
Sontak Kenisha menyudahi makannya, ia pun meneguk air mineral yang ada di hadapannya. Lalu ia menyeka setiap bibirnya dengan tisu.
Virgo yang melihat menyisakan banyak makanan merasa kurang senang.
“Kenisha, kalau kau tidak suka harusnya tak usah pesan banyak-banyak, aku bukannya pelit, tapi aku di ajar oleh orang tua ku untuk menghabiskan makanan yang ada di piring ku.” lagi-lagi niat baik Virgo menuju jantungnya Kenisha.
Pasalnya Kenisha merasa kalau David membawa-bawa orang tuanya.
“Aku takut seperti ular tuan.” Kenisha mengembalikan apa yang Virgo katakan.
Yang mendengar itu pun memilih diam, Karena ia merasa kalau di lanjutkan maka akan menimbulkan keributan di antara mereka.
“Lain kali jangan lakukan lagi.” Virgo yang telah selesai makan langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran.
Setelah kini sambil menunggu selama 3 menit calon suaminya pun kembali dengan membawa sekantong besar makanan.
“Ayo kita pulang,” ucap Virgo.
“Iya tuan.” kemudian keduanya pun keluar dari restoran menuju mobil yang ada di parkiran basement.
sesampainya mereka, kedua pasangan yang sebentar lagi akan menikah itu pun masuk ke dalam mobil.
”Jalan Marwan,” titah Virgo.
“Siap tuan.” kemudian Marwan menginjak gas keluar dari area parkiran menuju jalan raya.
Kenisa yang lelah di tambah tak suka mendengar gaya bicara suami pun menyandarkan tubuhnya ke punggung angku mobil lalu memejamkan matanya.
“Terbukti,” gumam David.
“Apanya tuan?” sahut Kenisha yang kini hatinya panas membara.
“Kau mengantuk, kalau sering-sering begitu maka berat badan mu akan bertambah dan kau akan gemuk seperti tante-tante.” David memberitahu efek samping jika tidur setelah makan dalam waktu jeda yang dekat.
“Tuan, Aku sebenarnya penasaran kenapa Aku ingin menikahi aku yang banyak kekurangan.” Kenisha menoleh ke arah David yang ada di sebelahnya.
“Karena kau cantik dan aku yakin wanita desa seperti mu masih suci.” David menjawab judulnya pertanyaan dari Kenisha.
“Berarti kalau aku jelek maka tua akan menceraikab aku?” Kenisha penasaran dengan tanggapan calon suaminya.
“Pertanyaan macam apa itu?” perlahan emosi David mulai terpancing.
“Aku hanya ingin tahu,” ucap Kenisha.
“Karena itu kau atur pola makan mu jangan sampai kau kena obesitas, huffff!” David menghela nafas panjang karena ia merasa gerah atas Kenisha yang seperti mencari masalah padanya.
__ADS_1
Apa aku boleh membatalkan pernikahan ini? batin Kenisha.
Meski Virgo bergelimang harta namun Kenisha yang tak menemukan kecocokan merasa ragu untuk mengabdikan hidupnya kepada pria yang cara bicaranya setajam silet.
Kenisha yang takut melakukan kesalahan yang pada akhirnya akan membuat ia menyesal pun memilih mengalihkan pandangannya ke arah jendela yang ada di sebelahnya.
Entah apa yang dipikirkan perempuan kecil, batin David.
David yang ingin mensterilkan pikirannya pun membuka handphonenya lalu melihat report sales dari setiap cabang toko perusahaannya.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhir mereka sampai di rumah.
Kenisha dan David pun turun dari dalam mobil, kemudian keduanya berjalan menuju ke dalam rumah.
Saat diberi ruang tamu Kenisha melihat adik-adiknya bermain boneka dan robot-tobot di atas lantai.
Keceriaan keduanya dapat di rasakan oleh Kenisha sendiri.
“Rohima, Andri ibu dan Ayah ada dimana?” Kenisha bertanya karena ia tak melihat kedua orang tuanya di manapun.
“Sepertinya tidur di kamar kak.” jawab Rohima, kemudian gadis kecil itu kembali melanjutkan permainan boneka poninya.
David yang baru datang dari luar langsung lewat dari sebelah Kenisha tanpa menyapanya.
“Biar saya antar nyonya.” ucap Winda yang kebetulan lewat.
“Terimakasih Winda.” kemudian Kenisha mengikuti langkah Winda menuju kamar yang ada di dekat tangga.
sepanjang perjalanan menuju kamar yang ditempati orang tuanya Ganesha melihat arsitektur rumah calon suaminya yang bergaya Eropa begitu indah dan klasik.
Rasanya seperti tinggal di negara asing kalau berada dalam rumah ini, batin Kenisha.
“Disini nyonya.” Winda berdiri dapat di pintu kamar berwarna coklat tua.
“Terimakasih Winda.” setelah itu Kenisha memutar handle pintu, kemudian ia pun masuk ke dalam kamar.
Winda yang telah menyelesaikan satu tugas kembali mengerjakan pekerjaan yang lain.
Di dalam kamar, Kenisha melihat ibu dan ayahnya sedang terlelap dengan memakai pakaian yang baru.
Kemudian Kenisha naik ke atas ranjang lalu membangunkan ibunya.
“Bu, ibu...” Kenisha mencolek bahu ibunya.
Perlahan Lilis pun membuka matanya lalu ia melihat putrinya yang telah duduk di sebelahnya.
__ADS_1
“Kau sudah pulang nak?” kemudian Lilis bangkit lalu duduk.
“Bu.” Kenisha menatap ragu kepada ibunya.
“Ada apa?” tanya Lilis seraya mengucek-ngucek matanya.
“Boleh enggak bu, aku membatalkan pernikahan ini?” Kenisha menanyakan pendapat ibunya.
“Apa?!” mata Lilis yang mengantuk tiba-tiba menjadi segar bugar.
“Ku pikir kami enggak cocok bu, dia sangat kasar.” Kenisha pun sifat calon suaminya.
Wahyu yang mendengar percakapan keduanya pun membuka matanya.
“Jangan gila ya Kenisha, lupakan rencana mu itu karena Ayah tidak akan pernah setuju.” Wahyu marah dengan apa yang dikatakan putrinya.
“Tapi ayah dia benar-benar kasar aku tidak suka, aku juga takut nanti kami akan bercerai gara-gara tidak satu prinsip.” Kenisha mengatakan kemungkinan terburuk jika tetap melanjutkan pernikahannya Virgo.
“Jangan mengada-ngada ya Kenisha, kita sudah ada di rumahnya, kalau sampai kau membatalkan pernikahan ini, itu artinya kau menciptakan musibah untuk kita.” Wahyu tidak setuju dengan apa yang dikatakan putrinya.
“Benar nak, mungkin gaya bicara tuan saja yang seperti itu, jangan di pikirkan nak, yang penting dia tidak pelit pada kita, kau lihat sendirikan? Adik-adik mu begitu nyaman di rumah ini mengertilah nak, nanti juga setelah kau lama bersamanya kau akan terbiasa.” Lilis membujuk Kenisha agar tetap melanjutkan pernikahannya.
Karena kedua orang tuanya tidak mengizinkan, Kenisha pun terpaksa mengikuti keinginan keluarganya.
“Baiklah bu.” Kenisha merasa sedih, karena ingin merasa tak bisa menyuarakan pendapatnya.
****************
Virgo yang ada di kamarnya mengingat pertikaiannya dengan Ruby.
“Apa itu hanya kebetulan? Setelah sekian lama tak bertemu, kami malah berjumpa di restoran itu, sejak kapan dia pulang dari California?” meski Virgo bersikap dingin pada Ruby, namun jauh di dalam lubuk hatinya masih tersimpan rasa sayang meski tak sebesar dulu.
“Apa dia sudah menikah?” Virgo yang lelah berdiri kemudian duduk di pinggir ranjang.
“Harusnya tadi aku menanyakannya.” Virgo yang penasaran pun mencari tahu lewat media sosial Instagram.
Tangan Virgo pun jangan cepat mengetik nama sang mantan kekasih.
Tuk tuk!
Tak lama lama muncul profil Ruby di bagian paling atas.
Lalu ia pun menekan profil Ruby untuk melihat isi Laman feed wanita cantik tersebut.
“Humm...” David tersenyum kecut saat melihat banyak photo Ruby berpelukan dengan pria lain.
__ADS_1