Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Danau


__ADS_3

Rohima dan Andri yang mendengar itu langsung tertawa, beda dengan kedua orang tua mereka yang harus menahan malu.


Aku sangat berterima kasih karena kau sudah mencintai putri ku, tapi mengumbar kemesraan di depan orang tua rasanya masih kurang lazim, batin Wahyu.


“Dasar! Kenapa kau tidak bisa di beritahu mas? Lihat, ibu dan ayah tidak mau bicara pada mu, pasti mereka merasa sangat canggung,” ucap Kenisha.


“Yang penting enggak dosa,” ucap David.


“Etikanya loh mas,” ucap Kenisha.


“Hei.” David menoleh ke arah Kenisha.


“Aku ini sangat capek, harusnya kau biarkan aku menghibur diriku sendiri agar aku lupa akan kesengsaraan yang kau berikan saat ini pada ku!” pekik David.


“Astaga! Kau bener-bener anak orang kaya yang tidak bisa susah sedikit ya, mas! Tapi bukankah mas dulu adalah anggota pramuka? Atau mas hanya bertugas untuk menjaga tenda?” ucap Kenisha.


“Itu sudah cerita lama, 23 tahun bukalah waktu yang singkat, jelas otot kaki ku tak sekuat dulu,” ujar Max.


“Alasan lagi, ya sudah! Cepat jalan, nanti kita bisa ketinggalan kalau mas mengoceh terus” ucap Kenisha.


“Baiklah.” David menurut dengan hati tak ikhlas.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya mereka semua tiba di tujuan.


“Waw! Bagus sekali.” David berdecak kagum melihat pemandangan danau yang begitu indah di hiasi dengan banyak bunga edelweis.


“Apa ku bilang, lelah mu akan di bayar lunas dengan pemandangan alam dan juga datar bawah yang terlihat jelas dari sini.” kemudian Kenisha memberi air minum untuk David.

__ADS_1


“Mas pasti haus kan?” ucap Lyra.


“Tentu saja, terimakasih banyak ya, sayang.” David pun menerima pemberian dari istrinya, kemudian David duduk lalu meminumnya.


Setelah itu David yang tak sabar untuk memancing langsung memasang umpan yang telah mereka sediakan sebelumnya.


“Pasti ikan-ikan itu suka cacing raksasa ini.” David tertawa seraya menuju pohon besar yang ada di bibir Danau.


“Mas, hati-hati nanti kau jatuh,” ucap Lyra.


“Tidak masalah, aku kan bisa berenang,” ujar David.


“Ya sudah kalau begitu.” Kenisha pun merentangkan tikar di atas rumput hijau


Sedang Lilis mengambil batu untuk membuat tungku.


“Iya bu.” Kenisha pun mengambil panci yang ada di atas tanah lalu ia beranjak ke pinggir danau.


“Rohima, Andri, ikut ibu untuk mengumpulkan kayu bakar, kita butuh banyak arang untuk memanggang ikan-ikannya nanti.” Lilis meminta bantuan kedua anaknya agar pekerjaan lebih cepat selesai.


“Iya bu,” sahut Rohima.


“Ayo bu,” ucap Andri.


Lalu Rohima dan Andri mengikuti Lilis menuju ke dalam hutan yang tak jauh dari danau.


Kenisha yang berada di samping David melempar senyum pada suaminya.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya David.


“Mas sangat tampan saat diam.”


”Maksud mu aku jelek kalau bicara?” David tertawa getir.


“Tidak juga, hanya saja ada saat-saat tertentu mas akan terlihat seperti orang yang sangat menyebalkan,” terang Kenisha.


“Sudah, tutup mulut mu, lebih baik selesaikan pekerjaan mu,karena kau butuh istirahat sebelum membersihkan dan memasak ikan yang akan ku tangkap,” ucap David.


“Ya, baiklah! Pokoknya tangkap yang besar, kalau dapat yang kecil lepaskan saja,” ujar Kenisha.


“Oke, kau tidak perlu khawatir, sebaiknya kau pergi karena kalau berisik ikannya akan kabur.” Max yang ingin menikmati suasana tak ingin di ganggu oleh siapapun.


“Oke, semoga sukses mas!” Kenisha yang ceria membuat David senang.


Kenisha yang ingin masak nasi dan air minum kembali ke tungku yang telah di siapkan oleh ibunya.


Kenisha pun menyalakan api dengan pemantik.


Setelah api berkobar sempurna Kenisha pun menaruh panci air ke atas tungku karena mereka butuh air minum.


Sementara David terus memperhatikan tongkat kailnya yang tak kunjung bergerak.


“Katanya ikannya banyak, kenapa aku belum dapat satu pun juga?” David menggaruk kepalanya.


Sementara Wahyu yang duduk tak jauh darinya pun merasakan keanehan.

__ADS_1


“Tumben mata pancing ku belum menangkap apapun, biasanya baru di lempar sudah langsung dapat.” Wahyu pun berpikir kalau ada orang yang datang memanen ikan-ikak yang ada di danau itu.


__ADS_2