Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Tidak Peka


__ADS_3

David mengernyitkan dahinya saat melihat kehadiran Kenisha secara tiba-tiba di hadapannya.


“Ada apa kau kesini?” tanya David dengan nada dingin.


“Aku ingin di pijat, rasanya seluruh tubuh ku sakit bahkan sampai menusuk hati,” ucap Kenisha.


Lalu gadis cantik itu duduk di ranjang yang ada sebelah calon suaminya.


“Antri, setelah aku baru kau, silakan keluar dulu, aku tidak suka waktu memanjakan diriku di ganggu oleh orang lain,” ucap David.


Gluk!


Kenisha menelan salivanya saat David berkata demikian padanya.


“Jadi aku orang lain?” tanya Kenisha dengan meredam rasa emosi yang ada dalam hatinya.


“Tentu saja.” jawab David dengan santai tanpa memikirkan perasaan calon istrinya.


Kenisha yang merasa sesak mencoba menenangkan dirinya.


Meskipun aku tidak mencintainya tapi rasanya aku terbakar melihat orang yang akan hidup dengan ku disentuh oleh wanita lain, apalagi perempuan ini cantik dan juga seksi, apa setelah menikah dia juga masih melayani tuan David? batin Kenisha.


“Kenapa kau masih disini, tunggu di luar! Rasanya aneh kalau ada yang memperhatikan aku saat sedang di pijat,” ucap David.


“Hufftt...” Kenisha menghela nafas panjang lalu ia menatap David yang sedang memejamkan mata.


“Lebih aneh lagi kalau kau tidak merasakan apa-apa, tuan!” Kenisha yang tak ingin makin emosi meninggalkan calon suaminya bersama wanita lain di ruang terapis itu.


“Menyebalkan!” pekik Kenisha seraya melintas dari hadapan Winda dan Resti.


“Ayo!” Winda mengajak Resti untuk mengikuti Kenisha.


“Baik.” Resti menganggukkan kepalanya.


“Nyonya, anda mau kemana?” tanya Winda pada Kenisha yang menuju tangga.


“Aku mau turun.” jawab Kenisha dengan mata memerah.


“Tapi nyonya harus di rias, karena jam 07.00 pagi kita harus berangkat ke gedung pernikahan,” ucap Winda.


“Aku tidak mau menikah!” Kenisha menolak karena ia merasa tidak di hargai oleh calon suaminya.


“Nyonya tidak boleh berkata seperti itu, bagaimanapun semua telah di persiapkan oleh tuan, tolong jangan mengacaukan acara, tetap jadi pengantin atau keluarga nyonya dalam bahaya, tuan sangat seram saat marah,” ucap Winda.

__ADS_1


“Aku tak perduli, aku tidak akan menikah dengan orang yang tidak bisa menjaga harkat dan martabat keluarga.” saat Kenisha akan turun, tiba-tiba langkahnya terhenti karena mendengar suara David.


“Apa kata mu?” ucap David.


Winda dan Resti yang sadar akan kehadiran David langsung gemetaran.


“Aku tidak mau melanjutkan hubungan ini.” Kenisha yang tegas di anggap lancang oleh David.


“Jangan bercanda, apalagi banyak drama, cepat masuk ke ruang salon,” titah David.


Kenisha yang mendapat perintah bingung untuk menurutinya atau tidak.


Walaupun aku miskin tapi yang aku impikan adalah suami yang mencintai ku dan menutup matanya dari wanita lain, jujur aku iri dengan ibu yang mendapatkan ayah yang memiliki hati luhur dan juga setia, batin Kenisha.


“Maafkan aku tuan, aku tidak mau.” penolakan Kenisha di depan umum membuat kesabaran David habis.


Lelaki tampan itu mendatangi calon istrinya yang sedang merajuk padanya.


“Kenapa kau sangat susah di ajak kerjasama?!” kemudian David mengangkat tubuh Kenisha ala brida style menuju ruang salon.


“Tuan, lepaskan aku!” pekik Kenisha.


“Aku akan berbicara dengannya beberapa menit, kalian tunggu disini, jangan ada yang pergi meninggal tempat.” ucap David pada Resti dan Winda.


Setelah itu David menutup ruang salon rapat-rapat.


Kemudian David menurunkan Kenisha di dekat kursi.


“Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Kenapa kau ingin memutus pernikahan tanpa alasan yang jelas?" tanya David dengan penuh selidik.


“Harusnya aku yang tanya pada mu tuan, kenapa kau mengajak aku menikah sementara di sekitar mu banyak wanita cantik elegan dan juga berkelas, kenapa? Tidak mungkin karena cinta kan?” ucap Kenisha.


“Aku tidak perlu menjelaskan apapun pada mu.” David memilih tutup mulut karena ia merasa soal isi hatinya tak perlu di beritahu pada orang lain.


“Iya, itu karena aku tidak ada di hidup mu, kalau kau benar-benar ingin menikah dari hatimu paling dalam pasti kau merasa bersalah saat aku melihat mu di sentuh oleh wanita lain, perempuan itu memegang sampai ke pangkal paha mu tuan, dia juga menyentuh dada mu.” Kenisha menunjuk tumbuhan David yang berminyak.


“Begitu juga kau bilang tidak ingin di ganggu orang lain? Apa kau akan begitu setelah kita menikah? Jujur, meskipun orang tua ku miskin tapi dua-duanya menghargai satu sama lain, sudah berapa lama perempuan itu melayani mu? Ku dengar wanita seperti itu sering di pakai oleh customer!”


“Kenisha! jaga bicara mu!” pekik David.


Kenisha yang di bentak menjadi semakin kesal pada calon suaminya.


Bukankah harusnya dia minta maaf? Yang ku butuhkan adalah kerendahan hatinya sebagai calon imam ku, batin Kenisha.

__ADS_1


“Kau, memang akan menjadi bagian pendamping ku, tapi aku tidak mau kalau kau merubah hidup ku, kita berdua sama-sama punya cerita sebelum akhirnya bertemu, meskipun kita sudah jadi suami istri ada aturan-aturan yang harus di patuhi termasuk masalah privasi, apa kau mengerti?” tanya David.


Kenisha yang tak percaya calon suaminya tidak merasa bersalah langsung menitikkan air matanya.


“Baiklah, kalau begitu aku juga ingin tenaga profesional pria untuk memijat ku di lain waktu.” permintaan Kenisha membuat David geram.


“Ku pikir kau gadis manis, ternyata aku salah!” kemudian David membuka pintu dan mempersilahkan Winda dan Resti untuk masuk.


“Ayo nyonya.” Winda mau nonton tangan Kenisha untuk duduk di atas kursi.


Kenisha pun menurut karena ia tak punya pilihan.


Karena emosi, aku jadi lupa kalau keluarga ku butuh pengorbanan ku untuk hidup lebih layak, batin Kenisha.


Dirinya yang terpaksa menikahi perjaka tua itu hanya dapat mengelus dada.


Semoga tuan David bisa berubah, demi pernikahan ini telah merenggut nyawa seseorang yang mencintai ku, batin Kenisha.


Kemudian Winda dan Resti pun menangani wajah Kenisha agar terlihat cantik saat akad dan juga resepsi pernikahan.


***


Sedang David yang ada di kamar tak habis pikir pada Kenisha yang makin memberontak padanya.


“Kadang-kadang dia cengeng, lembut dan juga seperti singa, aku tidak tahu mana jati dirinya sebenarnya.” David yang tak mau pusing mau ambil pusing membuka lemari bajunya.


Kemudian ia mengambil baju yang akan ia kenakan untuk akad nikah.


Ia yang biasa mengurus penampilannya tak membutuhkan bantuan orang lain lagi.


“Tapi bagus kalau dia bersifat menyebalkan, karena dengan itu aku bisa menceraikannya kapan saja,” gumam David.


***


Wahyu dan Lilis yang baru bangun bersiap-siap untuk mandi.


“Mas, setelah resepsi pernikahan selesai kita langsung pulangkan?” tanya Lilis.


“Tentu saja, aku sangat takut orang lain datang ke rumah dan mencium bangkai Leo,” ucap Wahyu.


“Aku juga begitu mas, perasaan ku jadi tidak tenang, meskipun kita disini tidur enak dan makan nikmat tapi hatiku tetap di rumah.” Lilis bener-bener resah dengan masalah yang mereka hadapi saat itu.


“Semoga saja semua berjalan dengan lancar, lagi pula kita tidak bersalah, entah kenapa anak itu malah memutuskan bunuh diri, jadinya kita yang repot.” Wahyu memijat pelipisnya yang terasa sakit karena Leo.

__ADS_1


“Apa boleh buat mas, semua sudah terjadi, kita berdoa saja semoga Allah memberi bantuan pada kita,” ujar Lilis.


__ADS_2