
Lalu dengan langkah yang percaya diri Kenisha masuki area hutan sendirian.
“Wah, gelap juga!” Kenisha yang sudah akrab dengan daerah tersebut tidak merasa takut sedikit pun.
Kemudian ia melihat sekelilingnya dengan seksama.
“Dimana ya rusanya?” tak lama Kenisha melihat semak belukar tak jauh dari tempat ia berdiri.
“Mungkin disana, coba aku periksa.” untuk berjaga-jaga Kenisha mengambil kayu sepanjang 1 meter yang terletak di atas tanah.
“Lumayan, nanti kalau ketemu langsung aku libas saja!” Kenisha yang sudah tak sabar menuju semak belukar.
Sesampainya ia, Kenisha membelah rumput liar itu dengan tangannya.
Srak srak!
Kenisha yang mendengar gesekan antara dedaunan dan batang rumput pun menjadi semakin penasaran.
Kemudian Kenisha maju semakin dalam hingga cahaya matahari tak dapat lagi menembus lebat dan rimbunnya daun pepohonan yang menjulang tinggi ke langit.
“Eh? Gelap banget.” Kenisha yang terlalu fokus tak sadar jika dirinya sudah ada di tengah-tengah hutan.
“Aku harus kembali.” Kenisha pun balik kanan.
“Haaah!!” namun ia seketika tersentak karena melihat ada seseorang berdiri tak jauh dari hadapannya.
“Kau?” ucap Kenisha dengan suara yang bergetar.
***
David yang sudah lama menunggu menjadi kesal pada istrinya.
“Bu, kenapa Kenisha belum kembali juga? Apa Kenisha mengambil daun pisang ke rumah?” tanya David.
“Tidak, dekat kok nak, mungkin Kenisha melihat ikan di perairan yang ada di dekat hutan itu,” ucap Lilis.
“Tapi apa menurut ibu ini tidak terlalu lama?” David merasa ada yang tidak beres pada istrinya.
“Iya juga, kalau begitu ibu coba periksa ke sana dulu ya nak,” ujar Lilis.
“Kita sama-sama saja bu, berdua lebih baik,” ucap David.
“Begitu juga boleh.” sebelum pergi Lilis berpamitan terlebih dahulu pada Wahyu.
“Kau saja yang disini dengan anak-anak, biar aku dan menantu yang kesana,” ujar Wahyu.
“Baiklah kalau begitu.” Lilis pun menuruti apa yang dikatakan suaminya.
__ADS_1
Kemudian Wahyu dan David berjalan bersama menuju hutan yang ada di belakang danau.
“Anak-anak! Kalian jangan main terlalu jauh, pokoknya harus di sekitar danau tidak boleh keluar dari sini,” ucap Lilis.
“Iya, bu!!” sahut Rohima dan Andri.
***
“Kau masih hidup?” tanya Kenisha pada Leo yang terlihat segar bugar di depan matanya.
“Tentu saja, apa kau tidak senang melihat ku, Kenisha?” tanya Leo seraya mendekat pada Kenisha.
“Tentu saja aku senang, aku benar-benar sedih saat kau bunuh diri di hadapan ku.” ucap Kenisha dengan jantung yang berdebar sangat kencang.
“Ayo, ku antar pulang.” Leo pun menggenggam tangan Kenisha dengan sangat erat
Kenisha yang tak nyaman apalagi dirinya telah menjadi istri orang lain pun mencoba untuk melepaskan tangannya.
“Ada apa?” tanya Leo.
“Kau tahukan kalau aku sudah menikah?” ucap Kenisha.
“Lalu?” Leo tersenyum seolah meremehkan perkataan Kenisha.
“Aku tidak mau kalau dia salah paham melihat kita seperti ini,” ucap Kenisha.
“Jangan khawatir dia pasti maklum, aku akan katakan padanya kalau aku hanya melindungi mu dari hewan-hewan liar yang ada di sini,” ujar Leo.
“Kalau mau keluar dari sini sebaiknya kau patuh pada ku.” kemudian Leo menuntun tangan diri berjalan lurus ke depan.
“Inikan bukan jalan pulang.” Kenisha curiga kalau Leo akan mencelanya.
“Siapa bilang? Kau saja yang lupa, memangnya kau sudah pernah kesini sebelumnya?” Leo yang licik berusaha mempengaruhi ingatan Kenisha.
“Belum sih, tapi aku sangat yakin kalau tadi aku datang dari sana.” Kenisha menunjuk ke arah belakangnya.
“Tidak, aku saja melihat mu datang dari sini.” Leo tersenyum pada Kenisha yang kebingungan.
“Masa sih?” saat keduanya telah sampai ke tempat yang lumayan terang tanpa sengaja Kenisha melihat kedua pergelangan tangan Leo yang mulus tanpa ada bekas luka sedikitpun.
Ini hantunya, atau Leo punya saudara kembar? batin Kenisha.
Kenisha yang dari tadi sudah resah gelisah kini menjadi semakin takut.
Ya Allah, apa yang harus kulakukan? batin Kenisha.
Kenisha yang ingin melarikan diri harus terhalang oleh tangan Leo yang tak mau melepaskannya.
__ADS_1
“Apa masih jauh?” tanya Lyra.
“Tidak, pada hal kau melewati jalan yang sama tapi kau malah lupa estimasi waktu yang telah kau lalui,” ucap Leo.
“Iya, itu karena aku fokus mengejar rusa yang ternyata adalah dirimu,” ujar Kenisha.
“Hahaha... kau lucu sekali, mana mungkin ada rusa disini.” Leo menertawai Kenisha.
“Ngomong-ngomong apa kau yang selama ini menakut-nakuti keluarga ku?” tanya Lyra dengan penuh selidik.
“Iya, tapi aku tidak ada niat jahat sedikitpun, aku hanya melihat rumah baru mu saja dan aku juga berharap bertemu dengan," jawab Leo.
“Tapi itu bener-bener tidak lucu, kau telah membuat keluarga ku jadi susah dan lagi kenapa kau tidak datang dengan cara baik-baik ke rumah kami? Cara mu benar-benar salah, apa kau juga yang mengetuk jendela kamar adik ku?” tanya Kenisha dengan malam percakapan mata tajam.
“Justru itu aku tidak berani datang dari pintu depan,” ucap Leo.
“Benarkah?” Kenisha yang masih memegang kayu di tangannya berniat untuk menyerang Leo.
“Iya.” Leo menganggukkan kepalanya.
“Kalau begitu, sekarang bisa kau lepaskan tangan ku,” ucap Kenisha.
“Tidak mau, aku sangat merindukan mu, jadi sudah jelas aku akan terus menggenggamnya.” sikap Leo yang kurang ajar membuat Kenisha geram.
“Benarkah?” Kenisha pun menghela nafas panjang.
“Iya, apa kau tidak terima?” Leo yang tengil membuat kesabaran Kenisha habis.
“Ya, baiklah! kita juga akan berpelukan tapi izinkan aku untuk buang air kecil sebentar!” Kenisha berbohong karena ia ingin melarikan diri.
“Benarkah? Atau itu hanya akal-akalan mu saja?” Leo jelas tak percaya pada Kenisha.
“Aku serius, kau pikir aku bahagia dengan pernikahan ku? Kau tahu sendiri kalau aku di paksa menikah dengan laki-laki tua itu, Sebenarnya aku sudah lama ingin melarikan diri, tapi aku tak bisa, jujur bertemu dengan mu membuat aku sangat bahagia, apa kau mau membawa aku kawin lari?” Kenisha pura-pura menangis untuk mendukung kualitas aktingnya.
“Benarkah?” Leo manatap tak percaya pada Kenisha.
“Tentu saja, karena itu ku biarkan aku buang hajat dulu.” ucap Kenisha seraya menghempaskan tangannya.
“Ya sudah, tapi jangan lama-lama.” Leo pun mengizinkan Kenisha untuk menuntaskan pipisnya.
“Jangan lihat, hadap depan sana!” pekik Kenisha.
“Ya Tuhan, ternyata kau bener-bener galak!” Leo geleng-geleng kepala lalu berdiri membelakangi Kenisha.
Kenisha yang punya kesempatan pun langsung mengayunkan kayu yang ada di tangannya dengan sekuat tenaga ke kepala Leo.
Bugh!
__ADS_1
“Akh! Kurang ajar! Teganya kau bohongi ku, Kenisha!” Leo yang kesakitan memegang tengkuknya.
“Dasar iblis! Aku tahu kau bukan Leo! Entah apa maksud dan tujuan mu, yang jelas aku tidak suka kau memanfaatkan aku untuk sesuatu yang tidak jelas!” pekik Kenisha.