
“Tapikan seru kalau mandi ramai-ramai tuan.” Kenisha ingin berada di tempat yang banyak orang karena dia merasa canggung jika harus di tempat itu berduaan dengan calon suaminya.
“Sayangnya aku tidak suka kalau ada orang yang menatap atau tak sengaja bersentuhan dengan mu.” David tak pernah senang jika apa yang ia anak miliknya di lirik orang lain.
Apa? Apa itu artinya tuan cemburu? batin Kenisha.
“Baiklah, disini juga tidak apa-apa tuan.” Kenisha tersenyum seraya melihat ke arah pohon mahoni yang gelap gulita tak ada penerangan.
Seram banget sih tempat pilihan tuan David, batin Kenisha.
“Mandilah, aku akan menunggu mu di cafe.” ucap David yang kehausan.
Sontak Kenisha menoleh ke arah cafe dan pantai yang memiliki jarak yang cukup jauh.
Belum lagi pantai itu sedikit gelap, karena di tempat yang mereka kunjungi sudah sangat jauh dari area wisata yang di datangi para pengunjung.
Mirisnya penerangan yang pantai itu andalkan hanya dari lampu kafe.
Apa dia mau membunuh ku? Dia tak mengizinkan ku ke tempat yang terang dan banyak orang, tapi dia malah menyuruh ku mandi di tempat yang mirip seperti uka-uka, batin Kenisha.
Gadis cantik itu pun menjadi salah sangka pada calon suaminya yang posesif.
“Ehm, sepertinya aku enggak jadi mandi tuan.” meski Kenisha ingin mencicipi air laut yang katanya asin, namun ia memilih mengurungkannya, karena Kenisha merasa kalau suaminya sengaja membawanya kesana dengan maksud tertentu.
“Oh, apa kau takut sendirian kesana?” ternyata David membiarkan istrinya berenang sendiri karena ia pikir Kenisha yang tinggal di tengah hutan pasti berani jika mandi dan menyelam ke tengah lautan seorang diri.
“Ini sudah larut malam tuan, aku takut kalau nanti aku akan sakit, lagi pula pernikahan kita itu lusa, aku ingin semua berjalan baik-baik saja.” Kenisha mendapat alasan bagus demi keselamatan hidupnya yang ia anggap sedang terancam.
Ia yang merasa telah membunuh Leo tanpa sengaja jadi berpikiran negatif, Apabila ada orang yang terlihat mencurigakan di matanya.
“Kau benar juga, kalau begitu kita cuci tangan saya kesana, aku yakin kau belum pernah meminum air laut kan?” David dapat menebak karena cerita Kenisha yang mengatakan dirinya belum pernah ke pantai.
“Iya sih, tuan benar, hehehe....!” Kenisha tertawa dengan penuh kekhawatiran di hatinya.
“Ayo! Jangan lama-lama, karena kita harus mencicipi lobster dan kepiting yang ada di cafe itu.” kemudian David menuntun tangan Kenisha untuk menuju pantai.
“I-iya tuan.” tangan David yang lembut dan hangat membuat Kenisha merasa deg-degan.
Ia pun terus menatap punggung bidang dan kekar calon suaminya yang berjalan di depannya.
Sesampainya mereka di pinggir pantai, datang menyapu kaki Kenisha dan David.
Wusss...!!
__ADS_1
Lalu David menatap wajah Kenisha yang masih ia genggam tangannya.
“Dinginkan?” ucap David dengan tersenyum manis kepada Kenisha.
“Iya tuan.” sahut Kenisha dengan menahan senyum di bibirnya.
Lalu David melepaskan genggamannya ia pun berkata pada gadis cantik yang sedang menoleh ke melihat ke arah bawah
“Kau nggak jadi meminum air laut ini?” kemudian David berjongkok lalu merapatkan kedua tangannya dan mengambil air laut.
“Cobalah, semakin banyak kau meminumnya maka kau akan makin dewasa.” entah apa maksud Virgo mengatakan seperti itu kepada Kenisha.
“Benarkah?” Kenisha yang polos pun meneguk air laut yang ada di telapak tangan calon suaminya.
“Iihh!!” wajah gadis manis itu langsung kecut.
“Asin banget tuan,” ucap Kenisha.
“Kalau asin kenapa di minum semuanya? Hahaha... kau tahu, banyak orang yang di larung disini.” David yang usul ternyata mengerjai Kenisha.
“Maksudnya bagaimana tuan?” Kenisha tak mengerti dengan apa yang di katakan calon suaminya.
“Nanti kau juga tahu.” David enggan menjelaskan karena ia merasa itu membuang-buang waktu.
“Iya tuan, tapi apa boleh, aku agak ke depan sedikit?” Kenisha ingin merendam kakinya lebih lama di dalam air laut.
“Silahlan.” David mengizinkan karena ia pikir maju beberapa langkah saja tidak akan dalam.
Kenisha yang mendapat izin pun merasa senang kemudian ia maju dengan perlahan, Kenisha pun merasakan kakinya bersentuhan dengan pasir halus yang ada di dalam air.
Wussss!!!
Angin berhembus menabrak wajah mulus gelisah hingga rambutnya yang berantakan.
“Sudah Kenisha, sebaiknya kita kembali sepertinya akan turun hujan.” David mengetahui itu karena ia melihat di langit bergumpal awan gelap.
“Iya tuan.” saat Kenisha akan balik kanan tiba-tiba kepiting nakal menggigit ibu jarinya.
“Akhh!!!”
“Ada apa Kenisha?!” David panik melihat Kenisha melompat-lompat tidak jelas.
Brruuush!!
__ADS_1
Kenisha pun jatuh ke dalam air asin yang menjadi tempat tujuan wisatanya selama ini.
“Kenisha!” sontak David mendatangi kini yang kini telah duduk di air.
“Tu-tuan...” Kenisha merengek seraya mengangkat kaki kanannya ke atas.
“Ada kepiting, hiks...” Kenisha menangis karena ia merasa perih di induk kakinya selain itu kepiting merah jahil itu belum mau melepaskan gigitannya.
“Astaga!” dengan hati-hati David melepaskan kepiting itu dari calon istrinya.
“A-a-akh!! Pelan-pelan, sakit banget tuan, huah!!” Kenisha menangis saat kepiting itu makin mengencangkan gigitannya.
“Hufff!!” hello nafas panjang setelah ia berhasil melepas kapitan itu dengan cara mematahkan kedua capitnya.
Tes!
David melihat induk kaki Kenisha mengeluarkan darah.
Pasti perih kalau dia berjalan sendiri, batin David.
David yang iba pun berinisiatif untuk membantu calon istrinya.
Ia pun menggendong Kenisha ala bridal style keluar dari dalam air.
Meski itu memalukan namun Kenisha tidak menolak karena ia sendiri tahu resikonya jika ia berlagak kuat untuk jalan sendiri.
“Sudah, Jangan menangis lagi itu adalah proses untuk menjadi orang dewasa.” David iseng masih sempat ngeledek istrinya.
“Aku enggak bodoh tuan, kenapa sih dari tadi tuan selalu mempermainkan aku? Memperlakukan aku seperti anak-anak, aku tahu tuan lebih dewasa dariku, tapi sebentar lagi kan aku menjadi istri mu, hiks...” Kenisha yang dari siang kesel pada David akhirnya menangis sejadi-jadinya.
“Hei, aku hanya bercanda jangan di ambil hati, untuk menjadi istri ku kau tidak boleh cengeng, malu sedikit! karena kalau kau sudah resmi menjadi istri ku, banyak yang akan memanggil mu tante, bude, uak dan mama.”
David ternyata memiliki banyak keponakan dari saudara sepupunya yang berjumlah 10 orang.
Berkat David yang terlambat menikah membuat Kenisha di tetuakan semua anggota keluarga David yang lain.
Mendengar penjelasan calon suaminya sontak yang bisa menutup rapat bibirnya dan menikah air matanya dengan jamarinya.
“Apa yang di mobil, di lift dan juga restoran bercanda?” Kenisha meminta penjelasan akan sikap dingin David seharian itu.
“Ummmm iya.” David tak bisa mengatakan tidak karena ia takut wanita yang ada di gendongannya makin histeris.
“Oh, termasuk saling mengejek dengan bu Ruby ya, begitu maksud tuan?” Kenisha menganggukkan kepalanya.
__ADS_1