Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Tidak Di Anggap


__ADS_3

Ketegangan itu pun terhenti saat Wahyu dan Lilis datang kembali ke ruang tamu.


“Pak, bu, kami berangkat sekarang,” ucap Wahyu.


Lalu Lilis dan Wahyu menjabat tangan Hana dan juga David.


“Kenisha jaga diri baik-baik, patuhlah pada suami dan kedua mertua mu, nak,” ucap Wahyu.


Sebelum berpisah Kenisha dan keluarganya saling berpelukan.


Lalu mereka semua menuju pintu utama untuk mengantar keluarga Kenisha dan juga kedua orang tua David yang juga ingin pulang.


“Mama dan papa pergi dulu kalau ada perlu telepon kami saja.” setelah mengatakan itu Daniel masuk ke dalam mobil.


Hana yang memusuhi putra dan menantunya memilih pergi tanpa mengucapkan sepatah kata perpisahan.


Setelah seluruh anggota keluarga telah berangkat, Daniel pun masuk ke dalam rumah tanpa mengajak istrinya.


Kenisha lelah dan ingin mandi bingung harus kemana.


Akukan sudah jadi istrinya, apa aku harus ikut dia ke kamarnya atau tidak? Kenisha yang bingung terus bertanya dalam hatinya.


“Tapi kalau aku tidak di panggil itu artinya dia memang tidak ingin aku tidur dengannya.” Kenisha yang tidak ingin membuang waktu segera menuju kamarnya.


Sedang David yang baru sampai ke kamar menoleh ke belakangnya.


“Hem, dimana dia?” gumam David.


David mengira kalau Kenisha akan menyusulnya.


David pun sengaja membiarkan pintu kamarnya terbuka karena ia pikir Kenisha akan datang.


15 menit pun berlalu, namun Kenisha yang di tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


“Apa dia pergi ke kamarnya??” David jadi sedikit jengkel pada istrinya.


“Apa dia tidak mau melayani ku malam ini?” David pun mengirim pesan pada istrinya.


[Dimana kau?] David.


Kenisha yang baru selesai mandi pun memakai pakaian yang langsung tidur tanpa melihat handphonenya terlebih dahulu.


David yang tak bisa bersabar lagi langsung menuju kamar tamu yang ditm tempati istrinya.


Brak!


Suara pintu yang terbuka dengan keras membuat Kenisha terkejut ia pun langsung membuka mata dan melihat siapa gerangan yang datang mengganggu istirahatnya.


“Tu-tuan?” Kenisha yang tidak tahu apapun merasa bingung kenapa suaminya masuk dalam keadaan marah.


David yang emosi dan merasa di permainkan masuk ke dalam kamar dengan langkah yang kasar.


Pria gagah dan tampan itu pun naik ke atas ranjang dan menggenggam erat dagu istrinya.


“Apa maksud mu? Kenapa kau berani mempermainkan aku?!” pekik David.


“Maksudnya bagaimana tuan? Aku tidak mengerti?” Kenisha yang ketakutan hampir menangis karena itu pertama kalinya ia di perlakukan kasar oleh seorang pria.


“Aku sudah lama menunggu mu bahkan aku mengirim pesan pada mu tapi kenapa kau malah tidak membalas, kau sudah mengabaikan tugas mu sebagai seorang istri?” Daniel yang emosi mencekik leher istrinya.


Kenisha yang kesakitan mencoba melepaskan tangan suaminya dari lehernya.


“Maafkan aku tuan, aku tidak tahu kalau aku akan tidur di kamar tuan malam ini, aku juga belum membuka handphone ku dari tadi, tolong jangan bunuh aku tuan.” Kenisha yang lemah dan tak berdaya hanya bisa memohon.


David yang tersadar pun langsung melepaskan tangannya.


Ia yang gengsi untuk minta maaf langsung menarik tangan istrinya untuk menuju kamarnya.


Kenisha yang merasa tersiksa di malam pertamanya hanya bisa menangis meratapi nasib.


“Hiks...” sepanjang perjalanan Kenisha terus terisak, ia tak dapat menahan air matanya karena suami pilihan orang tuanya benar-benar menyiksa batinnya.


Para art yang melihat keduanya pun saling berbisik satu sama lain.


“Dasar perempuan cengeng, baru menikah tapi sudah berlaga sok manja,” ucap Reni.

__ADS_1


“Iya, benar! Pada hal orang miskin, entah apa yang ada di kepala tuan sampai mau pada perempuan jelek itu!” timpal Rena.


***


Ketika Kenisha dan Daniel telah sampai ke dalam kamar, Daniel pun mendorong kasar istrinya ke ranjang.


Kenisha yang ketakutan hanya menundukkan kepalanya.


“Hapus air mata mu! Lagi pula untuk apa kau menangis? Yang salah itu dirimu!” Daniel menunjuk kasar wajah Kenisha.


Kenisha yang tidak bisa membela diri hanya dapat minta maaf.


“Aku bersalah, tolong jangan marah lagi tuan,” pinta Kenisha.


“Sudahlah, lupakan!” Daniel yang tak ingin terbawa emosi lagi duduk di atas sofa dan menyandarkan badannya ke punggung kursi.


Kenisha yang masih berderai air mata membuat Daniel serba salah.


“Ku bilang jangan menangis! Suara mu sangat jelek, telinga ku jadi sakit Kenisha!” hardik Daniel.


Kenisha yang tak mau kena tangan kalau tak menurut menghentikan tangisnya. Lalu ia menyeka air matanya sampai kering.


Sedang Daniel yang ingin meredakannya amarah dalam hatinya mencari hiburan dengan membuka media sosial Instagramnya.


Coba aku lihat akun Ruby, batin Daniel.


Ketika ia berhasil menemukan akun mantannya kekasihnya ia lpun melihat kiriman photo terbaru mantan kekasihnya.


Deg!


Apa dia sedih karena aku? batin Daniel.


Daniel yang fokus pada mantannya tak sadar kalau sudah mengabaikan istrinya.


Kenisha yang melihat suaminya sibuk dengan handphone malah harus menahan kantuknya.


Apa dia akan marah kalau aku tidur duluan? Apa kita akan melakukannya malam ini juga? batin Kenisha.


Kenisha yang mencoba terjaga akhirnya tak dapat bertahan, alhasil ia pun tidur dalam posisi duduk.


Saat Daniel akan beranjak keluar kamar tanpa sengaja ia melihat Kenisha duduk seraya memejamkan mata.


“Apa dia tidur?” Daniel yang ingin tahu pun bangkit dari duduknya dan mendekat ke Kenisha.


“Hei, bangun!” Daniel mencolek wajah Kenisha yang lembut.


“Ya?” Kenisha yang setengah sadar menoleh ke arah Daniel.


“Ada apa, tuan?” tanya Kenisha dengan mata yang masih sepat dan berat.


“Tidur yang benar, kalau begitu badan mu bisa sakit.” kemudian Daniel menaikkan kaki Kenisha.


Lalu ia pun membaringkan tubuh Kenisha di atas ranjang.


Daniel yang ingin menelepon Ruby berniat untuk beranjak, namun Kenisha menggenggam tangan Daniel.


“Apa kau membenci ku?” tanya Kenisha yang ternyata bermimpi bertemu Leo.


Daniel yang mendapat pertanyaan itu tak tahu harus menjawab apa.


“Aku sangat mencintai mu.” Kenisha menyatakan perasaannya pada mantan kekasihnya yang telah meninggal dunia.


“Apa kau bilang?” Daniel jelas tak percaya karena tak mungkin Kenisha memiliki perasaan padanya dalam waktu singkat.


Daniel pun melepaskan tangan Kenisha darinya, lalu ia keluar kamar untuk menghubungi Ruby.


Saat ia telah sampai ke balkon Daniel jadi berpikir dua kali untuk menelepon Ruby atau tidak.


“Pada hal ini adalah malam pertama kami, tapi aku malah ingin menghubungi wanita lain,” gumam Daniel.


Daniel yang merasa bersalah berniat untuk kembali ke kamar, sejurus dengan itu Ruby malah menghubungi dirinya.


Deg!


Jantung Daniel berdetak dengan sangat kencang.

__ADS_1


Ia pun bingung ingin menerima atau tidak panggilan telepon dari mantan kekasihnya.


Daniel yang masih memikirkan Ruby akhirnya mengangkat telepon mantan kekasihnya itu.


Daniel [Halo]


Ruby [Halo, kenapa kau jahat sekali pada ku, teganya kau menikah dengan perempuan jelek itu, katanya kau menyukai ku sampai kau mati, ternyata semua bohong! Kau penipu! Hiks]


Ruby yang tak terima kenyataan ternyata telah minum 20 botol miras di sebuah kafe ternama di ibu kota.


Daniel [Ruby, kau ada dimana?]


Daniel tahu kalau mantan kekasihnya sedang mabuk, ia pun jadi khawatir.


Ruby [Kau tidak usah mencari ku lagi, karena aku sudah ikhlas kau tinggalkan, hiks]


Daniel [Jangan bilang seperti itu!]


Daniel tahu betul kalau Ruby akan bertingkah konyol saat mabuk.


Ruby [Pada hal aku masih sangat mencintai mu, tapi kau! Malah wanita itu! Lebih baik aku mati kalau tidak bisa mendapatkan mu! Aku tidak bisa hidup tanpa mu! Selamat tinggal! Hiks]


Daniel yang cemas berniat untuk mencari Ruby.


Namun saat ia balik kanan ia pun melihat Kenisha telah berdiri tepat di hadapannya.


“Kau bangun?” ucap Daniel.


“Apa tuan akan pergi?” tanya Kenisha.


“Iya, aku ingin menemui teman, kau tidurlah duluan,” ucap Daniel.


“Apa itu bu, Ruby?” tanya Kenisha untuk memastikan.


“Iya, dia sangat gila kalau sedang mabuk, aku harus mengantarnya pulang,” ucap Daniel.


“Begitu ya.” Kenisha yang merasa tidak di hargai menganggukan kepalanya.


“Pergilah tuan, pasti dia sangat membutuhkan kehadiran mu.” setelah mengatakan itu Kenisha kembali ke dalam kamar.


“Perempuan itu ternyata lebih penting dari pada aku, pada hal dia yang datang dan mendesak untuk menikah, sekarang malah lebih memprioritaskan wanita lain dari pada istrinya.” Kenisha merasa sakit hati.


Tapi ia kembali sadar kalau tujuannya menjadi istri David Western untuk membahagiakan keluarganya.


Sedang David yang masih berdiri di tempat menghela nafas panjang.


Izin yang Kenisha berikan membuat ia merasa kalau istrinya marah padanya.


“Urusan Kenisha nanti juga di selesaikan, lebih baik aku cari Ruby dulu.” David yang terburu-buru pun segera menuju garasi untuk mengambil mobil.


Kenisha pun menuju jendela dan melihat suaminya keluar menyetir sendiri.


“Kejam!” Kenisha pun kembali ke ranjang dan memilih untuk tidur dari pada memikirkan orang yang tak menganggap ia ada.


***


David yang ada di mobil mengingat kembali kafe yang biasa di datangi mantannya.


“Apa di bar Kissky_chu?” David yang tak tahu kemana akhirnya menuju kafe tersebut.


Setelah beberapa saat dalam perjalanan akhirnya David di tujuan.


Ia pun masuk ke dalam kafe dan menemukan Ruby sedang berjoget ria dengan memakai bikini di atas meja bar.


Para lelaki hidung belang yang ada dalam bar itu pun mengelili Ruby yang antusias memaperkan tarian panasnya.


“Asataga! Benar dugaan ku!” David yang ingin melindungi Ruby dari para pria nakal yang ada disana langsung menarik tangan Ruby dan menggendongnya ala bridal style menuju mobil.


David yang berhasil merusak suasana membuat semua orang gusar.


“Kau datang?” Ruby yang bau alkohol malah mengecup bibir seksi David tanpa permisi.


“Ruby, sadarlah! Kau ini benar-benar keterlaluan! Kenapa kau tidak pernah berubah?” pekik David.


“Sifat dan watak itu tidak bisa berubah dalam hitungan detik, berbeda dengan hati, sayang.” Ruby pun memeluk David.

__ADS_1


__ADS_2