Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Dilema


__ADS_3

Sesampainya ke dalam mobil David menempatkan Ruby di sebelah kursinya.


“Kau benar-benar menyedihkan? Harusnya hidup mu jauh lebih baik karena sudah meninggalkan aku, tapi ternyata aku salah, kau sangat hancur,” ucap David.


“Itu semua karena mu.” lalu Ruby meraba tongkat sakti mantan kekasihnya.


“Apa yang kau lakukan?” David menyingkirkan tangan Ruby dari miliknya.


“Aku kesini hanya untuk membantu mu pulang, kau jangan salah sangka kalau aku masih menyukai mu, ini murni karena khawatir!” pekik David.


“Bohong, aku tidak percaya sebelum kau di tes.” Ruby yang nakal terus menghujani bibir David dengan ciuman panasnya.


David yang masih ada rasa pun tanpa sadar membalas ciuman mantan kekasihnya hingga mereka terhanyut ke sesi gunung kembar Ruby yang sangat luar biasa.


“Apa kau sudah mencoba istri mu? Bukankah ini malam pertama kalian, sayang?” ujar Ruby.


David yang sadar kalau dirinya sudah punya istri langsung mengurungkan niatnya untuk bercinta dengan Ruby.


Astaga! Apa yang ku lakukan, batin David.


Wajah Ruby yang sempat ia buat menangis terlintas di kepalanya.


“Kau tinggal dimana sekarang?” tanya David.


“Masih di alamat yang sama, jl. Mawar Merah!” ucap Ruby seraya mencubit pipi David yang begitu menggemaskan.


“Oke.” David yang ingin cepat-cepat bertemu istrinya langsung membawa Ruby pulang ke rumahnya.


Setelah 25 menit dalam perjalanan mereka pun sampai ke tujuan.


“Ayo!” David turun mobil terlebih dahulu, setalah itu ia membantu Ruby untuk keluar.


“Aku hanya bisa mengantar mu sampai disini," ucap David.


“Enggak masuk dulu, sayang? Kenapa harus buru-buru sih?” tanya Ruby.


“Tidak, aku harus segera pulang,” jawab David.


“Baiklah, kau pasti ingin mencicipi istri mu ya?” Ruby tertawa nakal pada David.


“Itu bukan urusan ku,” ucap David.


“Kau benar, kau boleh mencoblosnya sesuka hatimu, tapi aku memohon jangan buang di dalam, oh ya.. terimakasih banyak sudah mengantar ku, David... aku masih sangat mencintai mu, apa mungkin masih ada kesempatan untuk kita bersatu?” wajah Ruby yang memelas membuat iman David goyah.


Namun ia pura-pura tegas demi pilihan yang telah ia buat.


“Lupakan.” David yang ingin pulang masuk ke dalam mobilnya.


Sedang Ruby yang di tinggal tersenyum penuh makna.


“Ke datangan mu sekarang merupakan suatu pertanda kalau kau masih tertarik pada ku, akan ku hancurkan rumah tangga mu, hanya aku yang pantas menjadi pendamping hidup mu.” Ruby yang bahagia tersenyum lebar.


Lalu ia pun masuk ke dalam rumah dengan langkah yang tegar.


“Aku hanya minum 2 gelas sayang, hahaha...” Ruby tertawa karena ia berhasil menipu David untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


***


Kenisha yang merasa haus terbangun dari tidurnya.


“Ya Tuhan!” ia terkejut bukan main saat melihat David telah duduk di sebelahnya.


Tatapan David yang begitu tajam membuat Kenisha menelan salivanya.


“A-apa aku melakukan kesalahan lagi, tuan?” tanya Kenisha dengan jantung berdebar kencang.


“Tidak.” kemudian David menarik kedua tangan Kenisha untuk duduk.


“Ada apa tuan?” Kenisha penasaran dengan apa yang akan di lakukan David padanya.


“Apa kau sudah makan?” tanya David.


Kenisha pun menggelengkan kepalanya.


“Ayo makan dulu,” ujar David.


Lalu Kenisha melihat ke arah jam yang ada di dinding.


“Tapi sudah jam 03:00, aku sudah enggak lapar tuan,” ucap Kenisha.


“Ya sudah, kalau begitu kau tidur saja,” ucap David.


Kenisha pun merebahkan kembali tubuhnya, lalu David beranjak ke sebelah wanita cantik itu.


Kenisha yang baru pertama kali tidur dengan seorang pria merasa tak tenang.


Matanya yang tadinya berat kini menjadi terang benderang.


Sedang David yang telah berpengalaman merasa biasa saja, ia justru memikirkan perkataan Ruby yang masih mencintainya.


Kenisha yang tak bisa terlelap pun mengubah posisi dengan membelakangi David.


“Kenapa kau belum tidur?” tanya David.


“Entahlah tuan.”


“Mas.”


“Mas?” Kenisha pun menoleh ke arah David.


“Iya, aku ini suami mu bukan majikan mu,” ucap David.


Kenisha yang mengerti menganggukkan kepalanya lalu ia mengalihkan pandangannya mengarah plafon.


“Apa aku boleh tanya sesuatu, mas?”


“Apa itu?” ucap David.


“Apa kau menyesal menikah dengan ku?”


“Kenapa kau berkata begitu?” ucap David.

__ADS_1


“Sepertinya mas masih mencintai Bu Ruby,” ujar Kenisha.


“Kau tidak perlu tahu masalah perasaan ku, tugas mu hanya menjadi seorang istri, di luar itu kau tidak punya wewenang pada ku,” terang David.


“Berarti aku hanya istri di atas kertas, begitu kan, mas?” pernyataan Kenisha membuat David bungkam.


“Tidak apa-apa, aku layak menerimanya karena mas juga tahu kalau aku menikah untuk uang, kalau memang aku tidak boleh ikut campur soal perasaan mu, aku maklum.”


Kenisha yang pasrah membuat David sedikit tenang.


“Apa benar kau mencintai ku?” David ingin tahu apa yang di katakan Kenisha beberapa jam lalu benar atau tidak.


“Lagi proses,” jawab Kenisha.


“Apa?” David mengernyitkan dahinya.


“Para wanita di kampung ku kebanyakan menikah karena perjodohan, jarang sekali terdengar ada perceraian, itu semua karena ajaran orang tua yang selalu melekat di hati setiap putrinya, orang tua selalu berkata patuh dan dengarkan apa kata suami mu, jangan katakan masalah keluarga pada orang lain meski kau merasa menderita, hindari perceraian karena itu merupakan aib besar dan membuat malu keluarga, meski tak suka dengan seiring waktu rasa cinta itu pasti akan tumbuh, begitu pul kata teman ku, tapi untuk mu aku tidak tahu mas, bukan karena aku tak mau membuka hati, tapi... apa kau sendiri mengizinkan aku untuk mencintai mu?”


Pertanyaan Kenisha membuat David terperangah.


“Ayo kita tidur.” David yang tak ingin membahas hal itu malah mengalihkan pandangannya.


“Iya mas.” Kenisha tak meminta kejelasan lebih lanjut karena ia sudah tahu jawabannya.


Pada hal masih kecil tapi dia berhasil membuat aku tak berkutik, batin David.


David yang di lema makin tak tenang, ia juga merasa bersalah karena hampir bercinta dengan wanita lain sedangkan di sisinya kini sudah ada Kenisha.


David pun menoleh ke arah Kenisha yang kini memejamkan mata.


Apa aku harus melakukannya sekarang? batin David.


David yang ingin memenuhi kewajiban sebagai suami mengelus rambut panjang hitam Kenisha yang terurai.


Kemudian ia pun menggeser tubuhnya dan mengecup bibir merah merona Kenisha yang terasa manis.


Kontak fisik itu sontak membangunkan Kenisha.


“Apa yang mas lakukan?” tanya Kenisha dengan jantung yang berdetak kencang.


“Ayo, penuhi kewajiban mu, layani aku.” pinta David dengan tegas.


Deg!


Jantung Kenisha makin tak terkendali, rasa malu pun melekat kuat dalam dadanya.


“Apa kau belum siap sekarang?” David pun mengecup kembali bibir indah istrinya.


“Bu-bukan begitu mas, tapi apa mas sendiri sudah yakin? Setelah ini kehidupan kita bisa saja berubah, bisa jadi kita akan memiliki anak, apa mas sudah siap menjadi suami yang hanya akan mencintai keluarga?” Kenisha ingin suaminya tidak mengecewakan ia dan anak-anak mereka nanti.


“Apa yang kau bicarakan?”


“Aku takut kau membuang ku dan anak yang akan ku lahirkan nanti tuan,” ucap Kenisha.


“Khayalan mu terlalu tinggi, kau itu tidak perlu memikirkan sesuatu yang belum terjadi, dasar konyol!” suasana David jadi berubah karena Kenisha berhasil membuat suasana hatinya menjadi buruk.

__ADS_1


“Aku bukan laki-laki sekejam itu! Aku memang bisa memisahkan pasangan ku, tapi tidak dengan anak,” ucap David.


__ADS_2