Terpaksa Menikahi Perjaka Tua

Terpaksa Menikahi Perjaka Tua
Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

“Ternyata aku tidak salah putus dengannya, perempuan tidak setia seperti ini tak pantas untuk di nikahi.” David ingat betul kalau lelaki yang memeluk Ruby di feed Instagram terbarunya bukanlah pacar mantan kekasih yang pertama.


“Apa yang dia pikirkan, dengan mudah membaca cinta, semoga saja Kenisha tidak seperti dirinya.” David yang pernah gagal dalam membina hubungan percintaan tak ingin kalau hal itu terulang untuk yang kedua kalinya.


Ia yang kegerahan setelah keluar seharian memutuskan untuk mandi agar merasa lebih segar.


***


Kenisha yang berada di kamar yang di khususkan untuknya termenung memikirkan pernikahannya yang akan diselenggarakan besok lusa.


Ia yang merasa pusing mencoba membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.


“Haaah... bagaimana caranya agar aku di sukai oleh tuan? sebenarnya dia memang baik, tapi mulutnya kasar sekali, berbeda dengan Leo.” seketika Kenisha teringat akan mantan kekasihnya yang sudah meregang nyawa.


“Astaga, rasanya sama seperti mimpi, aku masih tak menyangka kalau Leo sudah tak ada, entah apa yang terjadi sekarang disana, semoga saja warga tidak datang mencari ke rumah kami.”


Kenisha cemas akan jasad Leo yang ada di alam terbuka.


Kenisha yang kepikiran pun tak bisa menghilangkan bayang-bayang Leo darinya.


“Aku harus mencari kesibukan kalau tidak Aku bisa gila karena Leo.” meski mengantuk namun Kenisha harus beranjak dari ranjang.


Ia pun keluar dari dalam kamar untuk mencari keberadaan Winda.


Saat ia berjalan menyusuri rumah besar yang memiliki banyak kamar tanpa sengaja ia berpapasan dengan seorang wanita tua berpenampilan modis dan berwibawa.


Kenisha yang tak tahu itu siapa hanya melempar senyum tanpa menyapa atau mengenalkan dirinya.


Bukan karena sombong atau tidak sopan namun Kenisha takut jika dirinya yang masih berstatus orang lain di rumah itu di anggap sok ramah.


“Permisi bu.” Saat Kenisha ingin melintas, wanita tua itu pun berkata.


“Cantik, tapi tidak punya sopan santun.”


Sarr!


Mendengar apa yang di katakan wanita tua itu membuat pembuluh darah Kenisha pecah dan bulu kuduknya merinding.


Pasalnya ia tahu gaya bicara itu mirip seperti calon suaminya.

__ADS_1


Apa orang tua ini adalah ibunya tuan? batin Kenisha.


“Ma-maaf bu, perkenalkan saya Kenisha calon istri tuan David.” Kenisha tersenyum canggung pada calon mertuanya.


“Huh! harus di sindir dulu baru sadar diri, belum apa-apa sudah sombong.” tatapan mengintimidasi wanita tua itu membuat Kenisha ketakutan.


“Maaf bu.” hanya itu yang dapat Kenisha katakan.


“Nama ku Ha Neul Western, biasa dipanggil nyonya Hana, ibu kontan dari David Western.” kemudian Hana mengulurkan tangannya kepada Kenisha.


Saat Kenisha akan menerima uluran tangan itu tiba-tiba Hana menarik tangannya.


“Sihir apa yang kau gunakan sehingga putra ku memilih wanita kampung dan miskin seperti mu menjadi istrinya?” Hana tak percaya jika putranya menyukai Kenisha.


“Itu, karena aku cantik bu.” Kenisha mengatakan apa yang ia dengar dari calon suaminya.


“Hufffft!” Hana Tertawa mendengar jawaban dari Kenisha.


“Jangan bercanda, alasannya pasti kalau bukan hamil, kau sudah di tiduri anak ku yang nakal itu!” bagi wanita kaya raya sejak lahir seperti Hana, tak ada cinta tanpa politik dan tahta di keluarga mereka.


“Aku belum pernah menikah, jadi tak mungkin jika aku mengenal tanpa ada suami.” Kenisha selalu berpikir orang hamil harus menikah dulu.


“Kenapa ibu berkata begitu? Kalau bukan tuan yang melamar ku dan datang ke rumah ku, alu tak mungkin ada disini, karena aku hanyalah orang kampung yang tak pernah menginjakkan kaki ke ibu kota, aku juga tidak pernah bertemu dengan tuan sebelumnya, jadi tidak benar kalau aku menikahinya karena harta.”


Astaga, kenapa aku malah berbohong, batin Kenisha.


Hana marah karena kenaikan jawab setiap tuduhan yang ia katakan.


Saat Hana akan menghina calon menantunya tiba-tiba Virgo yang baru selesai mandi berdiri di belakang Kenisha.


“Mata mu pasti buta!” ucapkan dengan mata membelalak.


“Mata ku sehat kok bu, buktinya aku bisa tahu kalau tuan David itu tampan.” Kenisha pikir kalau Hana bicara padanya.


David yang mendengarnya tersenyum, ia sangat senang di bilang tampan oleh calon istrinya.


“Apa?” Hana mengernyitkan dahinya.


“Benar-benar kapan meskipun sudah tua.”

__ADS_1


Baru saja terbang ke atas langit tiba-tiba terhempas ke bumi, Kenisha pun berhasil membuat David marah dan senang dalam waktu bersamaan.


“Hem, ehem!” David mendem agar Kenisha tahu kalau dirinya ada disana.


Sontak Kenisha menoleh ke sumber suara yang ada di belakangnya.


“Tuan.” Kenisha tersenyum tak ada kesalahan yang ia lakukan.


“Tumben mama datang kesini.” ucap Virgoun tanpa merespon apa yang dikatakan Kenisha.


“Mama hanya kebetulan lewat dan juga mama baru tahu kalau kau aku akan melaksanakan pernikahan tanpa mengundang mama dan papa.” Hana menatap kecewa pada putra semata wayangnya.


“Ku pikir mama dan papa tidak akan datang.” David yang telah bermusuhan lama dengan ibunya dan ayahnya berpikir kalau keduanya tidak perlu di undang.


“Dasar gila, padahal kau tumbuh besar berkat mama yang bersedia melahirkanmu ke dunia, mama juga menyayangi mu, menyediakan harta warisan yang banyak untuk, tapi kau malah menganggap mama orang asing terlalu!” Hana benar-benar kecewa pada Virgo.


“Siapa yang tahu isi hati mu ma, kadang-kadang kamu meledak tanpa alasan, aku tak bisa menerima kalau mama membuat keributan di hari pernikahan ku.” Virgo memaparkan alasannya.


Kenisha yang ada di antara keduanya pun dapat menyimpulkan kalau sifat sombong dan dingin calon suaminya di wariskan dari Hana.


Dua-duanya sama-sama keras, batin Kenisha.


“David, Mama tidak setuju kalau kamu menikahi wanita kampung ini.” tiba-tiba Hana melarang putranya untuk menikah dengan Kenisha.


“Yang benar saja, butuh waktu 15 tahun untuk menemukannya sebagai jodoh ku, mama jangan bercanda ya, apa mama ingin aku menikah di usia 60 tahun?” kata-kata monolog dari Virgo membuat Hana bungkam.


“Kalau tidak suka jangan datang ma, jangan mengacaukan hari bahagia ku.” setelah mengatakan itu David menarik tangan calon istrinya untuk meninggalkan ibunya yang masih berdiri di tempat.


“Permisi bu,” ucap Kenisha.


Hana yang diabaikan menelan salivanya, matanya juga memerah karena sifat putranya yang semakin berani padanya.


“Anak durhaka, padahal dia menjadi seperti sekarang karena aku, hanya karena aku dan ayahnya tak mau melepaskan Leon dari rumah dia menjadi berontak.” Hana rasanya ingin memaki putranya yang tidak pernah menghargainya.


***


“Kita mau kemana tuan?” tanya Kenisha yang tangannya masih di genggam erat oleh David.


“Ke pantai.” David memilih keluar dari rumah dari pada melihat wajah ibunya lagi.

__ADS_1


__ADS_2