Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Di tolak


__ADS_3

Nahda sedang duduk sendiri di bangku perpustakaan sambil membaca buku, kemudian Rizal menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


"Em Nahda, aku minta maaf karena selalu mengganggumu. Mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi." Ucap Rizal.


"Iya." Jawab Nahda sambil fokus membaca buku.


"Baiklah, aku pergi." Kata Rizal pergi meninggalkan Nahda begitu saja.


"Tumben, ada apa dengannya, mungkin sudah bosan, baguslah kalau begitu." Kata Nahda bicara sendiri.


"Nahda, jalan-jalan ke taman yuk!" Ajak Lina.


"Aku mau di sini saja, pergilah dengan Rida." Tolak Nahda.


"Ya sudah kalau begitu, aku duluan ya." Kata Lina berpamitan.


"Iya."


Beberapa saat kemudian.


"Hai Nahda, betah sekali di sini?" Tanya Kemal duduk di samping Nahda dengan menjaga jarak.


"Iya." Jawab Nahda fokus membaca buku.


"Kamu jutek banget sih?" Tanya Kemal.


"Memangnya kenapa?" Kata Nahda kembali bertanya dan masih fokus membaca buku.


"Aku selalu berusaha ingin dekat denganmu dan bicara denganmu, kau tau kenapa? Karena aku menyukaimu Nahda." Kata Kemal berterus terang.


"Iya aku tau, tapi maaf aku tidak menyukaimu." Kata Nahda santay.


"Apa? Aku langsung di tolak begitu saja?" Batin Kemal.


"Jadi berhentilah mendekatiku." Lanjut Nahda.


"Kenapa Nahda?" Tanya Kemal pelan di penuhi rasa kecewa.


"Maaf Kak aku hanya ingin fokus belajar saja." Jawab Nahda menoleh ke arah Kemal sebentar.


"Hanya itu?" Tanya Kemal belum puas dengan jawaban Nahda.


"Sudah ada seseorang di hati aku." Jawab Nahda setelah diam beberapa saat.


"Oh jadi memang dia menyukai Fikri ya." Batin Kemal.


"Oke, maaf ya jika aku sering mengganggumu." Ucap Kemal.


"Iya Kak, tidak apa-apa." Jawab Nahda.


Setelah mendapat jawaban, Kemal langsung pergi dari sana tanpa berpamitan dengan rasa kecewa tentunya.


.....


Di taman sekolah.


Lina dan Rida berjalan-jalan sambil menikmati indahnya suasana di taman. Tiba-tiba ada seseorang yang melempar botol minuman kosong ke Lina.


"Aduh, siapa sih yang lempar botol minuman sembarangan." Kata Lina menggambil botol minuman yang jatuh setelah menimpa kepalanya.


"Eh sori, ku pikir tong sampah." Kata Zidan tanpa dosa.


"Tong sampahnya ada di sana." Kata Lina melempar botol minuman yang kosong tadi ke Zidan.


"Hihihi, kalian tuh lucu banget sih." Kata Rida tertawa kecil.


"Aduh, kenapa jadi di lempar ke aku?" Tanya Rida.


"Nitip." Jawab Zidan pergi begitu saja.


"Dasar usil." Kata Rida.


"Bagaimana kau bisa menyukai laki-laki seperti dia?" Tanya Rida.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga tidak tahu." Jawab Lina.


"Aneh." Kata Rida.


"Sebenarnya dia itu memiliki hati yang baik." Kata Lina.


"Tahu dari mana kamu?" Tanya Rida.


"Beberapa bulan lalu aku pernah melihat dia membantu kakek-kakek menyebrang jalan." Jawab Lina.


"Benarkah, aku tidak percaya." Kata Rida.


"Aku tidak bohong." Kata Lina.


"Ya terserah kau saja." Kata Rida.


"Apa Nahda tidak ingin bergabung dengan kita?" Tanya Rida.


"Tidak tahu, sepertinya dia bituh waktu untuk sendiri." Jawab Lina.


"Kenapa lagi dia?" Tanya Rida.


"Dasar kemal." Jawab Lina


"Apa, kemal?" Tanya Rida bingung.


"Kepo maksimal." Jawab Lina.


"Hehehe, abis Nahda itu selalu bikin aku penasaran." Kata Rida.


.....


Di kelas XI MIPA 2


Kemal duduk termenung sendirian di kelas, lalu Alfi datang menghampirinya.


"Kemal, sedang apa sendiri di sini?" Tanya Alfi duduk di bangku sebelahnya Kemal.


"Bukan urusan lo." Jawab Kemal.


"Pasti gara-gara di cuekin Nahda kan?" Tanya Alfi lagi.


"Lo tuh kenapa sih, kaya abis nyatain perasaan tapi di tolak." Tanya Alfi kesal.


"Hah jadi bener gitu ya?" Tanya Alfi menyadari ucapannya.


"Ck, aku udah bilangkan lupain aja tuh cewek, gak dengerin sih. Kamu sendirikan yang sakit." Kata Alfi tidak berhenti mengoceh.


"Bisa diem gak sih Al, berisik tauk." Kata Kemal sudah muak mendengar ocehannya Alfi


"Enggak, aku belum selesai ngomong."


"Lagian masih ada aku yang setia nungguin kamu."


"Aku juga gak kalah manis dari Nahda."


"Ke pd-an lo."


"Ih emang bener tauk."


"Lagian siapa yang mau sama penjahat kaya lo."


"Penjahat?"


"Iya, suka merundung orang, kalau bukan penjahat apa namanya?"


"Kalau aku jadi baik, mau ya jadi pacar aku."


"Udah deh diem berisik tauk, sana pergi."


Alfi kesal karena di usir Kemal namun ia tetap tidak mau pergi.


"Kenapa masih ada di sini?" Tanya Kemal melihat Alfi masih belum pergi juga.

__ADS_1


"Terserah akulah, yang pentingkan aku diem." Jawab Alfi duduk bersandar sambil melipat kedua tanggannya


"Terserah."


.....


Di Lorong sekolah.


Lina berjalan sendiri menuju kelasnya, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.


"Lina tunggu!" Panggil Zidan.


"Ada apa?" Tanya Lina.


"Aku minta maaf tadi ngasih kamu botol kosong, sebagai permintaan maaf, aku kasih nih yang masih ada isinya." Kata Zidan sambil menyodorkan botol minuman.


"Bener nih?" Tanya Lina memastikan.


"Iya aku serius." Jawab Zidan.


Lina mengambil botol minuman tersebut dari tangan Zidan namun, sebelum berpindah tangan Zidan memencet botol tersebut, jadi minuman itu muncrat mengenai wajah Lina.


"Ups maaf sengaja." Ucap Zidan.


"Hahaha kamu ketipu lagi." Kata Zidan sambil tertawa karena berhasil mengerjai Lina lagi.


"Hah kenapa aku mudah tertipu." Gerutu Lina dalam hati.


"Kenapa sih kamu tuh jahil banget?" Tanya Lina kesal.


"Karena menyenangkan." Jawab Zidan.


"Jika kamu kesepian, bersikaplah dengan baik. Dengan seperti ini kamu hanya akan mendapatkan musuh bukannya teman." Kata Lina.


"Dan dekatkan diri kepada Allah." Kata Lina lagi dan berlalu meninggalkan Zidan.


Zidan hanya terdiam mencerna kata-kata Lina.


.....


Rida jalan-jalan menuju ruang musik berharab Rizal ada di sana, dan benar saja ia mendengar Rizal sedang bernyanyi sambil memainkan gitar, ia pun bergegas untuk melihatnya.


"Ya Allah dia keren banget." Batin Rida.


"Seandainya lagu itu untuk ku, aku pasti sangat bahagia." Kata Rida dalam hati sambil membayangkan Rizal bernyanyi untuknya.


"Heh kumat ngehalu muluk kerjaannya, sudah pergi dari sini." Kata Rida dalam hati tersadar dari hayalnnya.


"Ck tapi sayang kalau di lewatkan." Kata Rida dalam hati tidak ingin pergi.


Pada akhirnya Rida menunggu Rizal sampai selesai bernyanyi, dan secara refleks Rida tepuk tangan setelah lagu itu selesai dinyanyikan.


Plok plok plok


Rizal yang menyadari itu pun menoleh ke sumber suara tepuk tangan tersebut.


"Eh Rida, sudah lama di situ."


"Ee tidak Kak baru saja, aku kebetulan lewat sini." Jawab Rida gugup ketahuan mengamati Rizal.


"Oh begitu, memang kamu mau kemana?" Tanya Rizal menghampiri Rida.


"Em, aku, hanya ingin jalan-jalan saja." Jawab Rida.


"Hanya sendiri saja?" Tanya Rizal.


"Iya Kak Lina dan Nahda sudah pergi ke kelas." Jawab Rida.


"Oh begitu, boleh aku ikut jalan-jalan denganmu?" Tanya Rizal.


"Apa? Serius?" Batin Rida senang bukan main.


"Iya Kak boleh." Jawab Rida.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2