dengan rumput yang ada disana?” David pun meledek istrinya.
“Ya Tuhan, kau ini ya mas!” kemudian Kenisha turun dari ranjang.
Lalu ia mengambil 2 handuk untuk mereka dari dalam lemari.
“Ayo, jangan lama-lama! Nanti ada orang yang datang kesana,” ucap Kenisha.
“Bukannunya itu kamar mandi keluarga kalian?” tanya David.
“Siapa bilang? Itu milik pemerintah mas, memang tidak ada yang mandi disana setiap hari, tapi kadang-kadang orang datang untuk melihat air terjun,” terang Lyra.
“Dasar!” Kenisha tersenyum tipis melihat tingkah suaminya.
“Pada hal mas David itu orang kaya, tapi dia tidak gengsi mandi di tempat yang banyak semak belukar nya.” Kenisha perlahan menyukai suaminya yang memiliki sifat sederhana.
Kemudian ia pun keluar kamar menyusul suaminya yang telah berjalan terlebih dahulu.
Saat mereka berdua telah ada di halaman rumah, David dan Kenisha melihat Wahyu yang sedang memasang lampu di dekat pohon besar tempat orang misterius itu sering berdiri.
“Apa banyak penjahat disini?” tanya David.
“Tidak nak,” jawab Wahyu.
__ADS_1
“Lalu? Kenapa ayah sampai menarik lampu sejauh ini? Bukannya tadi malam kau ingin berjalan ke pohon ini sayang?” ucap David.
“Siapa bilang? Enggak kok mas.” Kenisha pun menyangkal apa yang dikatakan suaminya.
“Aku ini tidak bodoh!”
Ya, tapi kau terlalu pintar dan feeling mu sangat kuat, batin Kenisha.
“Kalau memang benar, aku akan menempatkan 5 atau 10 satpam di sini.” David pun berniat memberi bantuan agar keluarga istrinya merasa aman.
“Tidak perlu nak, kami baik-baik saja disini.” meski ingin namun Wahyu menolak karena takut rahasia mereka terbongkar.
Dugaan ku benar, pasti ada seseorang yang sedang mengganggu keluarga ku, batin Kenisha.
“Benarkah? Aku rasa dengan lingkungan se-sepi ini akan memudahkan orang lain untuk berbuat jahat kesini, apa lagi di rumah hanya ayah sendirian yang laki-laki, pasti berat menjaga 3 anggota keluarga kalau para pencuri membobol rumah.” David tetap ingin memberi bantuan karena ia merasa wahyu tidak akan mampu menjamin keselamatan ibu mertua serta kedua adik iparnya
“Mas David benar ayah, apa lagi rumah kita sudah bagus seperti ini, pasti banyak orang iseng yang akan mencoba-coba cari keberuntungan, apa lagi kita tidak punya tetangga yang akan membantu kalau ada kondisi genting.” Kenisha yang ingin keluarganya aman mendukung pendapat suaminya.
“Boleh saja sih, tapi rumah kita tidak akan bisa menampung 10 laki-laki,” ucap Wahyu.
“Tenang saja ayah, akukan sudah membeli tanah di sekitar rumah ini, dari pinggir jalan sampai ke tanah merah.”
Deg! Hati Wahyu tak tenang saat mendengar pengakuan dari menantunya.
“Tinggal bagian air terjun yang belum aku beli, nanti akan ku urus semuanya, aku juga akan menempatkan satpam yang telah berkeluarga di sini, nanti mereka akan di bangun rumah dinas, dari sebelah rumah ayah sampai ke Ari terjun, kalau penduduknya ramaikan lebih enak yah.” niat baik David membuat Kenisha merasa terharu dan semakin cinta.
“Benar yah, aku setuju dengan mas David,” ucap Kenisha.
__ADS_1
“Baiklah, Kalau memang itu yang terbaik, ayah ikut apa yang kalian katakan.” Wahyu terseyum dalam ke khawatirannya