Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Keputusan Berdarah


__ADS_3

Isak tangis Leo semakin menjadi-jadi, pasalnya ia tak rela berpisah dengan Kenisha yang sangat ia cintai.


Kenisha yang tak ingin punya urusan lagi dengan Leo bangkit dari duduknya.


“Selamat tinggal, semoga kau menemukan seseorang yang lebih baik dari ku.” Kenisha yang tak ingin memberikan harapan palsu meninggalkan kekasihnya di bawah air terjun indah itu.


Leo yang berduka menekan dadanya yang terasa sesak, ia pun menyesal kenapa ia pernah jatuh hati pada Kenisha.


“Bukan salah ku jika aku terlahir dari rahim orang miskin, kalau bisa meminta pada kuasa, aku juga ingin menjadi orang kaya, kenapa kau membuat ku menderita begini ya Tuhan, hiks...” Leo yang tak dapat menerima keadaan memukul rumput hijau yang tumbuh subur di tanah.


****************


Kenisha yang berjalan menuju rumahnya memikirkan ekspresi sedih Leo.


“Maafkan aku sudah menyakiti hatimu Leo.” Kenisha menatap gumpalan awan hitam yang artinya sebentar lagi akan turun hujan.


Kenisha yang tak ingin basah bergegas menuju rumahnya dengan berlari-lari kecil.


Sesampainya Kenisha di rumah ia pun mendapati keluarganya sedang makan sore bersama.


Yang mengejutkan dirinya adalah di hadapan ibu, ayah serta adik-adiknya ada rendang, ikan bakar, sop iga dan ayam goreng KFC.


“Kau sudah pulang?” ucap Wahyu seraya nasi yang ada di mulutnya.


“Siapa yang mengantar makanan ini ayah, ibu?” Kenisha bertanya karena sebelumnya hanya ada nasi putih di dalam panci mereka.


“Ini dari calon menantu ibu, tadi supirnya datang kemari, katanya tuan David lupa membawanya dari restoran yang ini pesan,” terang Lilis.


“Oh...” Kenisha menganggukan kepalanya, rasa simpatiknya mulai tumbuh pada calon suaminya.


Bagaimana tidak bagi seorang Kenisha yang terlahir dari keluarga miskin hadiah yang paling spesial bukanlah bunga melainkan sesuatu nasi.


Terima kasih tuan David, batin Kenisha.


Kemudian Kenisha bergabung untuk makan bersama keluarganya.


Pada pukul 20.00 malam terus mereka yang terisi penuh membuat keluarga kecil itu cepat mengantuk.


Mereka semua tidur dalam ruangan yang sama karena di gubuk mereka yang kecil tidak ada kamarnya.


Di dekat pintu masuk rumah ada wahyu di sebelahnya ada Lilis selanjutnya Andri, Rohima dan yang paling akhir di dekat pintu dapur adalah Kenisha.


Di saat semua keluarganya telah tertidur lelap Kenisha yang masih terjaga melihat sinar rembulan dari celah pintu papan rumahnya yang yang agak renggang.


“Apa sudah pulang.” ternyata Kenisha masih memikirkan soal mantan kekasihnya.


Ia tahu betul kalau Leo adalah orang yang temperamental, selain itu saat Leo sedang patah hati , ia akan berdiam diri seperti patung.

__ADS_1


Yang Kenisha khawatirkan, dia takut kalau Leo masih ada di air terjun.


****************


Ternyata kecurigaan Kenisha benar, Leo yang baru di putuskan malah merendam dirinya di aliran air terjun yang memiliki kedalaman seleher orang dewasa.


“Apa aku harus mati biar kau bahagia? Aku tak rela kalau kau bersanding dengan orang lain Kenisha.” Leo yang patah hati menyakiti dirinya sendiri.


Ia pun terus menangis di tempat indah yang tak memiliki penerangan itu.


Leo semakin benci saat mengingat perkataan Kenisha mengenai calon suaminya yang kaya.


Untuk meredam amarah yang ada dalam dadanya, Leo pun memasukkan kepalanya ke dalam air yang dinginnya seperti es.


Bluk bluk bluk!!


Leo menahan nafasnya dalam air, meski ia sudah tak mampu namun ia tetap memaksakan diri.


Mungkin mati ku akan membuat mu menyesal seumur hidup, batin Leo.


****************


Keesokan harinya di saat Kenisha, ibu dan kedua adiknya tiba di air terjun mereka terkejut melihat Leo yang buat yang berendam pagi-pagi di sana.


“Leo! Sejak kapan kau ada di sini?!” Kenisha yang melihat wajah pucat Leo menjerit histeris.


“Akhh!!! Leo!” Kenisha bingung harus menyentuh Leo atau tidak.


Di saat mereka dalam keadaan tegangan tiba-tiba melihat membuka matanya.


“Kau sudah datang?” ucapkan dengan mata yang sangat merah.


“Kau sedang apa di sana? Cepat keluar nanti kau bisa mati karena hipotermia.” Kenisha menyuruh mantan kekasihnya untuk keluarga keluar dari dalam air.


“Tidak, kalau kau tak mau menikah dengan ku, sekarang juga aku akan mati di hadapan mu.” Leo yang tak ingin di tinggal mengancam Kenisha di hadapan ibu dan kedua adiknya.


“Aku enggak bisa menikah dengan mu, karena aku sudah menerima lamaran orang itu.” sebenarnya Kenisha bisa saja membatalkan pernikahannya dengan David.


Namun saat ia melihat perbuatan nekat Leo, ia pun menjadi yakin untuk tidak bersama laki-laki yang sanggup menyakiti dirinya sendiri.


“Baiklah, berarti kau sudah ikhlas kalau aku pergi.” lalu Leo keluar dari dalam air.


Di saat itu kini Saya melihat kulit Leo sudah berkerut dan pucat.


“Kau mau apa?” tanya Kenisha.


“Memberikan kebahagiaan terakhir untuk mu.” kemudian yang memegang bekas anyaman bambu tipis di tangan kanannya dengan cepat menyayat pergelangan tangan kirinya.

__ADS_1


Sreeett!!!


“Akhh!!!” mereka semua pun menjerit. Lilis, Kenisha, Rohima dan Andri menyaksikan David menyakiti dirinya di hadapan mereka bersama.


“Hentikan Leo, sadarlah!” Kenisha mencoba merebut anyaman lampu itu.


Namun Leo yang tak ingin setengah-setengah


dalam aksinya mendorong tubuh yang bisa hingga terhempas ke atas rumput hijau.


Bruk!


“Leo!” Lilis yang ingin mengambil anyaman bambu itu juga dari tangan Leo, dengan cepat di tepis pria yang kehilangan akal sehatnya itu.


Kemudian dengan cepat dan tanpa ragu Leo berlari ke batu besar yang tak jauh dari mereka.


Leo yang tempramental serta emosional langsung menghantam kepalanya ke patung itu.


Puk puk puk!


“Kalau tak bisa menikah dengan mu lebih baik mati!” Leo menyiksa dirinya.


Kemudian Kenisha berlari menuju Leo lalu ia menarik kepala Leo yang kini penuh darah.


“Andri, Rohima, pulang ke rumah dan katakan pada ayahmu agar segera datang ke sini cepatlah!” Lilis menyuruh kedua anaknya pulang untuk meminta bantuan kepada suaminya.


“Iya bu.” Andri dengan tubuh bergetar berlari menuju rumahnya.


Selanjutnya ia membantu Kenisha untuk menghentikan kegilaan Leo.


“Sadar Leo! Yang kau lakukan adalah perbuatan dosa besar!” Lilis menarik tangan Leo agar menjauh dari batu itu.


Namun hanya yang telah dirasuki oleh setan mendorong tubuh genisa dan juga Lilis sangat menjauh darinya.


Bruk!


Bruk!


Ibu dan anak itu terhempas lagi ke rumput hijau, dan hal yang tidak di inginkan pun terjadi.


Dimana Leo memukul batu lancip ke urat lehernya hingga darahnya merembes ke mana-mana.


Caaarr!!!


Mata Lilis dan Kenisha membelalak sempurna, wajah mereka pun menjadi sasaran cipratan darah segar Leo.


Bam!

__ADS_1


Tubuh Leo yang tak berdaya ambruk ke bumi, lalu mata Leo mana mata Leo menatap tajam ke arah Kenisha.


“Hidup mu tidak akan tenang.” setelah mengatakan itu Leo menghembuskan nafas terakhirnya.


__ADS_2