Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Menjenguk Nahda


__ADS_3

Di kelas XII MIPA 1


"Bela cewek yang kemarin masuk rumah sakit Bel" ucap teman Bela yang bernama Elfin berlari dari luar kelas


"Tau dari mana kamu?" tanya Bela sambil memainkan ponsel tanpa menoleh


"Tadi aku gak sengaja dengar pembicaraan temannya" jawab Elfin


"Biarin ajalah, kenapa sih panik gitu?" tanya Bela masih dalam posisi yang sama


"Emang lo gak hawatir apa, kalau Indra tau gimana?" jawab Elfin dan kembali bertanya


"Asalkan mulut lo diem dia gak akan tau" kata Bela


"Ada apa sih ribut - ribut?" tanya teman Bela yang satunya bernama Dinda baru datang


"Din lo tau gak sih cewek yang di kunci di toilet kemarin masuk rumah sakit" jawab Elfin


"Serius, hayo lo Bel gimana tuh" kata Dinda


"Bodo amat" kata Bela


"Jahat banget lo tu jadi orang" kata Dinda heran


Tanpa mereka sadari Indra mendengar pembicaraan mereka dari luar kelas


"Keterlaluan" kata Indra mengepalkan tangan


"Dra kamu ngapain di sini, kamu kenapa?" tanya temanya yang bernama Yusuf melihat temanya terlihat sedang marah


Indra langsung saja masuk ke kelas tanpa memperdulikan Yusuf


"Bela!! keterlaluan kamu" kata Indra dengan nada tinggi


"Ada apa sih Dra?" tanya Bela


"Gue udah dengar semuanya kenapa lo tega mencelakai adik kelas lo sendiri, dia salah apa sama lo? sifat lo yang kaya gini nih yang membuat gue mutusin lo, kenapa sih lo gak pernah berubah?" kata Indra


"Lo ngomong apa sih Dra?" tanya Bela pura - pura tidak tau


"Cukup Bel kali ini lo bener - bener kelewatan, gue akan laporin lo ke Pak Fahri" kata Indra langsung pergi dengan langkah cepat


"Apa? jangan Dra! Indra tunggu!" kata Bela berteriak mengejar Indra


"Indra dengerin aku dulu, aku bisa jelasin Dra" kata Bela masih mengejar Indra


"Indra berhenti" kata Bela memegang tangan Indra menghentikannya


"Maafin gue Dra gue janji gak akan ngulangi lagi tolong jangan laporin gue ke Pak Fahri" kata Bela memohon dengan memegan tangannya


Namun Indra malah menarik Bela untuk melaporkannya ke Pak Fahri


"Indra maafin gue" kata Bela mulai menangis


"Indra"


"Pak Fahri" ucap Indra memanggil Fahri yang berada di depan kantor


"Iya ada apa?" tanya Fahri


"Lapor Pak dia kemarin mengunci adik kelasnya di toilet dan sekarang di rawat di rumah sakit" kata Indra menunjuk Bela yang menunduk pasrah


"Oh jadi kamu pelakunya? ikut keruangan saya" ucap Fahri


"Jadi dia pelakunya? ada masalah apa dia sampai berbuat seperti itu?" kata Rizal tak sengaja melihat dari kejauhan namun masih bisa di dengar


Indra kembali ke kelas dan duduk di di bangkunya sambil melamun


"Maafin kakak ya dek gara - gara kakak kamu masuk rumah sakit, gue gak nyangka Bela akan berbuat begitu" kata Indra dalam hati menyesal


"Mikirin apa Dra?" tanya Yusuf menepuk pundak temannya


"Eh gak kok" jawab Indra


"Bela ya?" tanya Yusuf lagi


"Wataknya memang begitu" kata Yusuf


"Tapi dia kelewatan Yus" kata Indra

__ADS_1


"Kamu penah dengar kata 'cinta itu buta' ya begitu" kata Yusuf


"Heh entahlah" kata Indra


......


Krriiingng


Bel pulang telah berbunyi Lina, Fikri dan Rida telah berada di halaman sekolah menunggu Kemal untuk menjenguk Nahda


"Maaf ya lama ayo kita pergi" kata Kemal


"Hei tunggu! kalian ingin menjenguk Nahda aku ikut ya?" tanya Rizal


"Apa kami juga boleh ikut?" tanya Lia menunjuk dirinya bersama Ronal


Lina mengajak Rida sedikit menjauh untuk berunding


"Rida bagaimana ini aku yakin Nahda tidak akan suka, mungkin akan marah kepada kita?" tanya Lina berbisik


"Tapi kita tidak mungkin menolaknya kan" jawab Rida


"Lalu bagaimana?" tanya Lina


"Biarkan saja mereka ikut, ada omnyakan di sana" jawab Rida


"Kalian semua boleh ikut, tapi jangan berisik ya Nahda tidak suka keramaian" kata Rida


"Baiklah ayo kita berangkat" ucap Lia


....


Di rumah sakit


"Om tolong kupasin apel" kata Nahda


"Iya"


"Ini" kata Hanif memberikan apel yang telah di kupas


"Terimakasih om" ucap Nahda


"Siapa?" tanya Hanif pelan


"Mungkin temanya Nahda" kata Nahda


"Waalaikumsalam" ucap Hanif membuka pintu


"Eh kalian ayo masuk" kata Hanif melihat Lina dan Rida


"Terima kasih om" ucap Rida dan Lina masuk ke dalam dan di ikuti yang lainnya


"Rizal kamu di sini juga?" tanya Hanif


"Eh bang Hanif, iya saya ingin menjenguk Nahda. Bang Hanif siapanya Nahda?" jawab Rizal dan kembali bertanya


"Saya omnya" jawab Hanif


"Oh begitu rupanya" kata Rizal


"Nahda" ucap Lina dan Rida memeluk Nahda


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Lina


"Sudah lebih baik" jawab Nahda


"Ini kami bawakan buah - buahan untuk mu" kata Rida meletakkan satu bungkus buah-buahan di atas meja di samping Nahda


"Kalian ini tidak usah repot - repot" kata Nahda


"Nahda bagaimana keadaanmu?" tanya Fikri


Belum sempat di jawab sudah si sela Kemal


"Nahda bagaimana keadaanmu, apa sudah membaik?" tanya Kemal


"Bagaimana keadaanmu Nahda, wajahmu pucat sekali?" tanya Rizal menyela Kemal


"Apaan sih lo Zal jangan menyela di sana masih ada tempat yang kosong" protes Kemal menyela tempatnya yang dekat Nahda

__ADS_1


"Terserah gue emangnya ini rumah sakit punya bapak lo apa?" kata Rizal


"Kamu sudah makan apa belum? aku bawain kue nih" kata Rizal


Nahda hanya diam tidak ingin menjawab ia menoleh menatap Lina dan Rida seakan bertanya


"Kenapa kalian mengajak mereka kemari?"


Lina dan Rida hanya nyengir saja menanggapi tatapan Nahda


"Kalian ini ingin menjenguk orang sakit apa berdebat? awas minggir - minggir" kata Lia mendekati Nahda


"Maafin temen kakak ya mereka itu memang berisik" ucap Lia


"Tidak apa - apa kak" kata Nahda


"Sebenarnya aku keberatan mereka ada di sini" kata Nahda dalam hati


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Lia


"Sudah lebih baik kak" jawab Nahda


"Syukurlah" ucap Lia


"Assalamualaikum" ucap Fahri membuka pintu


"Waalaikumsalam" balas orang - orang yang ada di ruangan itu


"Pak Fahri" batin teman - teman Nahda


"Kalian teman - temannya Nahda ya?" tanya Fahri


"Iya pak" jawab teman - teman Nahda bersama


"Bagaimana keadaanmu sakarang?" tanya Fahri duduk di samping Nahda


"Sudah lebih baik om, tapi aku bosan" jawab Nahda


"Om?" ucap teman - teman Nahda pelan secara bersama dan saling memandang


"Jadi Pak Fahri omnya Nahda" kata Ronal pelan


"Bosan kenapa?" tanya Fahri


Nahda hanya memberi kode dengan memutar bola matanya ke arah teman - temanya untuk munyuruh mereka pulang. Fahri hanya menyipit heran karena tidak mengerti, akhirnya Nahda memberi kode lagi


"Hoam" Nahda menguap dengan di tutupi tangannya


Akhirnya Fahripun mengerti


"Em sepertinya Nahda perlu istirahat, jadi kalian bisa pulang sekarang" kata Fahri


"Iya pak kalau begitu kami permisi, assalamualaikum" ucap Rizal berpamitan


"Waalaikumsalam terima kasih yaa" ucap Fahri


"Sudahkan?" tanya Fahri


"Terima kasih om ganteng" ucap Nahda


"Sama - sama anak manis" ucap Fahri


"Oh ya Hanif kemana?" tanya Fahri


"Gak tau kayaknya keluar tadi" jawab Nahda


"Em ngomong - ngomong kamu punya masalah apa sama anak kelas XII yang bernama Bela?" tanya Fahri


"Memang kenapa om?" tanya balik Nahda


"Dia yang mengunci kamu" jawab Fahri


"Segitunya kah? padahalkan hanya salah paham" kata Nahda heran


"Apa?" tanya Fahri


"Beberapa hari yang lalu mantan pacar Bela mentraktir aku karena aku di suruh bantuin dia bawa buku ke perpustakaan, ya sebagai tanda terima kasih gitu. Nah abis itu Bela nyamperin aku di siram pakai minuman dan marahin dia bilang 'berani - beraninya lo deketin cowok gue' trus mantan pacarnya datang di marahin sama dia dan aku di kasih sapu tangan" kata Nahda bercerita panjang kali lebar


"Dasar anak jaman sekarang sudah berani main api" kata Fahri

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2