Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Menyakitkan


__ADS_3

“Kami ingin makan, apa kau mau bergabung?” Setelah lama menutup diri tak mau menyambung silaturahmi kepada mantan kekasihnya akhirnya David mencoba berdamai dengan keadaan.


“Tentu saja.” Ruby tak keberatan karena ia penasaran dengan identitas penggantinya yang ada di hadapannya.


Kenisha yang berpikir kalau itu adalah teman wanita calon suaminya merasa tak masalah jika mereka makan bertiga.


“Hai, aku Ruby Aqila, nama mu siapa?” Ruby mengulurkan tangannya kepada Kenisha.


“Aku Kenisha kak.” Kenisha pun menerima jabatan tangan itu.


“Nama yang bagus kalian sudah lama berpacaran ya?” Ruby tersenyum ramah seraya melepas tangannya dari Kenisha.


“Ternyata Kau penasaran juga dengan hubungan kami ya.” David tak suka Ruby banyak pertanyaan pada calon istrinya.


“Tentu saja, apa ada yang salah?” jawab Ruby dengan santai.


“Kau di ajak duduk untuk makan, bukan untuk mencari tahu latar belakang calon istri ku.” David yang terus terang membuat Ruby menelan salivanya.


Astaga, ternyata tuan tidak hanya dingin pada ku, batin Kenisha


“Ya Tuhan, Kenapa kau jadi sensitif begitu pada ku? Aku hanya tanya itu sepertinya jin iprit dalam hati mu malah berontak.” Ruby pun tertawa untuk menutupi rasa malunya.


Saat mereka sedang berbincang-bincang seorang pramusaji datang menemui mereka.


“Selamat siang, bapak dan Ibu mau pesan apa?” tanya sang pramusaji dengan penuh senyum.


Kemudian David membuka buku menu yang terdapat di atas meja.


“Bebek bakar utuh satu ekor, cah kangkung, sprite dan air mineral hangat di campur dengan lemon.” setelah selesai memesan David menutup buku menu.


“Aku pesan ikan gurame bakar pedas manis , pakai jagung manis goreng di campur dengan lalapan selada, minumnya air mineral dingin,” ucap Ruby.


“Kakak mau pesan apa?” tanya sang pramusaji.


“Aku pesan ayam penyet, pakai nasi putih yang banyak, minumnya teh manis hangat,” ucap Kenisha.


“Apa kakak mau di tambah lalapan seperti yang Ibu dan ayah kakak pesan?” wajah Kenisha yang teramat imut membuat sang pramusaji mengira gadis muda itu adalah putri Ruby dan David.


Ruby yang mendengar itu sontak marah karena itu artinya ia di anggap sudah tua.

__ADS_1


Sedang David merasa geram, karena di anggap orang tua dari calon istrinya.


Kenisha sendiri sebenarnya merasa lucu dan juga takut, pasalnya ia melihat wajah David dan Rubby berubah jadi masam setelah pramusaji itu berkata demikian.


“Aku mau cah kangkung seperti yang sayang ku pesan.” Kenisha melirik David dengan lembut.


Sang pramusaji yang sadar kalau dirinya bersalah pun segera minta maaf.


“Maaf kalau saya salah bicara, bapak, ibu, kakak.” sang pramusaji pun menundukkan kepalanya dengan penuh penyesalan.


“Pergilah, siapkan apa yang kami minta.” David yang kesal menatap tajam ke arah sang pramusaji.


“Baik pak.” lalu sang pramusaji bergegas menuju dapur.


“Dasar tidak sopan, padahal aku masih muda, bagaimana bisa dia berpikir kalau kau anak ku, Kenish?” Ruby mengatakan kekesalannya pada Kenisha.


“Hahaha, aku juga enggak tahu kak.” Kenisha yang takut kena imbas tak berani berkata banyak.


“39 tahun sudah hampir nenek-nenek, bu.” tanpa di duga David malah meledek mantan kekasihnya.


“Apa?!” Ruby semakin naik hitam saat mendengar David berkata seperti itu padanya.


“Kenisha baru 17 tahun, jadi wajar saja orang berpikir kalau ibunya.” David yang usil tertawa geli.


“Siapa bilang? Usia segitu namanya matang! Laki-laki seperti kami ini biasa mencari daun muda, bagi pria yang banyak uang meskipun sudah tua bisa membeli wanita manapun yang ia inginkan, makanya aku mencari yang muda karena kalau bangun pagi aku mau melihat bunga mawar bukan bunga mati!”


Kata-kata menohok dari David membuat dua wanita yang sedang bersamanya merasa sakit hati, pasalnya mereka berdua sama-sama merasa terhina.


“Dasar jahat!” Ruby yang marah pada David bangkit dari kursi, sebelum Ruby pergi ia pun meletakkan uang 1 juta di atas meja.


“Ini untuk tagihan makanan ku!” setelah itu Ruby melangkah kasar keluar dari restoran.


“Hum... baru di bilang begitu sudah sakit hati, dasar harusnya dia berkaca!” gumam David yang memendam rasa benci kepada mantan kekasihnya.


Apa yang dia pikirkan sebenarnya tentang ku? Aku tahu, aku mau menikahinya karena harta, tapi rasanya tidak pantas jika dia mengatakan itu di hadapan orang lain, aku tidak jual diri ini melainkan menjadi istri sahnya, batin Kenisha.


Gadis cantik itu merasa terluka yang membuat ia hampir menangis.


Andai ayah mendengar apa yang dia katakan, apa ayah akan mengizinkan ku untuk membatalkan pernikahan ini? batin Kenisha.

__ADS_1


“Jangan melamun.” Virgo menegur calon istrinya.


Pasalnya wajah Kenisha terlihat menyedihkan seperti orang yang punya banyak masalah.


“Iya tuan.” sahut Kenisha dengan tak bersemangat.


Setelah menunggu selama 7 menit akhirnya pasangan mereka pun datang.


Sang pramusaji yang sama menghidangkan makanan di atas meja dengan penuh senyuman.


“Selamat menikmati.” selesai mengatakan itu sang pramusaji yang masih takut pada David segera pergi untuk melayani pelanggan lainnya.


“Harus habis.” ucap David karena ia tahu Kenisha akan menyisakan makanan.


“Baik tuan,” sahut Kenisha.


Lalu keduanya pun makan bersama, meski hidangan yang ada di hadapan Kenisha adalah menu impiannya sejak lama.


Namun karena calon suaminya ia jadi tak selera makan.


David yang hanya makan bebek dan sayur tanpa nasi melihat Kenisha yang ritme makannya terlalu lambat.


“Apa rasanya tidak enak, Kenisha?” tanya David.


“Tidak tuan, rasanya enak kok.” kemudian Kenisha melahap nasi dan ayam yang ada di piringnya meski perutnya menolak.


“Oh... ku pikir kau tak suka, kalau memang rasanya kurang enak kau boleh pesan yang lain.” David ingin istrinya cukup makan agar terlihat berisi, karena ia melihat Kenisha teramat kurus meskipun banyak wanita yang mengimpikan tubuh seramping itu.


“Ini saja sudah cukup tuan.” lalu mata Kenisha melihat ke arah piring David.


“Tuan, Kenapa makan tidak pakai nasi?” Kenisha penasaran dengan alasan calon suaminya, sebab menurutnya itu wajib, selain lebih nikmat manfaat lainnya agar lebih cepat kenyang.


“Lambung ku tidak suka nasi,” jawab David.


“Apa?” Kenisha bingung karena ada orang yang tidak suka makanan pokok lezat itu.


“Sudahlah, tak usah tanya-tanya lagi, lebih baik habiskan saja nasi mu yang segunung itu.” Virgo melihat ke arah piring Kenisha.


Sontak Kenisha tersenyum, karena ia merasa seperti orang rakus.

__ADS_1


“Habis enakbsig tuan, apa tuan benar-benar enggak mau mencoba makan sesuap?” Kenisha mengarahkan sendok berisi nasinya pada David.


“Tidak, jangan biasakan makan nasi banyak-banyak, karena itu memiliki karbohidrat yang tinggi, nanti kau malah seperti ular, habis makan langsung tidur.” meski yang dikatakan Virgo benar, namun itu sangat menyakitkan dan memutus selera makan seorang Kenisha.


__ADS_2