
Saat ini semua murid telah berkumpul di halaman sekolah untuk melakukan acara sambutan terlebih dahulu sebelum pertandingan di mulai. Halaman sekolah SMAN BINTANG sangatlah luas bisa menampung seribu orang lebih, karena itu semua murid dari SMAN ANGGREK bisa ikut menghadiri acara ini.
"Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh." Kepala sekolah SMAN BINTANG mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh." Jawab semua orang yang ada di sana.
"Selamat pagi semuanya." Ucap Kepala Sekolah.
"Selamat pagi, Pak." Jawab semua murid yang ada di sana.
"Bagaimana kabarnya?" Tanya kepala sekolah.
"Baik, Pak" jawab para murid.
"Alhamdulillah semua sehat ya dan bersemangang tentunya." Kata kepala sekolah.
"Mana semangatnyaaa!"
"Wuaaaaaaaaa!"
"Sekali lagi mana semangatnyaaa!"
"Wuuaaaaaaaaaa!"
"Luar biasa, mari bertepuk tangan untuk kita semua."
Plok plok plok plok plok plok
"Baiklah pada kesempatan yang bahagia ini, saya selaku kepala sekolah SMAN BINTANG mengucapkan selamat datang kepada keluarga besar SMAN ANGGREK." Kata kepala sekolah memberikan sambutan.
Plok plok plok plok plok
Semua orang bertepuk tangan.
"Dan terima kasih atas kehadirannya, kita disini untuk mencari teman bukannya lawan jadi, bertandinglah dengan sportif." Lanjut kepala sekolah
"Sebelum kita mulai pertandingannya, sebagai acara pembukaan, kami akan mempersembahkan penampilan dari bintang sekolah kami yaitu, Iqbal Adi Irawan, tepuk tangan."
Plok plok plok plok plok
"Oh iya, saya dengar SMAN ANGGREK juga punya bintang idola juga, silahkan naik ke atas panggung!" Kata kepala sekolah mempersilahkan Rizal untuk naik ke atas panggung.
"Siapa namanya?" Tanya kepala sekolah kepada Rizal setelah berada di panggung.
"Rizal Pratama." Jawab Rizal.
"Wah luar biasa, mereka ganteng-ganteng ya, tapi masih gantengan Bapak tentunya." Kata kepala sekolah memberikan candaan.
"Hahahaha.."
"Mereka akan berduet menyanyikan sebuah lagu. Saksikanlah Iqbal dan Rizal, terhebat."
Plok plok plok plok plok
"Kita nyanyi bersama-sama yaa." Kata Iqbal sudah seperti seorang artis penyanyi.
"Okee!" Sahut para siswi.
*
Voc Iqbal
Hey kawan
Kau dan aku pasti sama,
sama-sama punya takut
Takut tuk mencoba dan gagal, tapi...
Voc Rizal
Hey kawan
Kau dan aku pasti sama,
sama-sama punya mimpi,
mimpi tuk menjadi berarti karena
Harus kita taklukan,
bersama lawan rintangan
Voc Iqbal dan Rizal
__ADS_1
Tuk jadikan dunia ini lebih indah
Tak perlu tunggu hebat
Untuk berani memulai apa yang kau impikan
Untuk menjadi hebat raih yang kau impikan
Seperti singa yang menerjang semua rintangan
Tanpa rasa takut
Yakini bahwa kamu kamu kamu kamu terhebat
* music
Voc Rizal
Hey kawan
Kau dan aku pasti sama,
sama-sama punya takut
Takut tuk mencoba dan gagal, tapi...
Voc Iqbal
Hey kawan
Kau dan aku pasti sama,
sama-sama punya mimpi,
mimpi tuk menjadi berarti karena
Harus kita taklukan,
bersama lawan rintangan
Voc Iqbal dan Rizal
Tuk jadikan dunia ini lebih indah
Tak perlu tunggu hebat
Untuk berani memulai apa yang kau impikan
Untuk menjadi hebat raih yang kau impikan
Seperti singa yang menerjang semua rintangan
Tanpa rasa takut
Yakini bahwa kamu kamu kamu kamu terhebat
*
"Wuuaaaaaaaaa!!!" Teriak para siswi sambil tepuk tangan.
Acara ini sudah seperti konsernya bintang kpop, dimana para penonton ikut bernyayi dengan penuh semangat bersama idolanya.
"Lagi! lagi! lagi! lagi!" Seru para siswi agar Iqbal dan Rizal bernyanyi lagi.
Sedangkan Iqbal dan Rizal hanya tersenyum melihatnya.
"Lagi, lagi, sudah! Ini acara perlombaan antar sekolah, bukannya konser." Kata kepala sekolah.
"Yaaaaahhh!" Seru para siswi dengan nada kecewa.
"Atau bapak saja yang menyanyi, suara bapak juga tidak kalah merdu dari mereka." Kata kepala sekolah mengusulkan diri.
"Tidak Pak! Tidak." Teriak para murid dari SMAN BINTANG.
"Kenapa? Tidak percaya?"
"Jangan Pak! Jangan nanti tamu kita kabur semua!" Kata salah satu siswa dari SMAN BINTANG.
"Hahahaha.."
"Wah ngeledek kamu, emangnya kamu bisa nyanyi apa? Sini!" Kata kepala sekolah pura-pura tersunggung.
"Ayo maju sana!"
"Iya maju sana!"
__ADS_1
"Maju maju!"
Kata para teman dari siswa yang berteriak tadi sambil mendorongnya.
"Apa sih jangan dorong-dorong!" Kata siswa tadi.
"Sudah-sudah, oke terima kasih untuk Iqbal dan Rizal, kalian bisa kembali ke tempat masing-masing." Kata kepala sekolah.
Kepala sekolah SMAN BINTANG memang ramah dan humoris jadi, tak heran jika muridnya berani bercanda seperti itu.
"Baiklah acara pembukaan sudah selesai, mari kita kelapangan!"
"Yeeeeeeeii!"
Lapangan di sekolah ini pun sangat luas, jadi semua murid dan guru bisa menyaksikan acara ini.
"Baiklah para peserta lomba voli putri, silahkan bersiap di lapangan!" Kata salah satu guru olahraga.
"Wuuuuuuuu...!!!" Sorak para penonton di lapangan.
"Ingat ya Kak Angel, kita akan bermain dalam satu tim." Kata Nahda mengingatkan Angel.
"Iya." Kata Angel malas.
"Kak Alfi, tolong hitung skornya dengan jujur ya." Kata Nahda.
"Siap." Jawab Alfi lalu pergi ke tempat duduk para penonton.
"Nahda!" Panggil Viona menghampiri Nahda.
"Iya Viona ada apa?" Tanya Nahda.
"Kali ini kita akan bersaing jadi, bersiap-sisplah aku akan mengalahkanmu." Jawab Viona.
"Siapa takut, aku yang akan mengalahkanmu." Kata Nahda.
"Hahaha.." Viona dan Nahda tertawa.
"Hei coba lihat siapa ini?" Kata seorang siswi yang ikut lomba dari SMAN BINTANG menghampiri Nahda bersama dengan dua temannya, ia bernama Monica.
"Wah wah kita bertemu lagi cewek tengil." Kata teman Monica yang bernama Racel.
"Iya, bagaimana kabar kalian?" Tanya Nahda ramah.
"Heh sok akrap lo, nanya-nanya kabar kita." Kata teman Monica yang satunya bernama Vero.
Mereka bertiga adalah geng julit dari sekolah ini layaknya 3A.
"Wah ternyata kalian masih sombong seperti dulu ya." Kata Nahda.
"Oh yaa? Lo juga masih tengil kaya dulu." Kata Racel.
"Hahaha." Mereka bertiga tertawa.
"Hmm jadi kita akan bertanding lagi nih ceritanya." Kata Monica.
"Oke, kali ini gue pasti akan ngalahin lo." Kata Monica.
"Coba saja kalau bisa, aku ingin lihat seberapa hebat tim kalian." Kata Nahda.
"Tentu saja hebat, memangnya tim lo, payah." Kata Monica.
"Hahahaha." Mereka bertiga tertawa lagi.
"Sombong banget lo jadi cewek." Kata Angel menghampiri mereka.
"Heh denger ya, orang sombong tuh akan berakhir dengan kekalahan, jadi lebih baik tutup mulut lo yang lebar itu." Kata Aurel.
"Ngeledek gue lo, sini kalau berani." Tantang Monica siap memukul.
"Siapa takut." Kata Aurel.
"Hei sudah-sudah acaranya akan segera di mulai, kita bertanding dengan bermain voli bukan dengan adu mulut." Kata Viona melerai pertengkaran diantara mereka.
"Awas aja lo." Kata Angel sambil menunjuk Monica.
"Tidak ku sangka sekolah ini memelihara makhluk seperti mereka." Kata Dinda.
"Lihat Kak Angel betapa sombongnya mereka, kita harus kerja sama sekarang untuk memberi pelajaran kepada mereka, kita tunjukkan betapa hebatnya tim kita." Kata Nahda mendekati Angel.
"Hmm."
Nahda pun tersenyum penuh kemenangan berhasil memprovokasi Angel.
Bersambung.....
__ADS_1